Presiden Jokowi, Mandeknya Kerja Kabinet dan Kejengkelannya

Kompas.com - 29/06/2020, 08:07 WIB
Presiden Joko Widodo memimpin rapat kabinet terbatas  di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/12/2019). Rapat kabinet terbatas tersebut membahas perkembangan penyusunan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc. ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO APresiden Joko Widodo memimpin rapat kabinet terbatas di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/12/2019). Rapat kabinet terbatas tersebut membahas perkembangan penyusunan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc.

KOMPAS.com - Hai, apa kabarmu? Semoga sehat dan dikaruniai berkat yang cukup untuk selalu berbuat baik dan terhindar dari kejengkelan-kejengkelan.

Jengkel biasanya hadir karena kita mendapati kenyataan tidak sesuai dengan harapan. Bisa dua penyebabnya. Harapan kita terlalu tinggi atau upaya kita mencapai sesuatu terlalu rendah.   

Kejengkelan menghadirkan sikap tidak terima terhadap apa yang terjadi. Uring-uringan adalah turunan sikap jengkel karena belum bisa menerima kenyataan. 

Empat bulan terakhir, karena situasi yang berubah disebabkan pandemi, kita pasti kerap jengkel disertai uring-uringan. Banyak kenyataan yang kita jumpai tidak sesuai dengan harapan kita semula atau rencana sebelumnya. 

Jika kenyataan tidak bisa diperbaiki, menata kembali atau mengubah kembali harapan di sesuaikan dengan realita adalah jalan terbaiknya. Ini baik untuk kesehatan jiwa juga. Banyak hal terjadi di luar kendali kita. Semesta mengajarkan ini akhir-akhir ini.  

Oya, ngomong-ngomong soal akhir, Juni sudah masuk di pengujungnya. Juni seperti melambai-lambaikan tangan perpisahan untuk memberi tempat kepada Juli yang mengintip di depan pintu.

Tak terasa, Juni akan menghilang. Tempus fugit. Waktu seperti terbang dan saya tersadar belum banyak melakukan upaya-upaya baik di rentang waktu yang sudah terbang, pergi, dan menghilang.

Kesadaran itu menyentak juga setelah pada Minggu (28/6/2020) malam, saya menyimak video arahan Presiden Joko Widodo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara yang diunggah di kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Presiden Jokowi memimpin rapat kabinet paripurna di Istana Bogor, Selasa (11/2/2020).KOMPAS.com/Ihsanuddin Presiden Jokowi memimpin rapat kabinet paripurna di Istana Bogor, Selasa (11/2/2020).
Kamu tahu bedanya rapat-rapat di Istana kan? Rapat kabinet paripurna itu rapat yang dihadiri semua anggota kabinet dan kepala lembaga negara. Jumlah pesertanya jauh lebih besar.

Saat rapat kabinet paripurna, parkiran Istana Kepresidenan mirip seperti mal besar pusat kota di akhir pekan: susah cari parkir. Satu pejabat satu sedan adalah penyebabnya. Belum mobil pengawal, mobil ajudan dan mobil pengiringnya. Padat, seperti terminal kadang-kadang.

Rapat kabinet paripurna ini berbeda dengan rapat kabinet, apalagi rapat kabinet terbatas. Selain dari sisi jumlah peserta, rapat kabinet paripurna biasanya digelar untuk mengambil keputusan.

Kembali ke arahan Presiden yang diunggah di ujung pekan di akhir bulan Juni, bulan lahirnya Presiden Jokowi.

Arahan itu menarik perhatian karena sebelumnya saya membaca berita mengenai kejengkelan Presiden kepada pembantunya, kepada pemimpin lembaga negara dan kepada pemilik otoritas di bawah kendalinya.

Arahan itu ringkas, jelas, tepat sasaran dan disampaikan dengan nada penuh ketegangan. Amat jarang mendapati kejengkelan seperti yang disampaikan pada 18 Juni 2020, tiga hari sebelum Jokowi berulang tahun.

Perlu waktu 10 hari bagi Sekretariat Presiden untuk mengunggah video itu. Ada alasan kenapa jeda diberikan cukup lama. Menurut otoritas di Istana, jeda ini muncul karena arahan Presiden tersebut awalnya bersifat tertutup. 

Namun, karena dirasa publik perlu juga mengetahui, Sekretariat Presiden lantas mengunggah arahan yang semula disampaikan untuk kepentingan internal saja pada 28 Juni 2020. Masuk akal alasannya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X