Editor's Letter untuk Surabaya, Setelah Jakarta Dimenangkan

Kompas.com - 08/06/2020, 13:29 WIB
Pekerja kantoran saat menunggu kendaraan umum di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2020). Pemprov DKI Jakarta mengizinkan perkantoran kembali beroperasi sejak hari ini, namun dengan penerapan protokol kesehatan. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPekerja kantoran saat menunggu kendaraan umum di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2020). Pemprov DKI Jakarta mengizinkan perkantoran kembali beroperasi sejak hari ini, namun dengan penerapan protokol kesehatan.

Hai, apa kabarmu? Seminggu terakhir, banyak sekali perubahan mendasar yang mungkin kamu alami juga terkait respons bersama kita menghadapi pandemi Covid-19.

Bagaimana perasaanmu mendapati perubahan itu? Spontan, utamanya setelah DKI Jakarta mengakhiri PSBB ke-3, 4 Juni 2020 lalu dan melanjutkan dengan PSBB transisi sepanjang Juni untuk menuju normal baru, saya lega.

Penularan masih tinggi

Upaya bersama semua pihak untuk memenangkan Jakarta mulai menunjukkan hasil baiknya. Belum paripurna memang kemenangan itu karena ancaman penularan Covid-19 masih tinggi.

Sabtu, 6 Juni 2020 lalu misalnya, jumlah penambahan harian pasien positif Covid-19 menembus rekor baru dengan total penambahan nasional mencapai 993 pasien.

Dengan rata-rata 14 hari masa pengujian sampai mendapatkan hasil, bisa diduga, lonjakan tinggi 6 Juni 2020 terjadi karena momentum Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah yang jatuh pada 24-25 Mei 2020. 

DKI Jakarta juga mengalami peningkatan jumlah positif pasien Covid-19. Pada 6 Juni 2020, didapati 125 jumlah pasien positif. Hari berikutnya jumlahnya naik lagi menjadi 172 pasien positif.

Akibat pelonggaran yang dilakukan di sejumlah aspek kehidupan di masa PSBB transisi ini memang belum terlihat langsung. Tidak seperti mengunyah cabai yang langsung terasa pedasnya.

Seperti kasus selama Idul Fitri yang baru terkumpul datanya 14 hari kemudian, demikian juga kasus PSBB transisi ini. Keramaian dan aktivitas yang berangsur normal akan kita ketahui dampaknya kira-kira minggu depan. 

Harapan kita semua tentu saja, pelonggaran yang diberikan untuk sejumlah aktivitas ini membuat kita justru makin disiplin dengan protokol Covid-19. Pujian atau hukuman atas perilaku disiplin kita akan kita lihat hari-hari di pekan mendatang.

Semoga upaya-upaya baik kita membawa hasil baik juga. Kenapa ini jadi semacam doa? Ya, karena mengandaikan disiplin diterapkan secara sadar dan ditegakkan di tempat-tempat umum untuk para pelanggar ternyata tidak terjadi juga.

Masih banyak yang sembrono tanpa mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Pedoman jarak aman minimal satu meter kerap diabaikan. Ini yang kasat mata dan saya jumpai ketika Minggu pagi lalu bersepeda untuk berolah raga sedikit jauh dari rumah.

Kepada mereka yang tidak disiplin dan terjumpai, saya ingatkan. Menggembirakan, yang diingatkan lalu mematuhi protokol Covid-19.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X