Mata Kiri Novel Baswedan Buta, Mata Kiri Kita Jangan

Kompas.com - 16/06/2020, 09:14 WIB
Penyidik KPK Novel Baswedan tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPenyidik KPK Novel Baswedan tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya.

Hai, apa kabarmu minggu ini? Semoga sehat selalu dan tetap bisa menemukan kegembiraan di tengah situasi yang terus berubah.

Sehat dan tetap bisa gembira adalah harapan yang makin kerap kita sampaikan untuk kenalan, teman, atau saudara kita setidaknya empat bulan ini.

Situasi pandemi karena Covid-19 membuat kita begitu menghargai kesehatan dan hal-hal yang bisa menjaga kesehatan seperti kegembiraan karena imunitas yang dihasilkannya

Kegiatanmu minggu lalu pasti lebih variatif lantaran normal baru yang diujicobakan di masa transisi ini. Banyak orang mulai berani berolah raga di luar rumah. Bersepeda misalnya, menjadi populer kembali. Selain sebagai variasi kegiatan setelah banyak di rumah saja, bersepeda baik juga untuk kesehatan.

Namun, meskipun kegiatanmu lebih variatif lantaran aktivitas ekonomi mulai dibuka, kewaspadaan dengan disiplin tinggi terkait protokol kesehatan tetap harus kamu patuhi. 

Perlu dicatat, tempat-tempat umum mulai dibuka dan aktivitas mulai diizinkan karena alasan ekonomi bukan karena tempat-tempat dan aktivitas itu aman. Kesadaran ini perlu kita miliki agar disiplin kita semua dengan protokol kesehatan tetap tinggi.

Saya tidak hendak mempertentangkan kesehatan dan ekonomi. Keduanya kita sadari sama-sama penting setelah kita semua berupaya menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama tiga bulan lebih.

Berakitvitas kembali dengan kesadaran akan protokol kesehatan adalah jalan tengah atau sikap berdamai dengan pandemi yang kita pilih.

Lalu, apakah dengan berdamai, kasus penyebaran Covid-19 lantas surut? Ternyata tidak.

Penambahan kasus tertinggi

Tiap minggu kita masih mendapati rekor penambahan kasus positif harian pecah. Minggu lalu, tepatnya 10 Juni 2020, rekor baru dicatatkan dengan penambahan kasus positif mencapai 1.241 pasien. 

Ini adalah penambahan kasus positif Covid-19 harian pertama dengan jumlah di atas 1.000 kasus. Setelah itu, penambahan jumlah pasien sehari di atas 1.000 dianggap lumrah

Fakta ini menegaskan sekali lagi bahwa aktivitas ekonomi dilonggarkan karena alasan ekonomi, bukan karena aktivitas itu aman dalam konteks kesehatan. Longgarnya aktivitas kita sejak setelah Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah dan dilanjutkan dengan PSBB akan kita lihat hasilnya hari-hari ini.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X