Anggota Garda Nasional AS Positif Corona Setelah Kawal Unjuk Rasa Kematian George Floyd

Kompas.com - 10/06/2020, 13:37 WIB
Demonstran berjalan menuju Lake Shore Drive untuk melakukan unjuk rasa di kawasan Uptown, menuntut keadilan atas kematian pria kulit hitam George Floyd, yang tewas karena lehernya ditindih lutut polisi pada Senin (25/5/2020). Foto diambil di Chicago pada Senin (1/6/2020). SIPA USA via REUTERS/CHRISTOPHER DILTSDemonstran berjalan menuju Lake Shore Drive untuk melakukan unjuk rasa di kawasan Uptown, menuntut keadilan atas kematian pria kulit hitam George Floyd, yang tewas karena lehernya ditindih lutut polisi pada Senin (25/5/2020). Foto diambil di Chicago pada Senin (1/6/2020).

KOMPAS.com - Sejumlah anggota pasukan Garda Nasional Washington D.C dilaporkan positif terinfeksi virus corona. 

Mereka terinfeksi setelah dikerahkan untuk mengawal demonstrasi atas kasus George Floyd baru-baru ini.

Mengutip Reuters, 10 Juni 2020, sekitar 1.300 pasukan Garda Nasional D.C dikirim ke ibu kota untuk melakukan penjagaan selama demontrasi berlangsung. 

Garda Nasional sendiri menyebut dalam pernyataannya bahwa pihaknya tidak akan mengungkapkan jumlah personil yang telah terkonfirmasi positif Covid-19 dengan alasan "keamanan operasional".

Pihak Garda Nasional mengatakan bahwa pasukan telah di-screening terlebih dahulu sebelum dikerahkan dan kembali diperiksa sebelum meninggalkan pos mereka.

"Paling tidak, screening ini terdiri atas penilaian riwayat paparan, pemeriksaan suhu, pemeriksaan tanda dan gejala Covid-19, dan peninjauan atas pemeriksaan Covid-19 sebelumnya" tambah Garda Nasional dalam pernyataannya.

Baca juga: Pemerintah AS Bakal Gelontorkan Rp 340 Triliun untuk Beberapa Rumah Sakit

Kekhawatiran akan lonjakan kasus

Sebelumnya, telah muncul kekhawatiran dari berbagai pihak atas protes besar ini, baik di Amerika Serikat maupun secara global, yaitu terkait potensi atau kemungkinan peningkatan penyebaran virus corona.

"Berdasarkan cara penyakit ini menyebar, ada alasan untuk memperkirakan bahwa kita akan melihat klaster baru dan wabah baru yang potensial untuk terjadi," kata Jenderal Bedah Dr Jerome Adams sebagaimana dikutip CNN, Jumat (5/6/2020).

Sementara itu, menurut Dr Sanjay Gupta, dampak dari protes yang terjadi pada tingkat infeksi dan rumah sakit akan muncul dalam waktu tiga hingga empat minggu ke depan.

Meski demikian, ia menyebut bahwa protes yang dilakukan di luar ruangan bisa jadi membuat risiko transmisi virus lebih rendah.

Baca juga: Dinyatakan Positif Covid-19, Petinju Amerika Ini Terpaksa Batal Bertarung

Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Hal yang Perlu Diketahui soal THR PNS 2021, dari Jadwal Pencairan hingga Besarannya...

4 Hal yang Perlu Diketahui soal THR PNS 2021, dari Jadwal Pencairan hingga Besarannya...

Tren
Terpapar Corona Setelah Terima Vaksin Pertama, Bagaimana Dosis Kedua?

Terpapar Corona Setelah Terima Vaksin Pertama, Bagaimana Dosis Kedua?

Tren
[POPULER TREN] Penjelasan Lapan soal Indonesia Akan Diserbu Pengungsi dari Eropa karena Asteroid | Kisi-kisi dan Materi Soal CPNS dan PPPK 2021

[POPULER TREN] Penjelasan Lapan soal Indonesia Akan Diserbu Pengungsi dari Eropa karena Asteroid | Kisi-kisi dan Materi Soal CPNS dan PPPK 2021

Tren
Danau hingga Pulau, Ini 3 Fenomena Alam yang Muncul Setelah Siklon Tropis Seroja

Danau hingga Pulau, Ini 3 Fenomena Alam yang Muncul Setelah Siklon Tropis Seroja

Tren
[HOAKS] Video Vaksin Covid-19 mRNA Dapat Mengubah Orang Jadi Zombie

[HOAKS] Video Vaksin Covid-19 mRNA Dapat Mengubah Orang Jadi Zombie

Tren
Video Viral Indonesia Akan Diserbu Pengungsi dari Eropa karena Asteroid 2021 PDC, Ini Kata Lapan

Video Viral Indonesia Akan Diserbu Pengungsi dari Eropa karena Asteroid 2021 PDC, Ini Kata Lapan

Tren
Zakat Fitrah Online, Perhatikan Hal-hal Ini agar Zakat Sah

Zakat Fitrah Online, Perhatikan Hal-hal Ini agar Zakat Sah

Tren
Saat Kasus Covid-19 Melonjak di India, 'Itu adalah Hari yang Menyayat Hati bagi Saya...'

Saat Kasus Covid-19 Melonjak di India, "Itu adalah Hari yang Menyayat Hati bagi Saya..."

Tren
Agar Kue Kering Lebaran Renyah, Olah dan Simpan dengan Cara Ini

Agar Kue Kering Lebaran Renyah, Olah dan Simpan dengan Cara Ini

Tren
27.303 Formasi PPPK Guru Agama: Alokasi, Jadwal, dan Tahapan Seleksi

27.303 Formasi PPPK Guru Agama: Alokasi, Jadwal, dan Tahapan Seleksi

Tren
Taifun Surigae Semakin Kuat, Ini Analisis BMKG dan Dampak ke Indonesia

Taifun Surigae Semakin Kuat, Ini Analisis BMKG dan Dampak ke Indonesia

Tren
Mendikbud Serahkan Soal CPNS 2021 ke Kemenpan RB

Mendikbud Serahkan Soal CPNS 2021 ke Kemenpan RB

Tren
Varian Virus Corona Cenderung Lebih Banyak Menginfeksi Usia Muda

Varian Virus Corona Cenderung Lebih Banyak Menginfeksi Usia Muda

Tren
Tips Puasa Sehat untuk Penderita Hipertensi, Perbanyak Sayur dan Cek Tensi Rutin

Tips Puasa Sehat untuk Penderita Hipertensi, Perbanyak Sayur dan Cek Tensi Rutin

Tren
Daftar 25 Provinsi yang Berlakukan PPKM Mikro Mulai 20 April 2021

Daftar 25 Provinsi yang Berlakukan PPKM Mikro Mulai 20 April 2021

Tren
komentar
Close Ads X