Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ingin Berwisata di Pantai? Ikuti Pedoman Aman CDC Berikut Ini!

Kompas.com - 20/06/2020, 06:29 WIB
Nur Fitriatus Shalihah,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Indonesia kini tengah memasuki masa transisi menuju ke tatanan hidup baru atau new normal.

Banyak sektor sudah dibuka kembali seperti perekonomian dan tempat ibadah. Sementara itu tempat wisata di berbagai daerah sedang dipersiapkan untuk dibuka kembali.

Sebelum membuka kembali tempat wisata, perlu adanya protokol kesehatan dari pemerintah yang wajib ditaati semua pihak terkait.

Centers for Disease Control (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat mengeluarkan pedoman wisata di pantai.

Pedoman tersebut ditujukan bagi lembaga pemerintah dan entitas swasta yang mengelola pantai untuk membantu melindungi staf dan pengunjung pantai dari penyebaran Covid-19.

Baca juga: Aturan Baru ke Pantai Gunungkidul, Identitas Wisatawan Diperiksa

Harus jaga jarak

Dilansir CNN, Jumat (19/6/2020), menurut CDC meskipun di pantai, orang-orang tetap harus menjaga jarak sejauh 6 kaki (sekitar 2 meter).

Selain itu masker tetap harus dikenakan ketika di pantai. Pemerintah dan pengelola hendaknya mendorong wisatawan dan staf untuk menggunakan masker kain.

Tapi dengan catatan, masker tersebut tidak boleh basah. Artinya, tidak boleh dipakai ketika berada di air.

Jika basah, orang-orang akan kesulitan bernapas. Sebagai gantinya, orang-orang harus menjaga jarak ketika berada di air.

CDC memecah pedoman menjadi tiga level, yaitu untuk menjelaskan perilaku atau skenario yang menunjukkan risiko terendah, risiko sedang, atau risiko tertinggi bagi staf dan pengunjung pantai.

Untuk tetap berada di risiko terendah, para staf dan pengunjung pantai harus menjaga jarak setidaknya 2 meter dari orang yang tidak tinggal bersama dengan mereka.

Selain itu sebaiknya juga tidak berbagi makanan, peralatan, dan mainan dengan orang yang tidak tinggal bersama.

Staf dan pengunjung pantai berada pada risiko tertinggi ketika mereka secara fisik tidak terpisah (berdekatan) dengan orang lain dari luar kota atau kabupaten yang berbeda.

Juga berbagi makanan dan peralatan dengan mereka.

Baca juga: Ramai soal Uang Koin Seribu Rupiah, Bagaimana Peluang Usaha Uang Kuno?

Tinggal di rumah jika sakit

Pengelola pantai harus mendorong staf dan pengunjung pantai untuk tinggal di rumah jika mereka memiliki gejala Covid-19, telah didiagnosis positif Covid-19, atau sedang menunggu untuk mendapatkan hasil tes.

Manajer pantai juga harus memperbolehkan karyawannya tinggal di rumah tanpa mereka takut dihukum atau kehilangan pekerjaan.

Staf dan pengunjung pantai harus mempertimbangkan untuk tinggal di rumah dan memantau kesehatan mereka jika telah terpapar atau melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi Covid-19 dalam 14 hari terakhir.

Rekomendasi lain untuk pengelola pantai meliputi:

  • batasi hunian ruang-ruang yang kecil
  • dorong penggunaan masker saat tidak berada dalam air
  • carpool hanya dengan orang-orang satu rumah atau keluarga
  • pertahankan etiket kebersihan yang baik

CDC menyarankan pengelola pantai harus mempromosikan perilaku ini dengan tanda-tanda yang jelas di area yang terlihat.

Baca juga: Viral Twit Strategi Melawan Covid-19, Benarkah Psikologis yang Dominan?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Mengenal Rest Area Tipe A, B, dan C di Jalan Tol, Apa Bedanya?

Mengenal Rest Area Tipe A, B, dan C di Jalan Tol, Apa Bedanya?

Tren
Freeport Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan Sarjana, Cek Syarat dan Cara Daftarnya!

Freeport Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan Sarjana, Cek Syarat dan Cara Daftarnya!

Tren
Eks ART Menggugat, Ini Perjalanan Kasus Mafia Tanah yang Dialami Keluarga Nirina Zubir

Eks ART Menggugat, Ini Perjalanan Kasus Mafia Tanah yang Dialami Keluarga Nirina Zubir

Tren
Mengintip Kecanggihan Dua Kapal Perang Rp 20,3 Triliun yang Dibeli Kemenhan

Mengintip Kecanggihan Dua Kapal Perang Rp 20,3 Triliun yang Dibeli Kemenhan

Tren
Cara Menurunkan Berat Badan Secara Sehat ala Diet Tradisional Jepang

Cara Menurunkan Berat Badan Secara Sehat ala Diet Tradisional Jepang

Tren
10 Manfaat Minum Air Kelapa Murni Tanpa Gula, Tak Hanya Turunkan Gula Darah

10 Manfaat Minum Air Kelapa Murni Tanpa Gula, Tak Hanya Turunkan Gula Darah

Tren
BMKG: Inilah Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang pada 19-20 April 2024

BMKG: Inilah Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang pada 19-20 April 2024

Tren
[POPULER TREN] Status Gunung Ruang Jadi Awas | Kasus Pencurian dengan Ganjal ATM

[POPULER TREN] Status Gunung Ruang Jadi Awas | Kasus Pencurian dengan Ganjal ATM

Tren
Menlu Inggris Bocorkan Israel Kukuh Akan Respons Serangan Iran

Menlu Inggris Bocorkan Israel Kukuh Akan Respons Serangan Iran

Tren
Erupsi Gunung Ruang pada 1871 Picu Tsunami Setinggi 25 Meter dan Renggut Ratusan Nyawa

Erupsi Gunung Ruang pada 1871 Picu Tsunami Setinggi 25 Meter dan Renggut Ratusan Nyawa

Tren
Menyelisik Video Prank Galih Loss yang Meresahkan, Ini Pandangan Sosiolog

Menyelisik Video Prank Galih Loss yang Meresahkan, Ini Pandangan Sosiolog

Tren
'Tertidur' Selama 22 Tahun, Ini Penyebab Gunung Ruang Meletus

"Tertidur" Selama 22 Tahun, Ini Penyebab Gunung Ruang Meletus

Tren
Tidak Menghabiskan Antibiotik Resep Dokter Bisa Sebabkan Resistensi, Ini Efek Sampingnya

Tidak Menghabiskan Antibiotik Resep Dokter Bisa Sebabkan Resistensi, Ini Efek Sampingnya

Tren
Video Burung Hinggap di Sarang Semut Disebut untuk Membersihkan Diri, Benarkah?

Video Burung Hinggap di Sarang Semut Disebut untuk Membersihkan Diri, Benarkah?

Tren
Membandingkan Nilai Investasi Apple di Indonesia dan Vietnam

Membandingkan Nilai Investasi Apple di Indonesia dan Vietnam

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com