"Gibran Harus Bisa Membuktikan, Tidak Ada KKN dan Politik Dinasti"

Kompas.com - 19/07/2020, 16:03 WIB
Bakal calon wali kota dan wakil wali kota Solo yang diusung PDI-P Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa serta Ketua DPC PDI-P Solo FX Hadi Rudyatmo dalam konferensi pers di Loji Gandrung Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2020). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIBakal calon wali kota dan wakil wali kota Solo yang diusung PDI-P Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa serta Ketua DPC PDI-P Solo FX Hadi Rudyatmo dalam konferensi pers di Loji Gandrung Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2020).

KOMPAS.com - Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, maju sebagai calon Wali Kota Solo yang diusung PDI Perjuangan.

Gibran maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 bersama Teguh Prakosa.

Keputusan mengusung Gibran-Teguh di Pilkada Kota Solo diumumkan oleh Ketua DPP PDI-P Puan Maharani dalam Pengumuman Tahapan II 45 Pasangan Calon Kepala Daerah Pilkada Serentak pada Jumat (17/7/2020).

Beragam respons muncul atas majunya Gibran. Ia selama ini dikenal berlatar belakang pebisnis dan belum punya rekam jejak di kancah politik.

Apa tantangan yang akan dihadapi Gibran?

Baca juga: Risma: Selamat Berjuang Mas Gibran

Dosen Sosiologi Politik FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Dr. Supriyadi SN., S.U mengatakan, pasca dipilih oleh PDI-P, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi Gibran.

Salah satunya, membuktikan bahwa ia dipilih bukan karena upaya membangun politik dinasti.

"Dia harus bisa membuktikan bahwa tidak ada KKN dan politik dinasti. Itu saja yang dipikirkan saat ini. Beda nanti kalau sudah memenangkan, tantangannya lain," kata Supriyadi, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (17/7/2020).

Gibran juga menghadapi tantangan untuk membangun soliditas internal PDI-P di Solo. Menurut Supriyadi, Gibran harus bisa menunjukkan bahwa dia adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sistem dan struktur yang ada di PDI-P Solo.

"Oleh sebab itu, harus bisa merangkul semua komponen partai dan massa pendukung. Orang bilang, jika Gibran maju sudah selesai sebelum ada pertandingan. Ya enggak sesederhana itu dong. Tantangan masih banyak. Bagaimana membangun solidaritas, soliditas, kebersamaan, membangun kedamaian, itu penting bagi Gibran," papar dia.

Baca juga: Saat Majunya Gibran Bisa Timbulkan Kecemburuan Kader Partai...

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X