Pesan Mujenih untuk Pandemi di Indonesia yang Masih Jauh dari Akhir

Kompas.com - 13/07/2020, 10:51 WIB
Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020) pagi. Tiba pada pukul 08.45 WIB di Bandar Udara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, Presiden Jokowi langsung menuju Helikopter Super Puma TNI AU menuju Kabupaten Kapuas. Biro Pers Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020) pagi. Tiba pada pukul 08.45 WIB di Bandar Udara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, Presiden Jokowi langsung menuju Helikopter Super Puma TNI AU menuju Kabupaten Kapuas.

KOMPAS.com - Hai, apa kabarmu? Semoga sehat selalu dan diberikan kecukupan berkat untuk menjalani hari-hari yang tidak mudah karena pandemi.

Pekan ini, pasti kamu sibuk dengan tahun ajaran baru 2020-2021. Entah anak-anakmu, adikmu, atau kamu sendiri. Ya, tahun ajaran baru telah dimulai pada Senin, 13 Juli 2020. 

Betul-betul baru tahun ajaran ini. Tidak hanya karena waktu, tetapi karena protokol untuk dimulainya tahun ajaran baru ini benar-benar baru.

Pandemi membuat kita mengubah banyak hal termasuk dalam proses pembelajaran untuk anak-anak kita, adik kita, atau kamu sendiri.

Sebagai orangtua, apalagi yang memiliki anak usia sekolah lebih dari satu, penyesuaian untuk banyak hal pasti dilakukan. Peralatan untuk sekolah atau pelajaran jarak jauh seperti laptop atau gawai salah satunya.

Terbayang kerepotanannya jika anak tiga usia sekolah semua. Selain peralatan, pembagian ruang di rumah pasti tidak kalah repot atau mungkin seru juga untuk kebiasaan baru ini.

Karena bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan beribadah di rumah, masing-masing anggota keluarga pasti sudah memilih posisi terbaik untuk aktivitasnya. Karena serba terbatas, kreativitas kerap ditemukan untuk upaya-upaya baik merespons perubahan ini.

Sudut-sudut ruangan di rumah yang semula terabaikan, kini kerap diperhatikan. Halaman rumah atau teras jadi lokasi lumrah aktivitas bekerja atau belajar dari rumah selain kamar tentunya.

Respons akan perubahan terus kita lakukan sebagai upaya-upaya baik menghadapi pandemi Covid-19. Sudah satu semester kita melewati masa-masa penuh ketidakpastian yang menuntut banyak perubahan ini.

Kapan pandemi berakhir?

Hingga kini, Jawa Barat belum menerapkan sanksi kepada masyarakat atau institusi yang ditemukan melanggar protokol kesehatan.ANTARA FOTO Hingga kini, Jawa Barat belum menerapkan sanksi kepada masyarakat atau institusi yang ditemukan melanggar protokol kesehatan.
Pertanyaannya, kapan pandemi berakhir? Kapan kita bisa hidup "normal" lagi?

Pertanyaan yang wajar diajukan meskipun sebenarnya kita sudah terbiasa dengan kebiasaan-kebiasaan baru yang dituntut pandemi.

Menjawab petanyaan ini tidak mudah karena belum ada orang yang datang dari masa depan yang bisa kita konfirmasi. Jawaban atas pertanyaan sulit itu umumnya berupa prediksi, perkiraan dengan dasar yang tidak cukup pasti.

Jawaban atas pertanyaan itu makin sulit ketika World Health Organisation (WHO) mengkonfirmasi bukti awal bahwa Covid-19 menyebar lewat udara.

Betul, bukti awal yang dikonfirmasi WHO ini membutuhkan penilaian dan penelitian lebih lanjut. Konfirmasi WHO ini membuat prediksi kapan akhir pandemi makin sulit.

WHO sendiri memperingatkan, pandemi yang mengubah dunia di awal 2020 ini jauh dari "akhir". Meningkatkan kewaspadaan dan disiplin menerapkan protokol kesehatan agar tidak tertular adalah cara paling minimal yang bisa kita lakukan masing-masing.

