14 Dokter Meninggal dalam Sepekan, Kenapa Banyak Nakes Terinfeksi Covid-19?

Kompas.com - 13/07/2020, 17:20 WIB
Badan Intelijen Negara (BIN) melakukan tes massal bagi masyarakat di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (26/6/2020). BIN membawa 40 orang tenaga medis dan dokter serta dua mobil laboratorium covid-19 dalam tes massal selama tiga hari di Bandung. KOMPAS.com/AGIE PERMADIBadan Intelijen Negara (BIN) melakukan tes massal bagi masyarakat di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (26/6/2020). BIN membawa 40 orang tenaga medis dan dokter serta dua mobil laboratorium covid-19 dalam tes massal selama tiga hari di Bandung.

 

KOMPAS.com – Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) kembali berduka.

Sebab dalam waktu seminggu terakhir, sebanyak 14 dokter dilaporkan meninggal dunia.

“Ada 14 yang meninggal dalam seminggu terakhir ini,” jelas Anggota Bidang Kesekretariatan, Protokoler, dan Public Relations Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Halik Malik saat dihubungi Kompas.com Senin (13/7/2020).

Bahkan dalam satu hari ini Senin (13/7/2020) IDI melalui akun Instagramnya mengumumkan adanya 5 orang dokter yang meninggal dunia.

Sedangkan total sudah ada 61 dokter yang meninggal dari seluruh wilayah Indonesia akibat Covid-19.

“Informasi yang diterima PB IDI setidaknya ada 61 dokter yang dilaporkan meninggal karena positif Covid-19 dan PDP Covid,” kata Halik.

Lantas, kenapa angka kematian tenaga medis terutama dokter di Indonesia masih tinggi?

Minimnya APD

Halik menyebut, ada berbagai faktor yang melatarbelakangi termasuk di antaranya adalah minimnya alat pelindung diri di fasilitas kesehatan, walaupun dia menyebut ini bukan faktor tunggal.

“APD itu hal yang terakhir dalam hierarki pencegahan penularan virus corona di fasilitas kesehatan. APD yang tidak standar bukanlah faktor tunggal yang menyebabkan tingginya kasus penularan terhadap tenaga kesehatan,” kata Halik.

Dia menyampaikan hal itu karena untuk mencegah transmisi perlu pula upaya pencegahan dari sisi prosedur layanan (administrative control) dan tata ruang bangunan (engineering control).

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X