Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berapa Lama Orang yang Terinfeksi Bisa Sembuh dari Virus Corona?

Kompas.com - 19/06/2020, 21:55 WIB
Rizal Setyo Nugroho

Penulis

KOMPAS.com - Jumlah pasien Covid-19 di Indonesia yang sembuh bertambah sebanyak 551 orang pada Jumat (19/6/2020). Sehingga totalnya menjadi 17.349 orang.

Sementara update di seluruh dunia menurut Worldometers pukul 16.37 WIB sebanyak 4,5 juta orang pulih dari Covid-19.

Jalan kesembuhan tiap pasien berbeda-beda. Banyak faktor yang memengaruhi waktu dan tingkat kesembuhannya.

Bagi mereka yang memiliki penyakit bawaan, pemulihan bisa menjadi perjalanan yang lambat. Termasuk usia, jenis kelamin dan tingkat keparahan penyakit berdampak dalam proses penyembuhan.

Gejala ringan

Dilansir dari BBC, kebanyakan orang yang mendapatkan Covid-19 hanya akan mengalami gejala seperti batuk atau demam. Tetapi mereka bisa mengalami sakit tubuh, kelelahan, sakit tenggorokan dan sakit kepala.

Gejala-gejala ini diobati dengan istirahat, banyak mengkonsumsi cairan dan penghilang rasa sakit seperti parasetamol.

Demam bisa mereda dalam waktu kurang dari satu minggu, meskipun batuk mungkin menetap. Sebuah analisis data di China Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan butuh rata-rata dua minggu untuk pulih.

Baca juga: UPDATE 19 Juni: Sebaran 551 Pasien Sembuh dari Covid-19 di 29 Provinsi

Gejala lebih serius

Bagi pasien yang terinfeksi sekitar tujuh hingga 10 hari sebelumnya, bisa merasakan gejala yang lebih serius.

Seperti bernafas menjadi sulit dan paru-paru meradang. Ini karena meskipun sistem kekebalan tubuh berusaha melawan - itu sebenarnya bereaksi berlebihan dan tubuh mengalami kerusakan tambahan.

Beberapa orang perlu dirawat di rumah sakit untuk terapi oksigen.

Pasien kategori ini butuh waktu dua hingga delapan minggu untuk pulih, namun dengan kondisi kelelahan yang masih ada.

Pasien dengan perawatan intensif

WHO memperkirakan satu dari 20 akan memerlukan perawatan intensif, yang dapat termasuk dibius dan memakai ventilator.

Dr Alison Pittard, Dekan Fakultas Kedokteran Perawatan Intensif, mengatakan perlu waktu 12 hingga 18 bulan untuk kembali normal setelah menjalani perawatan kritis.

Menghabiskan waktu yang lama di ranjang rumah sakit menyebabkan hilangnya massa otot.

Pasien akan lemah dan otot akan membutuhkan waktu untuk membangun kembali. Beberapa orang akan memerlukan fisioterapi untuk berjalan lagi.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Aksi Heroik Polisi Wanita Sendirian Lawan Pelaku Penusukan Massal di Sydney, Australia

Aksi Heroik Polisi Wanita Sendirian Lawan Pelaku Penusukan Massal di Sydney, Australia

Tren
Kuil Setinggi 36,5 Meter Runtuh Saat Festival Keagamaan di India

Kuil Setinggi 36,5 Meter Runtuh Saat Festival Keagamaan di India

Tren
Bahaya Kesepian terhadap Kesehatan Fisik dan Mental

Bahaya Kesepian terhadap Kesehatan Fisik dan Mental

Tren
Cerita Mencekam Saksi Mata Insiden Penusukan Massal di Mal Sydney, Australia

Cerita Mencekam Saksi Mata Insiden Penusukan Massal di Mal Sydney, Australia

Tren
Mengapa Wilayah Maluku Disebut Sebagai Kepulauan Rempah-rempah? Berikut Sejarahnya

Mengapa Wilayah Maluku Disebut Sebagai Kepulauan Rempah-rempah? Berikut Sejarahnya

Tren
Kemenlu Pastikan Tidak ada WNI Jadi Korban Penusukan Massal di Mal Australia

Kemenlu Pastikan Tidak ada WNI Jadi Korban Penusukan Massal di Mal Australia

Tren
Insiden Penusukan Massal di Mal Australia, 6 Orang Meninggal Dunia

Insiden Penusukan Massal di Mal Australia, 6 Orang Meninggal Dunia

Tren
Daftar Perangkat Ponsel yang Dapat Menggunakan eSIM Telkomsel

Daftar Perangkat Ponsel yang Dapat Menggunakan eSIM Telkomsel

Tren
WhatsApp Berencana Memperketat Fitur Chat Lock, Percakapan Penting Semakin Terlindungi

WhatsApp Berencana Memperketat Fitur Chat Lock, Percakapan Penting Semakin Terlindungi

Tren
Beredar Video Kodim Deiyai Diduga Diserang OPM Saat Jenazah Danramil Aradide Tiba, TNI Angkat Bicara

Beredar Video Kodim Deiyai Diduga Diserang OPM Saat Jenazah Danramil Aradide Tiba, TNI Angkat Bicara

Tren
Resmi, ASN Bisa WFH pada 16-17 April 2024 untuk Perlancar Arus Balik Lebaran

Resmi, ASN Bisa WFH pada 16-17 April 2024 untuk Perlancar Arus Balik Lebaran

Tren
Jasa Marga Gelar Diskon Tarif Tol 20 Persen pada Arus Balik Lebaran 2024, Simak Jadwalnya

Jasa Marga Gelar Diskon Tarif Tol 20 Persen pada Arus Balik Lebaran 2024, Simak Jadwalnya

Tren
Pendaftaran Beli Elpiji 3 Kg Pakai KTP Ditutup Mei 2024, Berikut Cara Daftarnya

Pendaftaran Beli Elpiji 3 Kg Pakai KTP Ditutup Mei 2024, Berikut Cara Daftarnya

Tren
Arkeolog Temukan Lukisan Kuno di Pompeii yang Terkubur Hampir 2.000 Tahun

Arkeolog Temukan Lukisan Kuno di Pompeii yang Terkubur Hampir 2.000 Tahun

Tren
Gedung Kemenhan Inggris Disemprot Cat Merah akibat Masih Dukung Persenjataan Israel

Gedung Kemenhan Inggris Disemprot Cat Merah akibat Masih Dukung Persenjataan Israel

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com