Simak, 4 Faktor Ini Tingkatkan Risiko Penularan Virus Corona

Kompas.com - 28/06/2020, 06:04 WIB
Pembeli terlihat lalu lalang di pusat belanja Bugis Street, Jumat sore (19/06/2020). Jumat hari ini menandai dimulainya Fase 2 Singapura menuju new normal hidup berdampingan dengan virus Covid-19 di mana toko-toko ritel diizinkan kembali beroperasi. KOMPAS.com/ ERICSSEN Pembeli terlihat lalu lalang di pusat belanja Bugis Street, Jumat sore (19/06/2020). Jumat hari ini menandai dimulainya Fase 2 Singapura menuju new normal hidup berdampingan dengan virus Covid-19 di mana toko-toko ritel diizinkan kembali beroperasi.

KOMPAS.com - Berbagai negara di dunia masih terus berjuang untuk mencegah penyebaran lebih luas maupun gelombang baru dari virus corona.

Ada yang masih harus melakukan pembatasan ketat dan ada pula negara yang telah mulai melonggarkan pembatasan dengan membuka kembali sejumlah aktivitas.

Orang-orang mulai keluar dari rumah dan bertemu dengan teman-teman atau saudara. Namun, virus masih tetap ada di tengah-tengah masyarakat. Potensi penularan dan terinfeksi virus masih ada.

Untuk itu, perlu diperhatikan hal-hal yang dapat meningkatkan risiko penularan virus corona. Melansir Straits Times, 24 Juni 2020, berikut adalah sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko ini:

Baca juga: Cerita Pilu Pasien Positif Corona, Keguguran karena Tak Ditangani Rumah Sakit

1. Ruang tertutup

Risiko penularan virus akan menjadi semakin tinggi di dalam ruangan tertutup di mana ventilasi tidak baik. Virus juga menyukai suhu udara yang lebih sejuk dari AC.

2. Kontak dekat

Virus juga dapat ditularkan melalui tetesan (droplets) kecil saat seseorang yang terinfeksi berbicara. Jadi, melakukan kontak dekat dapat meningkatkan risiko penularan virus pada orang lain.

3. Tempat ramai

Semakin banyak orang, semakin tinggi pula risiko penularan virus yang dapat terjadi. Selain itu, tempat di mana orang-orang banyak berkumpul cenderung menjadi lebih kotor daripada tempat yang sepi.

4. Durasi dan keragaman kontak

Durasi waktu yang dihabiskan bersama orang lain juga turut berpengaruh pada risiko penularan. Faktor ini sama pentingnya dengan berbagai kelompok berbeda yang ditemui. Mereka dapat memiliki latar belakang dan kondisi kesehatan yang berbeda-beda pula.

Baca juga: CDC Menambahkan 3 Gejala Baru Virus Corona, Salah Satunya Pilek

Tempat atau kegiatan yang berisiko 

Probabilitas penularan virus semakin meningkat apabila seluruh faktor ini saling tumpang tindih dan terjadi bersamaan.

Berikut adalah contoh kegiatan yang memungkinkan tumpang tindih dari faktor-faktor di atas:

Perkumpulan sosial

Perkumpulan di rumah seperti acara ulang tahun, pertemuan, dan kelompok belajar, yang melibatkan orang-orang dari berbagai keluarga berbeda dalam satu ruang tertutup tergolong berisiko.

Saat itu, kemungkinan orang-orang akan lengah dengan perlindungan diri, berbincang panjang lebar, berada dalam jarak dekat, dan mungkin tidak memakai masker.

Ada risiko yang sangat nyata dan dapat dilihat pada peristiwa-peristiwa penyebaran super di mana satu orang mampu menginfeksi orang lain dalam jumlah yang besar.

Cobalah untuk membatasi waktu yang dihabiskan bersama orang lain dan gunakan teknologi untuk tetap berkomunikasi dengan teman atau anggota keluarga yang rentan.

Baca juga: Perempuan Kelompok Rentan, Berdaya di Tengah Pandemi Corona

Pusat jajanan dan kafe

Duduk-duduk bersama teman di kafe mungkin terasa menyenangkan. Akan tetapi, sekelompok orang di meja yang sama seringkali tanpa sadar terlalu asik dalam berbincang dan berpotensi menjadi tempat penularan virus.

Saat asik berbicara, tanpa sadar kemungkinan ada droplets yang keluar, terutama saat masker dibuka untuk makan dan minum. Oleh karena itu, menjadi lebih aman untuk tetap mengaplikasikan pembelian take away.

Tempat orang bersantai

Tempat-tempat bersantai di luar ruangan juga dianggap sebagai tempat yang berisiko.

Di tempat-tempat tersebut, orang pun cenderung berkumpul dan bersantai sembari bercakap-cakap dengan jarak dekat satu sama lain.

Tempat olahraga di dalam ruangan

Kemungkinan tidak menggunakan masker dan kontak dekat dengan orang lain di tempat olahraga juga patut diperhatikan.

Sebab, banyak orang di tempat olahraga yang mungkin terengah-engah dan mengeluarkan droplets. Selain itu, berada di tempat tertutup yang sama dalam jangka waktu tertentu juga meningkatkan kemungkinan penularan virus ini.

Baca juga: Akademisi UGM: Pemakai Narkoba Lebih Berisiko Terinfeksi Corona


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X