Kompas.com - 19/07/2020, 10:50 WIB
Penyair Sapardi Djoko Damono dengan penuh perasaan membacakan puisi dalam acara Malam Baca Puisi Selebriti yang diadakan oleh panitia Festival November 1998 yang berlangsung di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jumat (4/12/1998). KOMPAS/JOHNNY TGPenyair Sapardi Djoko Damono dengan penuh perasaan membacakan puisi dalam acara Malam Baca Puisi Selebriti yang diadakan oleh panitia Festival November 1998 yang berlangsung di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jumat (4/12/1998).

KOMPAS.com - Sastrawan Indonesia Sapardi Djoko Damono meninggal dunia pada Minggu (19/7/2020) sekitar pukul 09.17 WIB.

Sapardi mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan.

Kabar tersebut dibenarkan oleh Kepala Biro Humas dan Kantor Informasi Publik Universitas Indonesia (UI) Amelita Lusia. Namun sejauh ini belum diketahui penyebab pasti meninggalnya Sapardi.

Sapardi Djoko Damono dikenal sebagai seorang akademisi sekaligus sastrawan besar di Indonesia.

Ia telah menghasilkan deretan karya dan memperoleh banyak penghargaan atas perannya di bidang sastra.

Baca juga: Mengenang Perjalanan Karier Omas, dari Lenong Betawi hingga Sinetron Kejar Tayang

Profil Sapardi Djoko Damono

Mengutip Harian Kompas, 1 Agustus 1993, Sapardi lahir di Solo (Jawa Tengah), 20 Maret 1943 dari pasangan Sadyoko dan Sapariah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia merupakan anak tertua dari dua bersaudara. 

Sapardi Djoko Damono (59), penyair Indonesia masa kini yang bisa tenar di luar habitatnya. Sajak Sapardi Djoko Damono Aku Ingin dikutip orang, antara lain untuk undangan pernikahan. Foto diambil pada 10 Februari 1999.KOMPAS/Mathias Hariyadi Sapardi Djoko Damono (59), penyair Indonesia masa kini yang bisa tenar di luar habitatnya. Sajak Sapardi Djoko Damono Aku Ingin dikutip orang, antara lain untuk undangan pernikahan. Foto diambil pada 10 Februari 1999.

Sapardi menempuh pendidikannya hingga SMA di Solo. Kemudian, ia mengambil jurusan Sastra Inggris di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan memperoleh gelarnya pada 1964.

Ia juga sempat menempuh pendidikan non gelar di University of Hawaii, yaitu pada 1970-1971.

Pada tahun 1989, ia menyelesaikan program doktornya dengan predikat sangat memuaskan di UI dengan disertasi mengenai novel-novel di Jawa tahun 1950-an.

Kemudian, ia dikukuhkan sebagai guru besar di Fakultas Sastra, Universitas Indonesia pada tahun 1995.

Baca juga: Mengenang Papa T Bob, Pencipta Lagu Anak yang Populer di Era 90-an

Berkarier di bidang pendidikan

Mengutip laman resmi Kemdikbud, Sapardi diketahui memiliki riwayat karier yang panjang di bidang pendidikan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.