Saat Bali Jadi Tuan Rumah Pertama Aksi Pengembalian Lumba-lumba Tawanan ke Alam...

Kompas.com - 10/07/2020, 07:06 WIB
Ilustrasi lumba-lumba. pixabay.com/Claudia14Ilustrasi lumba-lumba.

KOMPAS.com - Seekor lumba-lumba bernama Rambo, dikabarkan telah dikurung di dalam kolam dangkal di sebuah hotel di Pulau Bali sejak setahun lalu.

Adapun kolam tersebut telah diklorinasi dan menyerupai air laut asli untuk tempat tinggal buatan lumba-lumba.

Dilansir dari Reuters (8/7/2020), Rambo biasanya menghibur pengunjung dari seluruh dunia dengan melakukan aksi melompat masuk ke dalam lingkaran sebagai pertunjukan hiburan.

Dalam kolam tersebut, ia tidak diperlakukan dengan baik, dan cenderung stres.

Baca juga: Selain Udang Asal Sulawesi, Ini 5 Hewan di Indonesia yang Terancam Punah

Menurut laporan World Animal Protection pada 2019, lebih dari 3.000 lumba-lumba di penangkaran di seluruh dunia sebagai bagian dari industri hiburan yang menghasilkan 5,5 miliar dollar AS per tahun atau sekitar Rp 79,483 triliun.

Namun, nasib baik berlaku pada Rambo. Seorang aktivis hewan dan pendiri Proyek Lumba-lumba (badan amal yang mengelola pusat), Ric O'Barry (80) mengatakan, saat ini mamalia tersebut telah dibawa ke pusat rehabilitasi permanen pertama di dunia.

Tempat tersebut berada di bawa proyek yang diprakarsai oleh pemerintah dan kelompok-kelompok hak asasi hewan di Bali.

"Pusat rehabilitasi itu model. Bisa diduplikasi. Dan kami juga mencoba melakukan hal tersebut di Eropa, di Italia, dan di Kreta (Yunani)," ujar O'Barry.

"Lumba-lumba akan lebih stres saat di penangkaran daripada hewan lain yang akan kita lihat di kebun binatang," lanjut dia.

Baca juga: Kasus Penyelundupan Satwa Sepanjang 2019, dari Komodo hingga Ayam Aduan

Bantuan Indonesia

Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali mengamati Lumba-Lumba di Bali Exotic Marine Park, Denpasar, Bali, Selasa (28/4/2020). BKSDA Bali melakukan pemantauan di sejumlah lembaga konservasi untuk memberikan edukasi serta memastikan satwa yang ada di lembaga konservasi tetap dalam kondisi yang baik dan tetap mendapatkan perlakuan sama dengan kaidah-kaidah kesejahteraan satwa selama masa pandemi COVID-19.ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali mengamati Lumba-Lumba di Bali Exotic Marine Park, Denpasar, Bali, Selasa (28/4/2020). BKSDA Bali melakukan pemantauan di sejumlah lembaga konservasi untuk memberikan edukasi serta memastikan satwa yang ada di lembaga konservasi tetap dalam kondisi yang baik dan tetap mendapatkan perlakuan sama dengan kaidah-kaidah kesejahteraan satwa selama masa pandemi COVID-19.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X