Negara Mana di Asia yang Berpotensi Hadapi Gelombang Kedua Virus Corona?

Kompas.com - 22/06/2020, 16:02 WIB
Orang-orang mengenakan masker untuk mencegah penyebaran Covid-19, saat berada di kawasan perbelanjaan di Beijing, 2 Mei 2020. AFP/GREG BAKEROrang-orang mengenakan masker untuk mencegah penyebaran Covid-19, saat berada di kawasan perbelanjaan di Beijing, 2 Mei 2020.

KOMPAS.com - Pandemi virus corona yang merebak sejak awal tahun ini masih terus berlangsung di sebagian besar negara di dunia.

Sebagian negara dianggap berhasil mengendalikan penyebaran wabah dan menekan angka infeksi, tetapi banyak pula negara yang masih mengalami peningkatan kasus baru dengan angka harian yang cukup signifikan.

Belum selesai pandemi secara keseluruhan, ancaman infeksi gelombang kedua virus corona muncul dan menimbulkan kekhawatiran tersendiri.

Apalagi, saat ini sudah mulai banyak negara yang melonggarkan aturan dan kembali membuka kegiatan ekonomi, bangkit dari keterpurukan akibat wabah beberapa bulan terakhir.

Baca juga: Sri Mulyani: Saya Berdoa Tidak Terjadi Gelombang Kedua Covid-19

Negara paling berisiko untuk gelombang kedua

Lebih dari 1.000 peserta tabligh akbar yang digelar di Nizamuddin, New Delhi, India, dipindahkan dari lokasi, dan 24 di antaranya positif terinfeksi virus corona. Tabligh akbar ini digelar pada 31 Maret 2020.RAJAT GUPTA/EPA-EFE Lebih dari 1.000 peserta tabligh akbar yang digelar di Nizamuddin, New Delhi, India, dipindahkan dari lokasi, dan 24 di antaranya positif terinfeksi virus corona. Tabligh akbar ini digelar pada 31 Maret 2020.

Melansir South China Morning Post (SCMP), Minggu (21/6/2020), ada beberapa negara yang dinilai paling berisiko untuk mengalami gelombang kedua atau second wave dari Covid-19.

Presiden Asia-Pacific Society of Clinical Microbiology and Infection, Paul Ananth Tambyah, menyebutkan, negara yang paling berisiko untuk mengalami gelombang kedua Covid-19 adalah negara yang memiliki kasus penularan lokal secara berkelanjutan.

Kasus penularan lokal ini terjadi dalam angka yang cukup tinggi, di kisaran ratusan hingga ribuan kasus per harinya.

"Meskipun bisa dibilang sekarang ini masih ujung dari gelombang pertama, namun ada banyak rantai penularan di berbagai negara yang belum terputus," kata Tambyah.

Untuk wilayah Asia, negara dengan karakteristik itu adalah India.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang

Sumber SCMP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tutup karena Pandemi, Museum Ini Tak Sadar Lukisan Berusia 500 Tahun Dicuri

Tutup karena Pandemi, Museum Ini Tak Sadar Lukisan Berusia 500 Tahun Dicuri

Tren
[HOAKS] Jenazah Korban Gempa di Mamuju Dibungkus Daun Pisang

[HOAKS] Jenazah Korban Gempa di Mamuju Dibungkus Daun Pisang

Tren
INFOGRAFIK: 6 Gejala dan Tanda Covid-19 Mulai Memengaruhi Kesehatan Jantung

INFOGRAFIK: 6 Gejala dan Tanda Covid-19 Mulai Memengaruhi Kesehatan Jantung

Tren
Apakah Vaksin Dapat Melawan Varian Baru Corona? Ini Penjelasan WHO

Apakah Vaksin Dapat Melawan Varian Baru Corona? Ini Penjelasan WHO

Tren
Viral Video Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur, Ini Kata BPBD Wonogiri

Viral Video Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur, Ini Kata BPBD Wonogiri

Tren
Jack Ma Muncul Kembali Setelah Menghilang 3 Bulan, Ini Kronologinya

Jack Ma Muncul Kembali Setelah Menghilang 3 Bulan, Ini Kronologinya

Tren
Mengenal Aplikasi BiP yang Dilirik Pengguna WhatsApp Selain Telegram

Mengenal Aplikasi BiP yang Dilirik Pengguna WhatsApp Selain Telegram

Tren
[HOAKS] Link Informasi dan Pendaftaran Bansos BLT UMKM Tahap II

[HOAKS] Link Informasi dan Pendaftaran Bansos BLT UMKM Tahap II

Tren
Trending MyTelkomsel Error, Berikut Penjelasan serta Cara Beli Pulsa dan Internet Telkomsel...

Trending MyTelkomsel Error, Berikut Penjelasan serta Cara Beli Pulsa dan Internet Telkomsel...

Tren
Ramai Tanda 'S.O.S' di Pulau Laki, Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air, Apa Itu?

Ramai Tanda "S.O.S" di Pulau Laki, Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air, Apa Itu?

Tren
Kisah Kristen Gray, dari Viral Ajakan ke Bali, hingga Dideportasi karena Twit soal LGBT

Kisah Kristen Gray, dari Viral Ajakan ke Bali, hingga Dideportasi karena Twit soal LGBT

Tren
[HOAKS] Seseorang di NTB Pingsan Setelah Disuntik Vaksin Sinovac

[HOAKS] Seseorang di NTB Pingsan Setelah Disuntik Vaksin Sinovac

Tren
3 Upaya WhatsApp Saat Mulai Ditinggal Penggunanya, dari Klarifikasi hingga Pasang Iklan di Koran

3 Upaya WhatsApp Saat Mulai Ditinggal Penggunanya, dari Klarifikasi hingga Pasang Iklan di Koran

Tren
Catat, Ini Cara Menghitung Masa Berlaku Hasil Rapid Antigen dan PCR untuk Syarat Perjalanan Kereta

Catat, Ini Cara Menghitung Masa Berlaku Hasil Rapid Antigen dan PCR untuk Syarat Perjalanan Kereta

Tren
Berkaca dari Airlangga Hartarto, Bisakah Orang yang Belum Terinfeksi Covid-19 Jadi Donor Plasma Konvalesen?

Berkaca dari Airlangga Hartarto, Bisakah Orang yang Belum Terinfeksi Covid-19 Jadi Donor Plasma Konvalesen?

Tren
komentar
Close Ads X