Kompas.com - 21/06/2020, 09:31 WIB
Kacamata khusus untuk mengamati gerhana matahari. gerhanaindonesia.idKacamata khusus untuk mengamati gerhana matahari.

KOMPAS.com – Gerhana matahari cincin akan terjadi pada Minggu (21/6/2020).

Peneliti dari Pusat Sains Antariksa (Pusainsa) Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) Emanuel Sungging menyampaikan hanya sebagian wilayah di Indonesia yang dapat mengamatinya.

Selain itu, gerhana yang terlihat hanya sekitar 20 persen parsial atau tidak terlihat penuh cincinnya.

Baca juga: Gerhana Matahari Cincin Terlihat Parsial, Amankah Dilihat dengan Mata Telanjang?

Meski gerhana cincin tak terlihat penuh, akan tetapi Sungging mengingatkan agar tidak melihat gerhana matahari dengan mata telanjang karena dapat membahayakan.

“Bisa pakai kacamata gerhana (jika ingin melihat),” ujar Sungging saat dihubungi Kompas.com Jumat (19/6/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal ini karena melihat gerhana matahari dapat berisiko merusak mata hingga mengakibatkan kebutaan.

“Sekejap saja kita melihat Matahari sangat silau, jadi kalau panjang bisa mengakibatkan kebutaan,” kata dia.

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diketahui soal Berjemur di Bawah Sinar Matahari

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.