Rekor 2.657 Kasus Baru Covid-19, Berikut 3 Cara Menekan Laju Penyebaran Virus Corona

Kompas.com - 10/07/2020, 06:05 WIB
Tim gugus tugas penanganan Covid-19 memeriksa ketat lalu lintas warga yang masuk ke Mahakam Ulu melalui jalur Sungai Mahakam, awal Maret 2020. Dok. DKP2KB Mahakam UluTim gugus tugas penanganan Covid-19 memeriksa ketat lalu lintas warga yang masuk ke Mahakam Ulu melalui jalur Sungai Mahakam, awal Maret 2020.

KOMPAS.com - Wabah virus corona jenis baru atau SARS-CoV-2 terus mengalami peningkatan harian di Indonesia.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengungkapkan, terjadi penambahan kasus positif sebanyak 2.657 pasien pada Kamis (9/7/2020),

Sehingga total kasus positif Covid-19 di Indonesia sebanyak 70.736 pasien.

Adapun angka tersebut diperoleh berdasarkan pemeriksaan terhadap 23.832 spesimen dari 12.554 orang yang diperiksa dalam sehari.

Baca juga: 2.657 Kasus Baru Covid-19 di Indonesia, Apa Penyebab Utamanya?

Menilik tingginya kasus Covid-19, apa yang bisa dilakukan guna menekan penyebaran virus corona di Indonesia?

Pakar Epidemiologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Bayu Satria Wiratama mengungkapkan, peningkatan kasus pada Kamis (9/7/2020), salah satunya dikarenakan adanya klaster penularan baru di Jawa Barat.

Untuk menekan angka penularan virus corona, imbuhnya dapat dilakukan dengan adanya kerja sama baik pemerintah baik pusat dan daeran serta masyarakat luas.

Baca juga: CDC Tambahkan 6 Gejala Baru Virus Corona, Apa Saja?

Berikut 3 faktor yang dapat menekan penyebaran virus corona di Indonesia:

1. Perkuat surveilans

Bayu mengungkapkan, upaya menekan laju kasus virus corona di Indonesia dapat dilakukan dengan melakukan kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, termasuk memperkuat surveilans dan testing.

"Perkuat surveilans dan testing, terutama migrasi atau mobilitas keluar-masuk daerah, perkuat testing dan contact tracing," ujar Bayu.

Dengan memperkuat surveilans, menurutnya akan diketahui semakin banyak pasien positif yang terdeteksi.

Menurut WHO (2004), surveilans merupakan proses pengumpulan, pengolahan, analisis dan interpretasi data secara sistemik dan terus menerus serta penyebaran informasi kepada unit yang membutuhkan untuk dapat mengambil tindakan.

Baca juga: 12 Negara Ini Konfirmasi Nol Kasus Covid-19, Mana Saja?

Halaman:
Baca tentang

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X