Ini yang Sebaiknya Dilakukan Orang Tua Saat Siswa Depresi akibat Polemik PPDB Jakarta

Kompas.com - 01/07/2020, 14:55 WIB
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arits Merdeka Sirait ketika diwawancarai di depan Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Senin (29/6/2020) KOMPAS.com/Tria SutrisnaKetua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arits Merdeka Sirait ketika diwawancarai di depan Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Senin (29/6/2020)

KOMPAS.com - Polemik dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) via jalur zonasi di DKI Jakarta masih belum selesai. 

Di sisi lain, sejumlah siswa disebut-sebut mulai merasa depresi lantaran belum juga mendapat sekolah untuk tahun ajaran baru.

Bahkan, Komnas Perlindungan Anak (PA) menerima laporan dari orangtua siswa bahwa terjadi sejumlah upaya percobaan bunuh diri yang dilakukan para siswa yang tertekan akibat tidak juga mendapatkan sekolah.

Kecemasan tentu tidak hanya mendera para siswa, namun juga orangtua.

Aksi protes mereka lakukan mulai dari mendatangi Komisi X DPR RI hingga kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Jakarta.

Dalam audiensi di Komisi X DPR RI, Selasa (30/6/2020), seorang calon siswi SMA menangis di depan para anggota DPR RI. Dia mengaku tidak diterima karena kalah dari siswa yang lebih tua usianya.

Dikutip dari Kompas.com (7/1/2020), siswi berusia 14 tahun itu dinyatakan tidak lolos jalur zonasi meskipun tempat tinggalnya dekat dengan lokasi sekolah. Dirinya merasa diperlakukan tidak adil dengan adanya pertimbangan jalur zonasi berdasarkan usia.

"Saya juga mau sekolah. Saya mau sistem ini diulang. Ini tidak adil bagi saya. Mungkin kami cuma anak-anak, tapi kami punya hak. Buat apa kami belajar tiga tahun, lalu melanjutkan sekolah itu pakai umur?" ujar dia.

Baca juga: Polemik PPDB DKI 2020 Jalur Zonasi, Siswa Menangis Berhari-hari hingga Banyak Diam

Anak stres adalah wajar

Melihat fenomena yang terjadi, psikolog anak dan remaja dari Lembaga Psikologi Anava, Maya Savitri menyebut stres atau depresi yang dialami oleh sebagian siswa-siswi di DKI Jakarta merupakan sesuatu yang wajar.

"Sangat wajar anak-anak stres karena tidak mendapat sekolah sesuai harapannya. Karena anak-anak yang mendaftar tersebut jelas punya harapan besar. Misalnya rumah dekat dengan sekolah lewat zonasi tapi ternyata gagal karena faktor usia," kata Maya kepada Kompas.com, Selasa (30/6/2020).

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ramai soal Foto Siswa yang 'Hilang' di Akun LTMPT, Ini Penjelasannya

Ramai soal Foto Siswa yang 'Hilang' di Akun LTMPT, Ini Penjelasannya

Tren
Kisah Sarah Fares, Paramedis Korban Ledakan Lebanon yang Menjadi Simbol Kesedihan

Kisah Sarah Fares, Paramedis Korban Ledakan Lebanon yang Menjadi Simbol Kesedihan

Tren
Sumba Diguncang 112 Kali Gempa sejak 5 Agustus, Apa yang Terjadi?

Sumba Diguncang 112 Kali Gempa sejak 5 Agustus, Apa yang Terjadi?

Tren
Banyak Dokter Meninggal karena Lelah dan Stres Tangani Pasien Covid-19, Benarkah?

Banyak Dokter Meninggal karena Lelah dan Stres Tangani Pasien Covid-19, Benarkah?

Tren
Fakta dan Update tentang Gempa di Sumba Barat Daya

Fakta dan Update tentang Gempa di Sumba Barat Daya

Tren
4 Hal yang Perlu Diketahui soal Bantuan Pemerintah Rp 600.000 untuk Karyawan Swasta

4 Hal yang Perlu Diketahui soal Bantuan Pemerintah Rp 600.000 untuk Karyawan Swasta

Tren
Benarkah Pengumuman UTBK SBMPTN Dimajukan? Ini Penjelasan LTMPT

Benarkah Pengumuman UTBK SBMPTN Dimajukan? Ini Penjelasan LTMPT

Tren
Kisah Petugas Kebersihan dan Sopir di Hong Kong di Tengah Pandemi Covid-19...

Kisah Petugas Kebersihan dan Sopir di Hong Kong di Tengah Pandemi Covid-19...

Tren
Update Corona di Dunia 9 Agustus: 19,7 Juta Orang Terinfeksi | Gelombang Protes Penanganan Covid-19 di Israel

Update Corona di Dunia 9 Agustus: 19,7 Juta Orang Terinfeksi | Gelombang Protes Penanganan Covid-19 di Israel

Tren
[KLARIFIKASI] Video Rudal Terlihat di Lokasi Ledakan Beirut, Lebanon

[KLARIFIKASI] Video Rudal Terlihat di Lokasi Ledakan Beirut, Lebanon

Tren
[POPULER TREN] Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 4 | Olahraga untuk Menurunkan Berat Badan

[POPULER TREN] Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 4 | Olahraga untuk Menurunkan Berat Badan

Tren
Update Ledakan Lebanon: Meninggalnya Istri Dubes Belanda hingga Dugaan Bom atau Rudal

Update Ledakan Lebanon: Meninggalnya Istri Dubes Belanda hingga Dugaan Bom atau Rudal

Tren
INFOGRAFIK: Cara Membersihkan Komputer dari Kuman

INFOGRAFIK: Cara Membersihkan Komputer dari Kuman

Tren
4 Hal yang Beda Saat Belajar Tatap Muka di Sekolah pada Masa Pandemi

4 Hal yang Beda Saat Belajar Tatap Muka di Sekolah pada Masa Pandemi

Tren
Pencairan Gaji Ke-13, Besaran dan Siapa Saja yang Berhak?

Pencairan Gaji Ke-13, Besaran dan Siapa Saja yang Berhak?

Tren
komentar
Close Ads X