Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Malam Ini Puncak Hujan Meteor Bootid, Bagaimana Menyaksikannya?

Kompas.com - 27/06/2020, 16:29 WIB
Nur Fitriatus Shalihah,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Malam ini diperkirakan akan menjadi puncak hujan meteor Bootid. Ini merupakan salah satu fenomena astronomi di bulan Juni

Hujan meteor ini berasal atau memancar dari rasi Bootes. Rasi ini terbit siang hari dan tenggelam sekitar pukul 9 malam.

Hal tersebut diumumkan oleh Observatorium Booscha dalam akun instagramnya.

Peneliti pusat sains antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Rhorom Priyatikanto menjelaskan bahwa intensitas hujan meteor Bootid tidak terlalu tinggi, akan tetapi masih bisa disaksikan.

"Jadi waktu terbaik untuk melihatnya adalah setelah matahari tenggelam, setelah jam 7 malam saat langit sudah mulai gelap, silakan arahkan pandangan ke barat laut kira kira 30 derajat," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (27/6/2020).

Rhorom melanjutkan, di posisi tersebut ada rasi bintang Bootes. Meskipun bentuknya tidak terlalu jelas, akan tetapi ada sebuah bintang berwarna putih kebiruan yang cukup cerah sebagai penanda.

Dia mengatakan bintang tersebut adalah bintang Auriga.

Lalu untuk mendapatkan hasil maksimal sebaiknya pengamatan dilakukan di luar perkotaan atau tempat yang gelap dan minim cahaya.

Baca juga: [POPULER TREN] Viral Video Diklaim Meteor Jatuh di Indonesia | 5 Gejala Tak Biasa Pasien Covid-19

Bisa disaksikan langsung

Rhorom menjelaskan, pengamatan bisa dilakukan dengan mata telanjang. Justru jika dilakukan dengan bantuan alat seperti teleskop atau binokuler akan susah.

"Karena yang namanya hujan meteor fenomena yang cepat terjadi kalau kita menggunakan teleskop pandangan kita terbatas. Makanya lebih enak pakai dengan mata," jelas dia. 

Dia juga menjelaskan, jika ingin menggunakan kamera, maka perlu kamera yang dilengkapi dengan lensa fish eye atau mata ikan. Lalu potret dengan waktu paparan yang lama.

Hujan meteor ini merupakan peristiwa tahunan. Puncaknya diperkirakan tanggal 27 Juni, yaitu malam ini.

Ada hujan-hujan meteor lain yang intensitasnya lebih besar yang terjadi di awal dan akhir tahun.

Hujan meteor yang intensitasnya cukup besar salah satunya hujan meteor Orionid.

"Pengamatan hujan meteor itu harus sabar, jangan berharap dengan melihat sekali langsung dapat. Butuh kesabaran kalau perlu benar-benar duduk santai, pandangi langit, tunggu barangkali setelah 10 kali baru dapat," kata Rhorom.

Lanjutnya, kadang-kadang meteornya melintas di tempat lain. Misalnya Anda melihat ke depan, padahal meteornya melintas di sisi atas Anda.

Baca juga: Kereta Prameks Akan Pensiun, Ini Sejarahnya dari 1960 hingga Kini

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Tanda Kolesterol Tinggi yang Sering Diabaikan, Apa Saja?

Tanda Kolesterol Tinggi yang Sering Diabaikan, Apa Saja?

Tren
Air Rendaman dan Rebusan untuk Menurunkan Berat Badan, Cocok Diminum Saat Cuaca Panas

Air Rendaman dan Rebusan untuk Menurunkan Berat Badan, Cocok Diminum Saat Cuaca Panas

Tren
Prakiraan BMKG: Ini Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir pada 27-28 Mei 2024

Prakiraan BMKG: Ini Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir pada 27-28 Mei 2024

Tren
[POPULER TREN] Taruna TNI Harus Pakai Seragam ke Mal dan Bioskop? | Apa Tugas Densus 88?

[POPULER TREN] Taruna TNI Harus Pakai Seragam ke Mal dan Bioskop? | Apa Tugas Densus 88?

Tren
Berencana Tinggal di Bulan, Apa yang Akan Manusia Makan?

Berencana Tinggal di Bulan, Apa yang Akan Manusia Makan?

Tren
Ustaz Asal Riau Jadi Penceramah Tetap di Masjid Nabawi, Kajiannya Diikuti Ratusan Orang

Ustaz Asal Riau Jadi Penceramah Tetap di Masjid Nabawi, Kajiannya Diikuti Ratusan Orang

Tren
Gratis, Ini 3 Jenis Layanan yang Ditanggung BPJS Kesehatan Sesuai Perpres Terbaru

Gratis, Ini 3 Jenis Layanan yang Ditanggung BPJS Kesehatan Sesuai Perpres Terbaru

Tren
Respons Kemenkominfo soal Akun Media Sosial Kampus Jadi Sasaran Peretasan Judi Online

Respons Kemenkominfo soal Akun Media Sosial Kampus Jadi Sasaran Peretasan Judi Online

Tren
Ketahui, Ini 8 Suplemen yang Bisa Sebabkan Sakit Perut

Ketahui, Ini 8 Suplemen yang Bisa Sebabkan Sakit Perut

Tren
Batu Kuno Ungkap Alasan Bolos Kerja 3.200 Tahun Lalu, Istri Berdarah dan Membalsam Mayat Kerabat

Batu Kuno Ungkap Alasan Bolos Kerja 3.200 Tahun Lalu, Istri Berdarah dan Membalsam Mayat Kerabat

Tren
Ditemukan di Testis, Apa Bahaya Mikroplastik bagi Manusia?

Ditemukan di Testis, Apa Bahaya Mikroplastik bagi Manusia?

Tren
Pegi Teriak Fitnah, Ini Fakta Baru Penangkapan Tersangka Kasus Pembunuhan Vina

Pegi Teriak Fitnah, Ini Fakta Baru Penangkapan Tersangka Kasus Pembunuhan Vina

Tren
Ikang Fawzi Antre Layanan di Kantor BPJS Selama 6 Jam, BPJS Kesehatan: Terjadi Gangguan

Ikang Fawzi Antre Layanan di Kantor BPJS Selama 6 Jam, BPJS Kesehatan: Terjadi Gangguan

Tren
Beredar Isu Badai Matahari 2025 Hilangkan Akses Internet Berbulan-bulan, Ini Penjelasan Ahli

Beredar Isu Badai Matahari 2025 Hilangkan Akses Internet Berbulan-bulan, Ini Penjelasan Ahli

Tren
Mengenal Jampidsus, Unsur 'Pemberantas Korupsi' Kejagung yang Diduga Dikuntit Densus 88

Mengenal Jampidsus, Unsur "Pemberantas Korupsi" Kejagung yang Diduga Dikuntit Densus 88

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com