Kompas.com - 29/06/2020, 07:07 WIB
Ilustrasi video call atau panggilan video. SHUTTERSTOCKIlustrasi video call atau panggilan video.

KOMPAS.com - Selama masa pandemi virus corona, intensitas panggilan video atau video call meningkat.

Penyebabnya adalah adanya pembatasan sosial yang mengakibatkan orang-orang harus mengurangi atau bahkan meniadakan intensitas pertemuan secara fisik guna mengurangi risiko penyebaran virus corona.

Agar tetap terhubung, orang-orang akhirnya beralih ke panggilan video. Sehingga mereka setidaknya bisa merasakan sedang berjumpa dengan teman atau rekan kerja walaupun hanya secara virtual.

Aplikasi penyedia layanan panggilan video pun menjadi lumrah digunakan, seperti WhatsApp Video Call, Google Meet, Google Duo, Zoom, dan Skype.

Namun, menariknya teknologi panggilan video bukanlah teknologi yang baru-baru ini hadir. Sejarah kemunculan panggilan video bahkan bisa ditelusuri hingga tahun 1927.

Baca juga: Video Call dengan Dwi Sasono, Widi Mulia: Happy Fathers Day Bapak Dwi Tersayang

Videophone pertama

Melansir Britannica, demonstrasi publik pertama dari videophone terjadi pada 7 April 1927, antara Herbert Hoover, saat itu sekretaris perdagangan AS, di Washington, D.C., dan pejabat AT&T di New York City. Pada waktu itu panggilan video hanya terjadi satu arah.

Demonstrasi videophone dua arah kemudian terjadi pada 9 April 1930, antara AT&T Bell Laboratories dan kantor pusat perusahaan, keduanya sama-sama berada di New York City.

Panggilan dua arah ini menggunakan peralatan televisi dan sirkuit tertutup. Kemudian pada 1956, Bell Labs telah mengembangkan videophone yang dapat digunakan pada sirkuit telepon yang ada.

Pada 1963, studi lebih lanjut mengarah pada pengembangan sistem videophone lengkap pertama, yang dikenal sebagai Picturephone.

Baca juga: Pandemi Covid-19, RS Omni di Tangsel Buka Layanan Konsultasi Dokter Lewat Video Call

Pada 1968 para insinyur Bell telah mengembangkan Picturephone generasi kedua, yang menjadi layanan publik pada tahun 1971.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.