Mau Senang Tapi Aman di Era Pandemi Covid-19, Bisa Kok

Kompas.com - 22/06/2020, 10:23 WIB
Pekerja duduk dengan jaga jarak yang diterapkan di pusat perbelanjaan Senayan City, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2020). Untuk mendukung kelancaran masa transisi dan mencegah penularan Covid-19, pengelola mal menyediakan hand sanitizer otomatis di beberapa titik mal, pengecekan suhu tubuh di pintu-pintu masuk, dan juga menggalakkan physical distancing kepada para pengunjung. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPekerja duduk dengan jaga jarak yang diterapkan di pusat perbelanjaan Senayan City, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2020). Untuk mendukung kelancaran masa transisi dan mencegah penularan Covid-19, pengelola mal menyediakan hand sanitizer otomatis di beberapa titik mal, pengecekan suhu tubuh di pintu-pintu masuk, dan juga menggalakkan physical distancing kepada para pengunjung.


KITA dikejutkan dengan kabar ada klaster penularan baru. Letaknya di pasar-pasar tradisional. Di Jakarta, Pemerintah Provinsi sigap menutup 12 pasar tradisional setelah 79 pedagang kedapatan positif Covid-19.

Di Semarang, Jawa Tengah, sejumlah pasar juga ditutup, yaitu Pasar Mangkang dan Pasar Wonodri. Di Jawa Timur juga setali tiga uang alias sama saja. Sebanyak 8 pasar di Surabaya juga sempat ditutup.

Rata-rata penutupan dilakukan 3 hari. Selama penutupan, dilakukan penyemprotan disinfektan.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria di program AIMAN yang tayang Senin (22 Juni 2020) pukul 20.00 di KompasTV.

Lalu ke mana para pedagangnya?

Yang berstatus OTG (orang tanpa gejala) diisolasi. Sementara, mereka yang mempunyai keluhan dan membahayakan jiwa dirawat.

Aktivitas jual beli di Pasar Sumurpanggang Kota Tegal, Jawa Tengah mengabaikan jarak fisik di tengah penerapan new normal, Senin (15/6/2020)KOMPAS.com/Tresno Setiadi Aktivitas jual beli di Pasar Sumurpanggang Kota Tegal, Jawa Tengah mengabaikan jarak fisik di tengah penerapan new normal, Senin (15/6/2020)

Satu pertanyaan lanjutan: bagaimana dengan pembeli yang sempat berinteraksi dengan pedagang-pedagang yang teridentifikasi positif itu?

Pekara yang tidak mudah. Prosedurnya, dilakukan pelacakan siapa saja pembeli yang sempet berinteraksi. Tapi, bagaimana caranya?

Pembeli dan pedagang di pasar tradisional belum tentu saling kenal, apalagi bertukar nomor ponsel.

Pelacakan orang di pasar tradisional jelas berbeda dengan mal. Mereka yang masuk mal dipindai dengan QR code. Jika terjadi penularan, maka lebih mudah melacaknya.

Pelacakan bisa dilakukan dengan memberikan pesan dan bahkan mengetahui keberadaan pengunjung mal yang pernah memindai QR code tersebut.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X