3 Kesalahan dalam Pemakaian Hand Sanitizer yang Harus Dihindari

Kompas.com - 19/07/2020, 21:30 WIB
Ilustrasi hand sanitizer ShutterstockIlustrasi hand sanitizer

KOMPAS.com - Menjaga kebersihan tangan merupakan salah satu langkah pencegahan penularan virus corona. Caranya, dengan rajin mencuci dan menjaga kebersihan tangan.

Virus dapat berpindah dari tangan yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh bagian wajah.

Saat berada di luar rumah, hand sanitizer menjadi salah satu barang yang wajib dibawa untuk mengantisipasi jika susah mencari sumber air dan sabun. 

 

Dilansir dari Huffpost, Rabu (15/7/2020), menggunakan hand sanitizer atau pembersih tangan berbasis alkohol merupakan metode praktis untuk menjaga kebersihan tangan saat berpergian.

Namun, ada 3 kesalahan umum yang harus dihindari saat menggunakan hand sanitizer agar efektif mencegah paparan virus corona.

Baca juga: Harga Masker dan Hand Sanitizer Kembali Normal, Apa Saja Faktor Penyebabnya?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apa saja kesalahan yang kerap dilakukan?

Menggunakan hand sanitizer terlalu sedikit

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengungkapkan, gunakan hand sanitizer dengan takaran yang cukup sehingga bisa menutupi semua permukaan tangan untuk mencegah penularan virus.

Dr Zeke J. McKinney, dari Health Partners Riverway Clinic, Minnesota, mengatakan, kebanyakan orang tidak menggunakan hand sanitizer dengan jumlah yang cukup untuk membersihkan tangan.

Hal ini dinilainya merupakan kesalahan umum.

"Cara yang tepat untuk menggunakan hand sanitizer adalah dengan memastikannya menutupi kedua tangan Anda. Sering kali orang-orang tidak cukup membalurkan hand sanitizer pada telapak tangan mereka," ujar McKinney.

Menurut dia, menggunakan hand sanitizer dengan pemakaian yang banyak lebih baik.

Ada baiknya, ketika mengoleskan hand sanitizer pada tangan Anda, pastikan tidak ada celah yang tidak terkena pembersih tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, penggunaan hand sanitizer harus dilakukan selama 20-30 detik.

WHO juga memberi 8 petunjuk atau langkah-langkah penggunaan hand sanitizer yang efektif, yaitu:

1. Oleskan segenggam cairan hand sanitizer di tangan yang ditangkupkan, dan oleskan pada semua permukaan tangan.

2. Gosokkan telapak tangan kanan dengan telapak tangan kiri.

3. Telapak tangan kanan menggosok bagian atas punggung tangan kiri dengan jari yang digosokkan ke sela-sela jari dan sebaliknya.

4. Kedua telapak tangan saling menggosok dan menggosok sela-sela jari.

5. Punggung jari ke telapak tangan yang berlawanan dengan jari saling bertautan.

6. Gosok memutar ibu jari kiri dengan digenggam oleh telapak tangan kanan dan sebaliknya

7. Gosok memutar, ke depan dan belakang dengan jari tergenggam atau tangan kanan di telapak tangan kiri dan sebaliknya.

8. Setelah kering, maka tangan Anda akan steril.

Sementara itu, Kepala Divisi Penyakit Menular University of Buffalo, New York, Thomas Russo mengatakan, risiko terbesar ketika menggunakan hand sanitizer adalah melewatkan bagian ujung jari atau bagian luar ibu jari.

Oleh karena itu, harus dilakukan dengan benar dan cermat.

Baca juga: Hand Sanitizer PH 2,5, Amankah untuk Kulit?

Tidak menunggu sampai hand sanitizer kering

Kesalahan lain yang biasa terjadi saat penggunaan hand sanitizer adalah tidak membiarkan hand sanitizer mengering.

CDC menyebutkan, penggunaan hand sanitizer harus dengan menggosok tangan bersama-sama selama 20-30 detik hingga terasa kering.

"Ketika hand sanitizer berada di tangan Anda, pada dasarnya cairan tersebut tengah bekerja mematikan bakteri dan virus, dan butuh waktu untuk menyelesaikannya," ujar McKinney.

Sementara, Russo mengatakan, dengan menggosok hand sanitizer ke tangan juga langkah yang baik. Menurut dia, hal ini akan mendorong orang untuk melakukan hal yang sama ke setiap permukaan tangan mereka.

Mengandalkan hand sanitizer  dan tidak menyimpannya dengan baik

Anda harus memastikan tangan dalam dalam keadaan bersih setelah memegang makanan atau berolahraga, namun .

Namun, perlu diingat, hand sanitizer semprot tidak berarti menggantikan hand sanitizer dalam bentuk gel atau cairan atau sabun cair.

Jika ada kotoran yang menutupi bagian tangan, hand sanitizer tidak bisa benar-benar sampai ke permukaan tangan Anda.

"Alasan menggosok tangan Anda seperti mencuci tangan, lebih efektif. Karena Anda melakukan tindakan mekanis untuk melepaskan bakteri dengan menggosok-gosok," ujar McKinney.

Ketahuilah, menggunakan pembersih tangan dengan benar adalah cara yang efektif untuk memperlambat potensi penyebaran virus corona.

Tetapi, bukan berarti menjadi satu-satunya langkah pencegahan yang dilakukan.

"Orang mengira, hand sanitizer adalah pengganti pencuci tangan, padahal jelas tidak. Tindakan mencuci tanganlah yang terbaik," ujar McKinney.

Selain itu, selalu ingat di mana tempat Anda menyimpan hand sanitizer.

Russo mengatakan, cairan hand sanitizer harus dijauhkan dari anak-anak karena ada sejumlah laporan mengenai kasus anak-anak yang keracunan akibat menelan hand sanitizer.

Yang utama, jangan pernah lupa untuk memakai masker di saat berpergian atau keluar rumah.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.