Seorang Wanita Mengaku Terkena Sindrom TikTok, Apa Kata Psikiater?

Kompas.com - 05/07/2020, 16:15 WIB
Ilustrasi tiktok
TechSpotIlustrasi tiktok

KOMPAS.com - Platform media sosial berbasis video asal China, TikTok kini tengah menjadi hype di tengah masyarakat dunia, termasuk Indonesia.

Aplikasi yang semula dipandang sebelah mata, hari ini sudah banyak diunduh oleh pengguna smartphone, baik di kalangan usia muda atau dewasa, bahkan tua.

Mereka menikmati beragam tantangan yang ada di dalam aplikasi, seperti menari, lypsinc, dan sebagainya, hingga terkadang tidak menyadari sudah berapa lama waktu yang dihabiskan untuk menyelesaikan satu video di TikTok.

Baca juga: Viral Joget TikTok di Acara Pernikahan, Ini Ceritanya...

Baru-baru ini, sebuah video berisi pengakuan seorang wanita mengalami sindrom TikTok beredar Twitter.

Salah satunya diunggah oleh akun @MyMeleTOP, pada Sabtu (4/7/2020).

Baca juga: Tergolong Sindrom Langka, Apa Itu Mirror Syndrome?

Baca juga: Selain Mirror Syndrome, Ini 8 Sindrom Langka yang Bisa Terjadi pada Ibu Hamil

Dalam pengakuannya, wanita itu menyebut dirinya mengalami kesulitan dalam mengontrol diri sendiri dan ketika berbicara kerap diiringi dengan menggerakkan anggota tubuh, misalnya tangan, seolah-olah tengah menari dalam TikTok.

Kompas.com mencoba menanyakan gangguan yang dialami wanita dalam video pada psikiatri dari Klinik Angsamerah, Jakarta, dr Gina Anindyajati SpKJ.

Saat dihubungi Minggu (5/7/2020), Gina mengaku hingga saat ini tidak ada istilah sindrom TikTok dalam dunia medis yang ia geluti dan sejauh ini pihaknya belum menemui permasalahan seperti yang ada di dalam video tersebut.

"Sampai saat ini di praktik kami tidak pernah menemukan kasus dengan gerakan tidak disadari yang terjadi tanpa adanya gangguan medis lain," kata Gina.

Baca juga: Mengenang Marie Fredriksson, Vokalis Roxette Sekaligus Survivor Kanker Otak

Hilang kendali atas tubuh

Adapun apa yang terjadi di dalam video tersebut, Gina mengaku tidak memiliki kapasitas untuk menjelaskan, karena tidak memeriksa yang bersangkutan secara langsung.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Inggris Vaksinasi 20 Juta Warganya, Jepang Cabut Status Darurat di 6 Prefektur

Inggris Vaksinasi 20 Juta Warganya, Jepang Cabut Status Darurat di 6 Prefektur

Tren
Hari Ini dalam Sejarah: Rangkaian Kereta Tersapu Longsoran Salju, 96 Tewas

Hari Ini dalam Sejarah: Rangkaian Kereta Tersapu Longsoran Salju, 96 Tewas

Tren
[KLARIFIKASI] Penumpang Keluhkan Ketiadaan Layanan GeNose di Stasiun Kertosono, Nganjuk

[KLARIFIKASI] Penumpang Keluhkan Ketiadaan Layanan GeNose di Stasiun Kertosono, Nganjuk

Tren
Masih Merasakan Anosmia, Kapan Isolasi Boleh Diakhiri?

Masih Merasakan Anosmia, Kapan Isolasi Boleh Diakhiri?

Tren
Update Corona Dunia 1 Maret: Varian Corona Brazil Terdeteksi di Inggris | Thailand Mulai Vaksinasi

Update Corona Dunia 1 Maret: Varian Corona Brazil Terdeteksi di Inggris | Thailand Mulai Vaksinasi

Tren
Trending di Twitter, Ini Daftar Artis Korea yang Dihapus dari Spotify

Trending di Twitter, Ini Daftar Artis Korea yang Dihapus dari Spotify

Tren
Sudahkah Kartu Prakerja Inklusif untuk Semua Orang? Berikut Datanya...

Sudahkah Kartu Prakerja Inklusif untuk Semua Orang? Berikut Datanya...

Tren
WHO Ingatkan Covid-19 Bisa Jadi Endemik, Apa Bedanya dengan Pandemi?

WHO Ingatkan Covid-19 Bisa Jadi Endemik, Apa Bedanya dengan Pandemi?

Tren
Arkeolog Temukan Kereta Kuno Romawi Berusia 2.000 Tahun di Pompeii

Arkeolog Temukan Kereta Kuno Romawi Berusia 2.000 Tahun di Pompeii

Tren
Studi Ini Menunjukkan Fakta Pencemaran Udara di India akibat Plastik

Studi Ini Menunjukkan Fakta Pencemaran Udara di India akibat Plastik

Tren
Ramai Notifikasi 'Kamu Belum Berhasil' di Dashboard www.prakerja.go.id, Ini Kata Pelaksana Program Prakerja

Ramai Notifikasi "Kamu Belum Berhasil" di Dashboard www.prakerja.go.id, Ini Kata Pelaksana Program Prakerja

Tren
3 Cara Klaim Token Listrik Gratis Maret 2021 dari PLN

3 Cara Klaim Token Listrik Gratis Maret 2021 dari PLN

Tren
[HOAKS] Bantuan BPJS Kesehatan Rp 37 Juta, Biaya Administrasi Rp 700.000

[HOAKS] Bantuan BPJS Kesehatan Rp 37 Juta, Biaya Administrasi Rp 700.000

Tren
[POPULER TREN] Jadwal Pendaftaran Prakerja Gelombang 13 | Kisah Andika Mantan Anak Jalanan Jadi CEO

[POPULER TREN] Jadwal Pendaftaran Prakerja Gelombang 13 | Kisah Andika Mantan Anak Jalanan Jadi CEO

Tren
7 Film Kocak Ng Man-tat bersama Boboho, Stephen Chow dan Andy Lau

7 Film Kocak Ng Man-tat bersama Boboho, Stephen Chow dan Andy Lau

Tren
komentar
Close Ads X