Amarah Jokowi Dibuka ke Publik, Ada Apa?

Kompas.com - 01/07/2020, 10:10 WIB
Presiden Joko Widodo pada Kamis (25/6/2020) pagi, bertolak menuju Jawa Timur. Ini adalah pertama kalinya Jokowi melakukan kunjungan kerja di masa new normal atau tatanan baru pandemi virus corona Covid-19. Agus Suparto/Fotografer KepresidenanPresiden Joko Widodo pada Kamis (25/6/2020) pagi, bertolak menuju Jawa Timur. Ini adalah pertama kalinya Jokowi melakukan kunjungan kerja di masa new normal atau tatanan baru pandemi virus corona Covid-19.


PRESIDEN Joko Widodo marah besar. Dalam rapat kabinet paripurna di Istana Negara pada Kamis (18/6/2020) lalu, ia menegur para menterinya dengan nada tinggi karena dinilai hanya bekerja biasa-biasa saja di tengah situasi yang luar biasa akibat pandemi Corona.

Presiden menilai para pembantunya tidak memiliki sense of crisis. Keterlambatan para menteri dalam mengeksekusi anggaran stimulus dan bantuan membuat masyarakat semakin menderita dan perekonomian tidak bergerak sesuai harapan.

Jokowi mengatakan tidak ada perkembangan yang signifikan dalam penanganan ekonomi dan kesehatan. Dengan raut muka penuh emosi, ia mengatakan rela mempertaruhkan reputasi politik dan mengancam akan melakukan reshuffle kabinet.

Peristiwa ini baru diketahui publik sepuluh hari kemudian melalui video yang diunggah pada kanal Youtube Sekretariat Presiden. Video tersebut berjudul “Arahan Tegas Presiden Jokowi pada Sidang Kabinet Paripurna, Istana Negara, 18 Juni 2020”.

Kemarahan Jokowi lantas ramai dibahas. Ini bukan kali pertama Jokowi memarahi menterinya, namun dinilai sebagai level paling tinggi selama ini.

Pakar gestur Handoko, yang menganalisis ekspresi Jokowi, menyimpulkan Jokowi sungguh merasa marah, sedih, dan kecewa kepada para menterinya.

Ia menilai ancaman reshuffle yang dilontarkan Jokowi sangat serius dengan kemungkinan 90 hingga 95 persen untuk dilakukan jika tak ada perbaikan kinerja.

Pengakuan Presiden

Marahnya Jokowi membuktikan sejumlah hal. Kemarahan tersebut merupakan pengakuan dari presiden sendiri akan ketidakbecusan kerja para menteri dalam menangani persoalan pandemi.

Ketidakmampuan para menteri dalam menangani persoalan pandemi, utamanya Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, sudah lama menjadi sorotan publik. Muncul pula desakan agar ia diganti.

Meski sesekali di depan publik mengritik kebijakan menteri, Jokowi selama ini terkesan mengamini bahkan pasang badan atas kinerja buruk pembantunya.

Dalam, sebuah wawancara, Jokowi mengatakan Menteri Kesehatan telah menunjukkan kerja keras dan memaklumi kekecewaan publik terhadap kinerja sang menteri. Tampaknnya kini telah habis kesabaran Jokowi.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X