Viral Unggahan Poster Monas Tenggelam di Media Sosial, Apa Artinya?

Kompas.com - 08/07/2020, 08:05 WIB
Ilustrasi permafrost di benua Arktik. Permafrost adalah lapisan tanah beku yang kian terancam mencair akibat perubahan iklim dan pemanasan global. Kali ini, ancaman lebih serius terjadi akibat tumpahan minyak atau bahan bakar diesel. WIKIMEDIA COMMONS/Brocken InagloryIlustrasi permafrost di benua Arktik. Permafrost adalah lapisan tanah beku yang kian terancam mencair akibat perubahan iklim dan pemanasan global. Kali ini, ancaman lebih serius terjadi akibat tumpahan minyak atau bahan bakar diesel.
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta

Pengunggah sekaligus designer poster, Otniel Yurotama Levy Hutabarat mengungkapkan, caption yang ada pada twitnya merupakan gambaran dari permasalahan tiap kota atas ketidaksadaran manusia.

"Sebenarnya caption-nya cuman gambaran dari problem utama kotanya masing-masing. Contohnya, Jakarta, dengan problem sampah berserakan, dan Bali dengan kondisi lingkungan yang terusik karena pariwisata," ujar Niel saat dihubungi Kompas.com, Selasa (7/7/2020).

Menurutnya, permasalahan tersebut secara universal memang dkarenakan global warming atau pemanasan global atas ketidaksadaran manusianya sendiri.

Baca juga: Kisah Penaklukan Pertama Everest, Gunung Tertinggi di Dunia

Ia juga membeberkan bahwa dirinya telah membuat poster Tugu Kujang di Bogor yang juga tenggelam, sama seperti dua bangunan ikonik sebelumnya.

Terkait ilustrasi di Kota Jakarta, Bali, dan Bogor, Niel menjelaskan, tiga kota tersebut tidak hanya disorot dari segi permasalahan terhadap lingkungan, namun juga menjadi kota yang berpengaruh bagi dirinya.

"Pada dasarnya enggak ada tujuan yang filsuf tentang kenapa sih saya pilih tiga kota tersebut, tapi memang saya dari Jakarta, sekarang sudah lima tahun di Bogor, dan saya memang sudah lama punya rencana buat menetap di Bali, makanya saya pilih kota-kota tersebut," ujar freelance di bidang graphic designer, sekaligus pemilik Digital Studio Visualmovement.id ini.

Baca juga: Manfaat di Balik Desain Ruangan dengan Aksen Tanaman Hias

Arti angka 2102

Tidak hanya gambar bangunan yang tenggelam saja yang menjadi daya tarik dari karyanya, melainkan angka 2102 yang ada pada bagian bawah poster.

Niel mengatakan, ada maksud tersendiri bagi angka 2102 yang dibubuhkannya pada poster.

"Tujuan dan maksud saya pilih empat angka itu memang menuju ke tahun. Pada masanya, banyak orang merasa takut dan bertanya-tanya tentang kerusakan Bumi di tahun 2012, pada saat itu booming banget dan bikin orang merasa ketakutan (karena diimplementasikan sebagai tahun akhir zaman)," katanya lagi.

Baca juga: Trending Topic Taufik Hidayat dan Lingkaran Korupsi di Kemenpora...

Kendati demikian, Niel terbentuk ide untuk menukar angka tersebut yang awalnya 2012 menjadi 2102.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update Covid-19 di Dunia 29 September: 1 Juta Kematian | 120 Juta Tes Akan Diberikan ke Negara Miskin

Update Covid-19 di Dunia 29 September: 1 Juta Kematian | 120 Juta Tes Akan Diberikan ke Negara Miskin

Tren
Benarkah Kurang Tidur Sebabkan Seseorang Tak Bisa Menikmati Hal Positif dalam Hidupnya?

Benarkah Kurang Tidur Sebabkan Seseorang Tak Bisa Menikmati Hal Positif dalam Hidupnya?

Tren
[HOAKS] Kartu ATM BRI Berlogo GPN Akan Diblokir Otomatis

[HOAKS] Kartu ATM BRI Berlogo GPN Akan Diblokir Otomatis

Tren
Covid-19, Penelitian di Inggris, dan Lamanya Virus Corona Menyebar di Udara...

Covid-19, Penelitian di Inggris, dan Lamanya Virus Corona Menyebar di Udara...

Tren
Prakerja Gelombang 10 Ditutup, Ingat Batas Waktu Pemilihan Pelatihan

Prakerja Gelombang 10 Ditutup, Ingat Batas Waktu Pemilihan Pelatihan

Tren
[POPULER TREN] Tahapan bagi Pendaftar Kartu Prakerja | Mengenal Apa Itu Anosmia

[POPULER TREN] Tahapan bagi Pendaftar Kartu Prakerja | Mengenal Apa Itu Anosmia

Tren
Melihat Bagaimana Korea Selatan Bisa Mengatasi Virus Corona

Melihat Bagaimana Korea Selatan Bisa Mengatasi Virus Corona

Tren
Hari Hak untuk Tahu, Bagaimana Sejarah dan Penerapan di Indonesia?

Hari Hak untuk Tahu, Bagaimana Sejarah dan Penerapan di Indonesia?

Tren
Disebut Berhasil Kendalikan Pandemi, Thailand Kembali Perpanjang Status Darurat

Disebut Berhasil Kendalikan Pandemi, Thailand Kembali Perpanjang Status Darurat

Tren
[KLARIFIKASI] Penjelasan soal Relawan Uji Vaksin Positif Covid-19

[KLARIFIKASI] Penjelasan soal Relawan Uji Vaksin Positif Covid-19

Tren
20 Negara dengan Kasus Aktif Corona Tertinggi, Indonesia Nomor 14

20 Negara dengan Kasus Aktif Corona Tertinggi, Indonesia Nomor 14

Tren
Jajak Pendapat Kominfo Tunjukkan Buku Fisik Lebih Diminati Ketimbang E-Book, Kenapa?

Jajak Pendapat Kominfo Tunjukkan Buku Fisik Lebih Diminati Ketimbang E-Book, Kenapa?

Tren
Yunani Laporkan Kematian Covid-19 Pertama di Kamp Migran

Yunani Laporkan Kematian Covid-19 Pertama di Kamp Migran

Tren
[HOAKS] Tidak Ada KA Nusa Ekspres Cilacap-Tegal yang Beroperasi Mulai 1 Oktober

[HOAKS] Tidak Ada KA Nusa Ekspres Cilacap-Tegal yang Beroperasi Mulai 1 Oktober

Tren
PSBB Pengetatan di Jakarta Disebut Efektif Tekan Kasus Covid-19

PSBB Pengetatan di Jakarta Disebut Efektif Tekan Kasus Covid-19

Tren
komentar
Close Ads X