Sukses Membutuhkan Keterpaduan yang Serasi dan Harmonis

Kompas.com - 10/06/2020, 11:06 WIB
Wilbur dan Orville Wright dan penerbangan pada 17 Desember 1903. thoughtcoWilbur dan Orville Wright dan penerbangan pada 17 Desember 1903.

Ketika pertamakali Wright Brothers berhasil menerbangkan pesawat terbang bermesin pertama di dunia, 17 Desember 1903, tidak ada seorangpun yang menyangka bahwa kemudian hari pesawat terbang mengubah hampir semua aspek kehidupan umat manusia di permukaan bumi ini.

Kesuksesan Wright Brothers menerbangkan pesawatnya yang pertama adalah hasil dari memadukan pengetahuan tentang aerodinamika, mesin, dan struktur bangunan sebuah pesawat terbang.

Dari perpaduan ketiga hal tersebut maka sebuah rancangan pesawat dapat diterbangkan. Keterpaduan yang serasi dan harmonis telah menghasilkan produk yang sangat luar biasa yaitu mewujudkan mimpi manusia untuk bisa terbang.

Sejarah kemudian mencatat tentang bagaimana upaya manusia menghasilkan sebuah produk perpaduan serasi dari aerodinamika, mesin, dan struktur pesawat telah mencapai sukses besar dalam hal memenuhi tuntutan kebutuhan moda transportasi yang aman, cepat dan nyaman.

Walaupun dimulai sebagai sarana pengantar barang pos, kemudian keperluan militer atau pertahanan keamanan negara, akan tetapi teknologi penerbangan berkembang lebih pesat di bidang moda transportasi udara.

Pengembangan pesawat terbang sebagai produk teknologi canggih membuktikan bahwa dibutuhkan cara berpikir yang berlandas pada bidang multidisiplin dan sekaligus terintegrasi.

Pengembangan industri penerbangan membutuhkan Integrated way of thinking. Keterpaduan cara berpikir dalam mengolah teknologi tinggi di bidang penerbangan, dapat diikuti dari perjalanan panjang persaingan yang terjadi dalam memproduksi pesawat terbang selama ini.

Tidak cukup keterpaduan dalam mengolah sebuah produksi pesawat terbang dengan keserasian dalam memadukan aspek yang multidisiplin sifatnya, akan tetapi ternyata juga harus mempertimbangkan tentang beberapa hal lain seperti kebutuhan pasar dan faktor lingkungan.

Selama 117 tahun sejak tahun 1903, kita dapat menyaksikan persaingan yang sangat menarik di dunia penerbangan dalam konteks pengembangan moda angkutan udara sipil komersial. Yakni persaingan sangat ketat dalam upaya memanfaatkan teknologi mutakhir untuk menghasilkan pesawat terbang yang dibutuhkan masyarakat luas.

Secara garis besar, persaingan yang terjadi, muncul perlombaan untuk dapat membuat pesawat terbang yang “paling cepat”, “paling besar” dan “paling efisien”.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Amonium Nitrat Sebabkan Ledakan Lebanon, Negara Mana yang Masih Menyimpan?

Amonium Nitrat Sebabkan Ledakan Lebanon, Negara Mana yang Masih Menyimpan?

Tren
20 Juta Orang Terinfeksi, Ini Update 6 Kandidat Vaksin Corona di Dunia

20 Juta Orang Terinfeksi, Ini Update 6 Kandidat Vaksin Corona di Dunia

Tren
Belajar dari Kasus Nenek di Indramayu, Bagaimana Pertolongan Pertama Saat Disembur Ular?

Belajar dari Kasus Nenek di Indramayu, Bagaimana Pertolongan Pertama Saat Disembur Ular?

Tren
Apakah Karyawan Kontrak Dapat Bantuan Rp 600.000 Per Bulan? Ini Jawaban BPJS Ketenagakerjaan

Apakah Karyawan Kontrak Dapat Bantuan Rp 600.000 Per Bulan? Ini Jawaban BPJS Ketenagakerjaan

Tren
Simak, Ini Waktu dan Cara Melihat Hujan Meteor Perseid pada 12-13 Agustus

Simak, Ini Waktu dan Cara Melihat Hujan Meteor Perseid pada 12-13 Agustus

Tren
Sepekan Ledakan Lebanon, Apa Saja Fakta yang Diketahui Sejauh Ini?

Sepekan Ledakan Lebanon, Apa Saja Fakta yang Diketahui Sejauh Ini?

Tren
Jangan Lari hingga Pura-pura Mati, Ini Langkah Penyelamatan Diri Saat Bertemu Beruang

Jangan Lari hingga Pura-pura Mati, Ini Langkah Penyelamatan Diri Saat Bertemu Beruang

Tren
Selain Fadli Zon dan Fahri Hamzah, Ini Penerima Bintang Mahaputera Nararya sejak 2005

Selain Fadli Zon dan Fahri Hamzah, Ini Penerima Bintang Mahaputera Nararya sejak 2005

Tren
127.083 Kasus Covid-19 di Indonesia dan Kewaspadaan Kita...

127.083 Kasus Covid-19 di Indonesia dan Kewaspadaan Kita...

Tren
Perusahaan BUMN Ini Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA dan SMK

Perusahaan BUMN Ini Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA dan SMK

Tren
Update CPNS 2019: Ini Rincian Materi Pokok SKB CPNS

Update CPNS 2019: Ini Rincian Materi Pokok SKB CPNS

Tren
Bagaimana Catatan Penanganan Virus Corona di Bawah Komite Covid-19?

Bagaimana Catatan Penanganan Virus Corona di Bawah Komite Covid-19?

Tren
[KLARIFIKASI] Penjelasan Lengkap BMKG soal Awan di Meulaboh yang Disebut seperti Tsunami

[KLARIFIKASI] Penjelasan Lengkap BMKG soal Awan di Meulaboh yang Disebut seperti Tsunami

Tren
Pandemi Covid-19, Apa Saja Dampak pada Sektor Ketenagakerjaan Indonesia?

Pandemi Covid-19, Apa Saja Dampak pada Sektor Ketenagakerjaan Indonesia?

Tren
Profil Hassan Diab, PM Lebanon yang Mengundurkan Diri Pasca-ledakan Beirut

Profil Hassan Diab, PM Lebanon yang Mengundurkan Diri Pasca-ledakan Beirut

Tren
komentar
Close Ads X