Naik Status Jadi Negara "Upper Middle Income", Apa Dampaknya bagi Indonesia?

Kompas.com - 02/07/2020, 16:03 WIB
Ilustrasi bendera merah putih, merah putih, Indonesia ShutterstockIlustrasi bendera merah putih, merah putih, Indonesia

KOMPAS.com - Bank Dunia telah meningkatkan status Indonesia dari negara berpendapatan menengah ke bawah (lower middle income country) menjadi negara berpenghasilan menengah ke atas (upper middle income).

Kenaikan status itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

"Saya ingin juga menyampaikan berita yang baik juga buat kita bahwa Indonesia ini diumumkan oleh World Bank telah naik dari lower middle income country, menjadi upper middle income country," katanya dalam launching kampanye virtual Bangga Buatan Indonesia, Rabu (1/7/2020)

Apa dampak kenaikan status itu bagi Indonesia?

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance ( Indef) Bhima Yudhistira menilai, dampak kenaikan status itu lebih condong negatif bagi kepentingan Indonesia.

Dari sisi perdagangan internasional, kata dia, kenaikan status itu memiliki konsekuensi pada produk Indonesia yang semakin sedikit mendapatkan fasilitas untuk keringanan tarif.

"Jadi tinggal menunggu waktu misalnya AS akan mencabut fasilitas GSP (Generalized System of Preferences)," kata Bhima saat dihubungi Kompas.com, Kamis (2/7/2020).

"Padahal, banyak produk yang diuntungkan dari fasilitas GSP seperti tekstil, pakaian jadi, pertanian, perikanan, coklat, hingga produk kayu," lanjut dia.

Biasanya, langkah negara maju seperti AS itu akan diikuti oleh negara lainnya, seperti Kanada dan negara-negara Eropa.

Hal itu akan mempersulit situasi Indonesia yang tengah memerlukan kenaikan kinerja eskpor akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: Luhut Bilang Bank Dunia Naikkan Kelas RI Jadi Negara Upper Middle Income, Ini Faktanya

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X