WHO Hentikan Uji Coba Hidroksiklorokuin, di Indonesia Masih Digunakan Terbatas

Kompas.com - 05/07/2020, 14:33 WIB
pil Hydroxychloroquine diletakkan di atas meja di Rock Canyon Pharmacy di Provo, Utah, pada 20 Mei 2020. Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada 18 Mei 2020, ia telah menggunakan hydroxychloroquine selama hampir dua minggu sebagai tindakan pencegahan terhadap Covid-19. Menurut kajian terbaru yang terbit di jurnal Lancet, obat ini justru meningkatkan risiko kematian pada pasien Covid-19. (Foto oleh GEORGE FREY / AFP) GEORGE FREYpil Hydroxychloroquine diletakkan di atas meja di Rock Canyon Pharmacy di Provo, Utah, pada 20 Mei 2020. Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada 18 Mei 2020, ia telah menggunakan hydroxychloroquine selama hampir dua minggu sebagai tindakan pencegahan terhadap Covid-19. Menurut kajian terbaru yang terbit di jurnal Lancet, obat ini justru meningkatkan risiko kematian pada pasien Covid-19. (Foto oleh GEORGE FREY / AFP)

KOMPAS.com - Indonesia belum menarik penggunaan secara terbatas obat hidroksiklorokuin atau hydroxychloroquine sebagai obat yang digunakan pada pasien dengan Covid-19.

Melansir situs resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) yang telah dikonfirmasi Kompas.com, obat hidroksiklorokuin dan klorokuin masih menjadi pilihan pengobatan secara terbatas.

Meskipun penggunaan dua obat tersebut pada keadaan darurat Covid-19 di Amerika Serikat dan Inggris telah dihentikan berdasarkan penelitian yang tengah berlangsung.

Lebih lanjut, pemakaian obat ini sejalan dengan persetujuan penggunaan terbatas saat darurat dari BPOM, di mana obat diutamakan pada pasien dewasa dan remaja yang memiliki berat 50 kg atau lebih dan dirawat di rumah sakit.

Berikut pernyataan BPOM:

"Berita terkait dihentikannya penggunaan klorokuin dan hidroksiklorokuin pada keadaan darurat COVID-19 di Amerika Serikat dan di Inggris masih didasarkan pada penelitian yang sedang berlangsung. Namun, di negara lain termasuk Indonesia obat ini masih merupakan salah satu pilihan pengobatan yang digunakan secara terbatas pada pasien COVID-19. Hal ini sejalan dengan persetujuan penggunaan terbatas saat darurat dari Badan POM yang dikeluarkan pada bulan April 2020, di mana diutamakan pada pasien dewasa dan remaja yang memiliki berat 50 kg atau lebih yang dirawat di rumah sakit."

Baca juga: Studi Baru: Klorokuin dan Hidroksiklorokuin Tak Menunjukkan Manfaat untuk Pasien Covid

Dijelaskan, penelitian observasional penggunaan klorokuin dan hidroksiklorokuin pada pasien Covid-19 yang berlangsung di beberapa rumah sakit di Indonesia menunjukkan bahwa obat tidak meningkatkan risiko kematian dibandingkan pengobatan standar pada Covid-19.

Meskipun menimbulkan efek samping pada jantung berupa peningkatan interval QT pada rekaman jantung, tetapi tidak menimbulkan kematian mendadak.

Efek samping ini sangat sedikit karena sudah diketahui sehingga bisa diantisipasi sebelumnya.

Selain itu, disebutkan bahwa penggunaan obat dapat mempersingkat lama rawat inap di rumah sakit pada pasien Covid-19.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X