Soal Telur Infertil, Adakah Perbedaan Nilai Gizi dengan Telur Fertil?

Kompas.com - 14/06/2020, 14:30 WIB
Seorang warga saat membeli telur di salah satu kios pedagang telur di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis  (19/7/2018). Akibat tingginya permintaan, harga jual telur ayam ras mencapai hingga Rp 29.000 per kilogram atau untuk harga eceran tembus Rp 2.500 per butir. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISeorang warga saat membeli telur di salah satu kios pedagang telur di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (19/7/2018). Akibat tingginya permintaan, harga jual telur ayam ras mencapai hingga Rp 29.000 per kilogram atau untuk harga eceran tembus Rp 2.500 per butir.

KOMPAS.com - Saat ini ramai diperbincangkan telur fertil dan infertil di masyarakat. Hal itu bermula dari maraknya peredaran telur ayam infertil di pasaran dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan peraturan yang dikeluarkan Kementerian Pertanian, telur ayam infertil dilarang untuk diperjualbelikan.

Hal ini sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 32 Tahun 2017 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam RAS dan Telur Konsumsi.

Lantas, adakah perbedaan kandungan gizi antara telur infertil dengan telur ayam fertil?

Mengonfirmasi pertanyaan tersebut, Kompas.com menghubungi ahli gizi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Dwi Budiningsari.

Baca juga: Ciri-ciri Telur Infertil dan Cara Membedakannya dengan Telur Konsumsi

Tak ada perbedaan

Dwi menyatakan, bahwa tidak ada perbedaan kadar gizi antara telur ayam fertil dengan telur ayam infertil.

"Sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang menyebutkan adanya perbedaan kandungan gizi antara telur fertil dan telur infertil," kata Dwi saat dihubungi Kompas.com, Minggu (14/6/2020).

Menurut Dwi, sepanjang kualitasnya masih baik, nilai gizinya masih sama seperti telur pada umumnya, yaitu protein, lemak, vitamin A, B, D, E, berbagai mineral, seperti zat besi, selenium, fosfor, yodium, dan juga asam amino.

Menurut dia, kedua kategori telur tersebut sama-sama dapat dan aman untuk dikonsumsi, asalkan keduanya masih sama-sama layak atau belum busuk.

Namun, yang perlu diperhatikan yakni telur fertil atau HE (hatching egg) bisa lebih cepat membusuk, yaitu hanya 7 hari.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X