Kompas.com - 21/06/2020, 10:37 WIB
Ilustrasi gerhana matahari cincin SHUTTERSTOCK/SUMANBHAUMIKIlustrasi gerhana matahari cincin

KOMPAS.com - Pemandangan langit memang selalu memesona bagi mata manusia. Awan yang berarak-arakan, kerlip bintang di tengah malam, atau rona jingga ketika matahari terbenam di cakrawala.

Manusia, sejak awal peradabannya telah berusaha memaknai berbagai fenomena langit yang terjadi. Termasuk terjadinya gerhana matahari.

Di masa lampau, gerhana matahari dikaitkan sebagai penanda akan terjadinya sebuah peristiwa buruk.

Baca juga: Gerhana Matahari Cincin Terlihat Parsial, Amankah Dilihat dengan Mata Telanjang?

Di beberapa daerah di Indonesia tempo dulu, penduduknya akan beramai-ramai menabuh benda-benda yang mengeluarkan suara yang membahana ketika terjadi gerhana.

Menurut kepercayaan mereka, ketika terjadi gerhana bulan atau matahari raksasa tengah menelan benda angkasa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Suara yang ingar bingar dipercaya akan mengusir sang raksasa sehingga batal menelan bola yang menyala di angkasa itu.

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diketahui soal Berjemur di Bawah Sinar Matahari

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.