Ramai Flu Babi di China yang Berpotensi Pandemi, Ini Kata WHO

Kompas.com - 03/07/2020, 13:31 WIB
Ilustrasi virus influenza SHUTTERSTOCK/Kateryna KonIlustrasi virus influenza
Penulis Mela Arnani
|

KOMPAS.com - Adanya flu babi jenis baru yang ditemukan oleh para peneliti China, di mana disebutkan dapat meluas menjadi pandemi mendapatkan sorotan.

Virus yang dinamai G4 ini secara genetik merupakan turunan dari strain H1N1 yang menyebabkan pandemi pada 2009 lalu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa flu babi tersebut bukanlah hal baru dan sedang dalam pengawasan ketat.

"Ini bukan virus baru. Virus ini sedang diawasi," kata Direkrut Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO Dr Michael Ryan seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (2/7/2020).

Baca juga: Bagaimana Kemungkinan Flu Babi Baru G4 Menular pada Manusia?

Menurut dia, ini merupakan temuan dari pengawasan yang telah dilakukan selama bertahun-tahun.

Ryan mengungkapkan, virus influenza babi H1N1 yang mirip unggas Eurasia telah diawasi oleh otoritas China dan oleh jaringan pengawasan influenza global di seluruh dunia dan pusat-pusat kerja sama WHO.

"Sudah di bawah pengawasan sejak 2011. Publikasi terbaru adalah publikasi dari semua data pengawasan dari waktu ke waktu dan jelas melaporkan baik tentang evolusi virus ini dalam populasi babi tapi juga dalam hal paparan pekerjaan kepada pekerja dari waktu ke waktu," katanya lagi.

Baca juga: INFOGRAFIK: Mengenal Virus G4, Flu Babi Jenis Baru yang Berpotensi Jadi Pandemi

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X