Kenaikan Iuran BPJS Batal?

Kompas.com - 06/07/2020, 11:39 WIB
Petugas keamanan berjaga di depan kantor BPJS Kesehatan di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (13/5/2020). Pemerintah akan menaikkan iuran BPJS Kesehatan pada 1 Juli 2020 seperti digariskan dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan dengan rincian peserta mandiri kelas I naik menjadi Rp150.000, kelas II menjadi Rp100.000 dan kelas III menjadi 42.000. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc. ANTARA FOTO/Dhemas ReviyantoPetugas keamanan berjaga di depan kantor BPJS Kesehatan di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (13/5/2020). Pemerintah akan menaikkan iuran BPJS Kesehatan pada 1 Juli 2020 seperti digariskan dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan dengan rincian peserta mandiri kelas I naik menjadi Rp150.000, kelas II menjadi Rp100.000 dan kelas III menjadi 42.000. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.


DALAM suasana serba prihatin akibat prahara Corona, pada awal Maret 2020 saya merasa bahagia menyambut berita bahwa Mahkamah Agung telah membatalkan rencana kenaikan iuran BPJS kesehatan.

Batal

Namun, pada 1 Juli 2020 muncul berita mengejutkan bahwa meski sudah ada keputusan MA membatalkan rencana kenaikan iuran, ternyata iuran BPJS tetap dinaikkan.

Di masa pagebluk corona yang juga merajalelakan wabah berita hoaks, saya tidak tahu sejauh mana berita itu benar adanya.

Jika ternyata berita itu hoaks, saya merasa prihatin bahwa di masa kita semua prihatin akibat pagebluk Covid19 ternyata masih ada saja pihak yang tega hati membuat berita hoaks.

Di samping kriminal melanggar undang-undang anti-hoaks, membuat berita hoaks jelas bukan perilaku terpuji. Membuat dan mengedarkan berita hoaks tidak tergolong ke daftar perilaku yang beradab

Prihatin

Jika berita iuran BPJS tetap dinaikkan meski sudah dibatalkan oleh MA ternyata benar maka saya sebagai hanya rakyat jelata tanpa kekuasaan atas kebijakan publik sama sekali tidak berdaya melakukan apa pun kecuali merasa prihatin seprihatin-prihatinnya rasa prihatin.

Sepenuhnya saya dapat memahami perasaan teman-teman sesama warga Indonesia yang sudah cukup menderita akibat jatuh sakit masih harus lebih menderita lagi akibat tidak mampu memikul beban biaya penanggulangan penyakit yang diderita.

Khususnya, para penderita gagal ginjal terminal yang tidak mampu membayar biaya hemodialisa maka tidak ada jalan lain terpaksa menghentikan perawatan kesehatan yang berarti fatal bagi dirinya.

Tetap menaikkan tarif BPJS yang sudah resmi dibatalkan oleh Mahkamah Agung sebagai lembaga pengadilan tertinggi di persada Nusantara bukan hanya melanggar hukum namun juga melanggar sila kedua Pancasila, yaitu Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.

Sesuatu ihwal yang jelas tidak bisa dibenarkan selama kita semua masih menjunjung tinggi Pancasila sebagai falsafah pedoman moral, tata krama dan akhlak bangsa, serta negara dan rakyat Indonesia.

Doa

Berlandaskan sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, dengan penuh kerendahan hati saya bersujud demi memberanikan diri memanjatkan doa memohon perkenan Yang Maha Kasih menyentuh lubuk sanubari pihak yang berwenang untuk berbelas kasih membatalkan rencana kenaikan iuran BPJS atas sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab yang dipersembahkan bagi sesama warga Indonesia yang belum dapat menikmati nikmatnya kemerdekaan Indonesia.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X