Kembali ke pertanyaan kapan pandemi berakhir? Tiga anak saya bergantian bertanya hal ini pekan-pekan ini. Pertanyaan diajukan karena di berbagai tempat, aktivitas di luar rumah sudah mulai marak dilakukan.

Atas pertanyaan ini, saya merujuk penjelasan epidemiolog yang membuat prediksi berdasarkan alasan yang bisa diterima. Salah satu epidemiolog yang saya rujuk untuk menjawab ini adalah Dicky Budiman dari Universitas Griffith.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebagai Peracik Bumbu Indomie, seperti Apa Peran Nunuk Nuraini?

Sebagai Peracik Bumbu Indomie, seperti Apa Peran Nunuk Nuraini?

Tren
Bolehkah Sayur Bayam Dipanaskan? Ini Jawabannya!

Bolehkah Sayur Bayam Dipanaskan? Ini Jawabannya!

Tren
BUMN PT SIER Buka Lowongan Kerja Besar-besaran, Ini Informasinya!

BUMN PT SIER Buka Lowongan Kerja Besar-besaran, Ini Informasinya!

Tren
Viral Cerita Sadis Perburuan Kucing di Medan, Polisi Dalami Laporan Pemilik

Viral Cerita Sadis Perburuan Kucing di Medan, Polisi Dalami Laporan Pemilik

Tren
INFOGRAFIK: Mengenal GeNose

INFOGRAFIK: Mengenal GeNose

Tren
Sejarah Lembaga Komisi Aparatur Sipil Negara atau KASN, Apa Fungsinya?

Sejarah Lembaga Komisi Aparatur Sipil Negara atau KASN, Apa Fungsinya?

Tren
Langka, Malam Tanpa Bayangan Bulan di Kabah, Saatnya Luruskan Arah Kiblat

Langka, Malam Tanpa Bayangan Bulan di Kabah, Saatnya Luruskan Arah Kiblat

Tren
Cuaca Ekstrem, Berikut 6 Wilayah yang Berpotensi Banjir Selama Dua Hari ke Depan

Cuaca Ekstrem, Berikut 6 Wilayah yang Berpotensi Banjir Selama Dua Hari ke Depan

Tren
Tim WHO Mulai Turun ke Lapangan untuk Selidiki Asal-Usul Virus Corona

Tim WHO Mulai Turun ke Lapangan untuk Selidiki Asal-Usul Virus Corona

Tren
[HOAKS] Sesar Lembang Akan Bergerak pada 2021 dan Memicu Gempa Dahsyat

[HOAKS] Sesar Lembang Akan Bergerak pada 2021 dan Memicu Gempa Dahsyat

Tren
4 Fakta soal Penemuan Dapra, Bola Hitam Berukuran Besar di Kepulauan Riau

4 Fakta soal Penemuan Dapra, Bola Hitam Berukuran Besar di Kepulauan Riau

Tren
[HOAKS] Informasi Penerbitan NIP CPNS di Jateng, Ini Penjelasan BKD

[HOAKS] Informasi Penerbitan NIP CPNS di Jateng, Ini Penjelasan BKD

Tren
Selandia Baru Duduki Peringkat Teratas soal Kinerja Penanganan Covid-19, Bagaimana Indonesia?

Selandia Baru Duduki Peringkat Teratas soal Kinerja Penanganan Covid-19, Bagaimana Indonesia?

Tren
IDI: Kematian Tenaga Medis Indonesia akibat Covid-19 Tertinggi di Asia, Tercatat 647 Meninggal

IDI: Kematian Tenaga Medis Indonesia akibat Covid-19 Tertinggi di Asia, Tercatat 647 Meninggal

Tren
Update Virus Corona Global 28 Januari 2021: 101 Juta Kasus, 2,1 Juta Orang Meninggal | Program Vaksinasi Covid-19 di Myanmar

Update Virus Corona Global 28 Januari 2021: 101 Juta Kasus, 2,1 Juta Orang Meninggal | Program Vaksinasi Covid-19 di Myanmar

Tren
komentar
Close Ads X