Bukan Ditenggelamkan, Menteri Edhy Sebut Kapal Asing Lebih Baik Dimanfaatkan

Kompas.com - 03/07/2020, 20:17 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Periode 2019-2024, Edhy Prabowo Dok. KKPMenteri Kelautan dan Perikanan Periode 2019-2024, Edhy Prabowo

KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo mengeluarkan pernyataan soal penanganan kapal asing pencuri ikan yang berhasil ditangkap oleh pihak Indonesia.

Jika menteri sebelumnya, Susi Pujiastuti terkenal dengan salah satu gebrakannya yang tidak ragu menenggelamkan kapal asing sebagai bentuk sanksi terhadap pihak asing agar tidak bermain-main dengan Indonesia dan wilayah perairannya, maka Edhy mengambil langkah sebaliknya.

Dalam salah satu unggahan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Twitter @kkpgoid, disebutkan salah satu pernyataan Edhy soal kapal asing yang berhasil ditangkap oleh Indonesia lebih baik untuk tidak ditenggelamkan.

Edhy beralasan, kapal itu masih bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran maupun alat untuk melaut.

"Daripada ditenggelamkan, kapal hasil tangkapan lebih baik diberikan kepada kelompok nelayan dan menjadi bahan belajar untuk anak-anak sekolah perikanan," kata Edhy sebagaimana dikutip oleh Twitter @kkpgoid dalam sebuah poster yang diunggah Jumat (3/7/2020).

Baca juga: 2 Warga Ambon Tewas di Kapal Ikan Thailand, Polisi: Bukan Korban Pembunuhan

Unggahan ini mendapat respons beragam dari warganet lantaran mereka menilai bertentangan dengan apa yang sebelumnya sudah dilakukan oleh Susi Pudjiastuti.

Berdasarkan pantauan Kompas.com pada Sabtu pukul 17.45 WIB, poster dengan pernyataan sang Menteri mendapat lebih dari 1,2 ribu komentar. 

Hampir sebagian besar komentar menunjukkan ketidaksetujuannya, karena dianggap menjadi ladang potensial korupsi, menghamburkan anggaran, dan menjatuhkan harga diri bangsa.

Salah satunya sebagaimana ditulis oleh akun @callmerisna.

"Negara asing mengambil ikan Indonesia, Indonesia ambil kapal negara asing. Jadikan sama saja mengambil yang bukan haknya. Klau kapal kita tenggelamkan itu bukti bahwa kita menentang dan menolak perlakuan negara asing yang mengambil ikan kita," tulisnya.

Baca juga: Dua Warga Ambon Ditemukan Tewas di Kapal Ikan Thailand

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X