Mengenal Food Estate, Program Pemerintah yang Disebut Dapat Meningkatkan Ketahanan Pangan...

Kompas.com - 09/07/2020, 18:38 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi pengembangan food estate atau lumbung pangan nasional dalam kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020).  Lokasi yang pertama ditinjau untuk menjadi lumbung pangan baru di luar Pulau Jawa tersebut terletak di Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas. Biro Pers Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo meninjau lokasi pengembangan food estate atau lumbung pangan nasional dalam kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020). Lokasi yang pertama ditinjau untuk menjadi lumbung pangan baru di luar Pulau Jawa tersebut terletak di Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas.

KOMPAS.com - Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020) pagi.

Kunjungannya tersebut dalam rangka meninjau lahan terkait pelaksanaan program ketahanan pangan nasional, yaitu food estate atau lumbung pangan baru.

Lokasi pelaksanaan program tersebut rencananya berada di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau.

Food estate disebut-sebut dapat meningkatkan ketahanan pangan Indonesia.

Baca juga: Ancaman Kelaparan dan Krisis Pangan Global Setelah Pandemi Corona

Lalu apa itu food estate?

Kaprodi S3 Ilmu Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian UGM Sigit Supadmo Arif menjelaskan, secara harfiah food estate berarti perusahaan pekebunan/pertanian pangan, biasanya padi.

Melansir indonesia.go.id, food estate merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan bahkan peternakan di suatu kawasan.

Rencananya food estate ini akan menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN) 2020-2024.

Menurut Sigit, tanah yang digunakan untuk food estate adalah eks proyek lahan gambut (PLG).

Salah satu alasan pemerintah mengembangan eks PLG, imbuhnya sebagai perluasan lahan penghasil cadangan pangan nasional.

"Apalagi dengan adanya Covid-19, ini FAO (Food and Agriculture Organization) sudah memeringatkan bahwa kemungkinan terjadi krisis pangan di dunia," ujarnya pada Kompas.com, Kamis (9/7/2020).

Baca juga: Kisah dari Nepal dan Bayang-bayang Bencana Kelaparan Global karena Virus Corona...

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update Virus Corona di Dunia 14 Agustus: 21 Juta Orang Terinfeksi | WHO Tegaskan Tidak Ada Bukti Penyebaran Covid-19 di Makanan

Update Virus Corona di Dunia 14 Agustus: 21 Juta Orang Terinfeksi | WHO Tegaskan Tidak Ada Bukti Penyebaran Covid-19 di Makanan

Tren
Hari Pramuka, Memahami Makna Praja Muda Karana...

Hari Pramuka, Memahami Makna Praja Muda Karana...

Tren
Simak, Ini Link Live Streaming Konferensi Pers Pengumuman SBMPTN 2020

Simak, Ini Link Live Streaming Konferensi Pers Pengumuman SBMPTN 2020

Tren
Saat Indonesia Disebutkan Akan Mendapatkan Prioritas Vaksin Covid-19 Produksi China...

Saat Indonesia Disebutkan Akan Mendapatkan Prioritas Vaksin Covid-19 Produksi China...

Tren
Update Sinabung: Statusnya Masih Siaga, Kamis Erupsi Tujuh Kali

Update Sinabung: Statusnya Masih Siaga, Kamis Erupsi Tujuh Kali

Tren
Hari Ini dalam Sejarah: Selamat Hari Pramuka!

Hari Ini dalam Sejarah: Selamat Hari Pramuka!

Tren
[POPULER TREN] 10 Negara yang Jatuh ke Jurang Resesi | Soal Pengumuman SBMPTN 2020

[POPULER TREN] 10 Negara yang Jatuh ke Jurang Resesi | Soal Pengumuman SBMPTN 2020

Tren
Hari Ini Pengumuman Hasil SBMPTN 2020, Bisa Diakses mulai Pukul 15.00 WIB

Hari Ini Pengumuman Hasil SBMPTN 2020, Bisa Diakses mulai Pukul 15.00 WIB

Tren
Otoritas China Klaim Temukan Virus Corona pada Sayap Ayam Impor dari Brazil

Otoritas China Klaim Temukan Virus Corona pada Sayap Ayam Impor dari Brazil

Tren
10 Negara Alami Resesi, Apa yang Harus Kita Ketahui soal Resesi?

10 Negara Alami Resesi, Apa yang Harus Kita Ketahui soal Resesi?

Tren
Penjelasan BMKG soal Wilayah yang Mulai Diguyur Hujan dan Masih Musim Kemarau

Penjelasan BMKG soal Wilayah yang Mulai Diguyur Hujan dan Masih Musim Kemarau

Tren
BUMN PT INUKI Buka Lowongan Pekerjaan, Berikut Syarat dan Cara Pendaftarannya...

BUMN PT INUKI Buka Lowongan Pekerjaan, Berikut Syarat dan Cara Pendaftarannya...

Tren
INFOGRAFIK: 10 Negara yang Jatuh ke Jurang Resesi

INFOGRAFIK: 10 Negara yang Jatuh ke Jurang Resesi

Tren
Besok Pengumuman SBMPTN 2020, Perhatikan 3 Hal Ini

Besok Pengumuman SBMPTN 2020, Perhatikan 3 Hal Ini

Tren
Ramai di Media Sosial, Kenapa Jalan di Pegunungan Dibuat Berkelok? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ramai di Media Sosial, Kenapa Jalan di Pegunungan Dibuat Berkelok? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Tren
komentar
Close Ads X