Ada Pelonggaran, Bukan Berarti Virus Corona Hilang...

Kompas.com - 30/06/2020, 06:50 WIB
Warga berolah raga di kawasan JaIan Sudirman, Jakarta, Minggu (28/6/2020). Warga tetap berolah raga meski Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) ditiadakan di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin dengan alasan menghindari terjadinya kerumunan warga untuk mencegah penyebaran COVID-19 ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAWarga berolah raga di kawasan JaIan Sudirman, Jakarta, Minggu (28/6/2020). Warga tetap berolah raga meski Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) ditiadakan di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin dengan alasan menghindari terjadinya kerumunan warga untuk mencegah penyebaran COVID-19

KOMPAS.com - Pelonggaran pembatasan sosial yang telah dilakukan selama beberapa pekan ini membawa dampak pada ramainya kembali aktivitas masyarakat di berbagai tempat.

Meski diingatkan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, tidak semua mematuhinya.

Di media sosial, pada akhir pekan kemarin, beredar sejumlah foto dan video yang menunjukkan ramainya warga yang mengunjungi lokasi wisata dan rumah makan.

Situasi ini memunculkan kekhawatiran akan risiko penularan.

Tempat ramai merupakan salah satu faktor yang meningkatkan risiko penularan dan penyebaran virus corona.

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban, saat dihubungi Kompas.com, Senin (29/6/2020), mengatakan, meski sudah ada pelonggaran, ancaman virus corona tak bisa dianggap remeh.

"Pertanyaanya sebetulnya, seberapa serius sih penyakit ini? Penyakit ini amat sangat serius, penyakitnya lebih mudah menular daripada influenza," kata Zubairi.

Baca juga: Simak, 4 Faktor Ini Tingkatkan Risiko Penularan Virus Corona

Ia mengatakan, virus corona jenis baru penyebab Covid-19 lebih mudah menyebar jika dibandingkan penyakit batuk, pilek biasa.

"Kita masih beruntung 95 persen yang terinfeksi ini kondisinya ringan dan akan sembuh sendiri. Namun, sebagian kecil sangat signifikan. Apalagi kalau kena kita sendiri atau keluarga kita," ujar Zubairi.

Kondisi pasien dengan kondisi mengkhawatirkan mengharuskan mereka dirawat di rumah sakit.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kerumunan Saat Jokowi di Maumere, Bagaimana Seharusnya Protokol Pejabat di Ruang Publik?

Kerumunan Saat Jokowi di Maumere, Bagaimana Seharusnya Protokol Pejabat di Ruang Publik?

Tren
Studi: Virus Corona Bisa Bertahan 3 Hari di Permukaan Kain Poliester

Studi: Virus Corona Bisa Bertahan 3 Hari di Permukaan Kain Poliester

Tren
Pelaku UMKM Bisa Ajukan Pinjaman Digital BRI hingga Rp 50 Juta, Ini Caranya

Pelaku UMKM Bisa Ajukan Pinjaman Digital BRI hingga Rp 50 Juta, Ini Caranya

Tren
Seperti Ini Alur Vaksinasi Covid-19 hingga Dapat Sertifikat Vaksin...

Seperti Ini Alur Vaksinasi Covid-19 hingga Dapat Sertifikat Vaksin...

Tren
Pemangkasan Cuti Bersama 2021, Efektifkah Tekan Angka Penyebaran Covid-19?

Pemangkasan Cuti Bersama 2021, Efektifkah Tekan Angka Penyebaran Covid-19?

Tren
Cara Ganti dan Hal yang Harus Dilakukan Saat Lupa Password Prakerja

Cara Ganti dan Hal yang Harus Dilakukan Saat Lupa Password Prakerja

Tren
Bagaimana Proses Seleksi Prakerja dan Apa yang Membuat Peserta Gagal Mendaftar?

Bagaimana Proses Seleksi Prakerja dan Apa yang Membuat Peserta Gagal Mendaftar?

Tren
Apa Saja Syarat Lansia yang Bisa Mendapatkan Vaksin Covid-19?

Apa Saja Syarat Lansia yang Bisa Mendapatkan Vaksin Covid-19?

Tren
4 Hal yang Perlu Diketahui tentang VTube

4 Hal yang Perlu Diketahui tentang VTube

Tren
[HOAKS] Link Daftar Prakerja Gelombang 12 Melalui https://daftarprakerja.net

[HOAKS] Link Daftar Prakerja Gelombang 12 Melalui https://daftarprakerja.net

Tren
Update Corona Global 25 Februari 2021: 113 Juta Kasus, 2,5 Juta Orang Meninggal | Vaksin Johson & Johnson Diklaim Efektif untuk Covid-19

Update Corona Global 25 Februari 2021: 113 Juta Kasus, 2,5 Juta Orang Meninggal | Vaksin Johson & Johnson Diklaim Efektif untuk Covid-19

Tren
Satgas Covid-19 Tidak Sarankan Penggunaan Strap untuk Masker, Apa Solusinya?

Satgas Covid-19 Tidak Sarankan Penggunaan Strap untuk Masker, Apa Solusinya?

Tren
Anak-anak Jangan Main Air Saat Banjir, Ini 6 Penyakit yang Bisa Muncul

Anak-anak Jangan Main Air Saat Banjir, Ini 6 Penyakit yang Bisa Muncul

Tren
Tutup Usia, Berikut Sekilas tentang Sosok Pimpinan Pusat MTA Ahmad Sukina

Tutup Usia, Berikut Sekilas tentang Sosok Pimpinan Pusat MTA Ahmad Sukina

Tren
Izin VTube Diklaim Sudah 99 Persen, Ini Kata Satgas Waspada Investasi

Izin VTube Diklaim Sudah 99 Persen, Ini Kata Satgas Waspada Investasi

Tren
komentar
Close Ads X