Reog Ponorogo, Nyaris "Tamat" pada 1965 hingga Diklaim Negara Lain

Kompas.com - 05/07/2020, 08:04 WIB
Pertunjukan reog Ponorogo dalam parade Momo Asian Para Games 2018 di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (23/9/2018). KOMPAS.com/NURSITA SARIPertunjukan reog Ponorogo dalam parade Momo Asian Para Games 2018 di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (23/9/2018).

KOMPAS.com - Kota Ponorogo identik dengan salah satu kesenian khasnya, yaitu reog. Ponorogo dan reog bahkan seperti dua sisi mata uang yang tak terpisahkan.

Nama reog telah merasuki nyaris seluruh sendi keseharian hidup segenap masyarakat Kota Ponorogo.

Kesan itu muncul karena lambang-lambang reog selalu siap menyambut setiap pendatang dari arah Madiun sebelum memasuki Kota Ponorogo.

Sendratari reog bisa dikenali dari irama musik pengiringnya yang membangkitkan semangat dan kata-kata liriknya yang berbunyi "hooke".

Satu grup reog biasanya terdiri dari seorang warok tua, sejumlah warok muda, penari jathilan, penari Bujangganong, dan Prabu Klono Sewandono.

Menyusul kemudian sebuah karangan berbentuk kepala macan yang mengaum karena "diinjak" seekor burung merak yang sedang mengembangkan sayapnya.

Inilah yang disebut dhadhak merak, sebuah barongan khas reyog Ponorogo yang beratnya mencapai lebih 40 kg.

Baca juga: Saat Reog Ponorogo Pukau Para Siswa dan Guru di Australia..

Asal-usul reog Ponorogo

Melansir Harian Kompas, 13 Januari 1972, ada banyak versi mengenai asal-usul kesenian reog Ponorogo. Salah satunya bermula dari kisah Kelana Sewandana, raja di Banter Angin (sekarang Ponorogo) yang ingin mempersunting Putri Kediri Dewi Dyah Ayu Sangga Langit.

Orang yang mendapat tugas untuk meminang putri Kediri itu adalah Bujangganong yang berasal dari Kediri.

Agar tak dikenali orang Kediri, ia memakai topeng dengan bentuk rupa yang sangat burung.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X