Simak, Ini Modus Penipuan dengan Kedok Lelang Online Perusahaan Gadai

Kompas.com - 08/06/2020, 12:03 WIB
Pegadaian KOMPAS/HERU SRI KUMOROPegadaian

KOMPAS.com - Saat ini mulai marak penipuan berkedok lelang online melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan lainnya yang mengatasnamakan perusahaan gadai.

Hal tersebut membuat Ketua Umum Perkumpulan Perusahaan Gadai Indonesia (PPGI) Harianto Widodo angkat bicara.

Harianto mengatakan, masyarakat diminta lebih hati-hati terhadap informasi yang beredar di media sosial, terkait lelang.

Ketidakwaspadaan akan hal ini dapat mengakibatkan kerugian, tidak hanya masyarakat saja tapi juga perusahaan yang dicatut namanya.

Baca juga: Mandiri Syariah Tawarkan Gadai Emas untuk Kebutuhan Mendesak

"Masyarakat harus lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial, apalagi dengan perkembangan digital yang terus maju ini," ujar Harianto dalam keterangan resmi, Senin (8/6/2020). 

Menurut dia, adanya perkembangan digital saat ini, banyak sekali oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan penipuan tentang lelang online yang mengatasnamakan sebuah perusahaan besar.

"Masyarakat diminta agar tidak tergiur dengan barang lelang yang ditawarkan," kata Harianto.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 

IPHONE 11 Pro Max 512 gb Gray Garansi iBox Di jual Iphone 11 Pro Max 256 Gb Warna Green Kondisi mulus terawat Lengkap fullset Hrg. 4.000.000

Sebuah kiriman dibagikan oleh Lelang Emas & Elektronik (@pegadaian.barang.lelang.online) pada 7 Jun 2020 jam 7:20 PDT

Baca juga: Cara Cek Nilai Barang Gadai lewat Pegadaian Digital

Akun atas nama perusahaan gadai

Harianto yang juga menjabat sebagai Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero) menjelaskan modus yang dilakukan para oknum lelang palsu ini yaitu menawarkan barang-barang seperti laptop, handphone, emas, dan lain-lain dengan harga yang sangat murah.

Barang - barang yang ditawarkan dipublikasi melalui akun-akun media sosial dengan mengatasnamakan perusahaan gadai.

Untuk meyakinkan calon korbannya, tidak jarang oknum tersebut akan menampilkan foto dengan identitas karyawan perusahaan, sehingga masyarakat akan lebih percaya.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ancam Hengkang dari Australia, Berikut 4 Negara yang Pernah Bermasalah dengan Google

Ancam Hengkang dari Australia, Berikut 4 Negara yang Pernah Bermasalah dengan Google

Tren
[HOAKS] Dokter di Palembang Meninggal Dunia gara-gara Vaksin Covid-19

[HOAKS] Dokter di Palembang Meninggal Dunia gara-gara Vaksin Covid-19

Tren
Pengganti WhatsApp, Berikut 4 Aplikasi Pesan yang Lindungi Privasi

Pengganti WhatsApp, Berikut 4 Aplikasi Pesan yang Lindungi Privasi

Tren
Update Corona di Dunia 27 Januari: 100 Juta Kasus | WHO Rilis Pedoman Klinis Terbaru untuk Rawat Pasien Covid-19

Update Corona di Dunia 27 Januari: 100 Juta Kasus | WHO Rilis Pedoman Klinis Terbaru untuk Rawat Pasien Covid-19

Tren
Update Gunung Merapi: Terjadi Guguran Awan Panas 1.200 Meter dan Hujan Abu Tipis di Sejumlah Daerah

Update Gunung Merapi: Terjadi Guguran Awan Panas 1.200 Meter dan Hujan Abu Tipis di Sejumlah Daerah

Tren
Hari Ini dalam Sejarah: Gudang Senjata Militer di Nigeria Meledak, Lebih dari 1.000 Orang Meninggal

Hari Ini dalam Sejarah: Gudang Senjata Militer di Nigeria Meledak, Lebih dari 1.000 Orang Meninggal

Tren
Pasien BPJS Disebutkan Diminta Bayar Obat Rp 229 Juta, Bagaimana Aturan Kemenkes?

Pasien BPJS Disebutkan Diminta Bayar Obat Rp 229 Juta, Bagaimana Aturan Kemenkes?

Tren
Sudah Lengser, Apa Hukuman bagi Trump jika Terbukti Bersalah dalam Sidang Pemakzulan?

Sudah Lengser, Apa Hukuman bagi Trump jika Terbukti Bersalah dalam Sidang Pemakzulan?

Tren
Tembus 1 Juta Kasus Covid-19, Bagaimana Posisi Indonesia di Asia?

Tembus 1 Juta Kasus Covid-19, Bagaimana Posisi Indonesia di Asia?

Tren
Link Siaran Langsung Penyuntikan Vaksin Covid-19 Dosis Kedua Presiden Jokowi

Link Siaran Langsung Penyuntikan Vaksin Covid-19 Dosis Kedua Presiden Jokowi

Tren
Sudah Suntik Vaksin Tetap Bisa Terinfeksi, Lalu Apa Gunanya Vaksin?

Sudah Suntik Vaksin Tetap Bisa Terinfeksi, Lalu Apa Gunanya Vaksin?

Tren
Hati-hati Penipuan CPNS dengan Modus Penerbitan NIP

Hati-hati Penipuan CPNS dengan Modus Penerbitan NIP

Tren
WHO Rencanakan Persetujuan Beberapa Vaksin Covid-19, Apa Saja?

WHO Rencanakan Persetujuan Beberapa Vaksin Covid-19, Apa Saja?

Tren
[POPULER TREN] Jadwal CPNS 2021 | Aturan dan Syarat Perjalanan PPKM Jilid II  Jawa-Bali

[POPULER TREN] Jadwal CPNS 2021 | Aturan dan Syarat Perjalanan PPKM Jilid II Jawa-Bali

Tren
Cek Ketersediaan Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Aplikasi SIRANAP

Cek Ketersediaan Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Aplikasi SIRANAP

Tren
komentar
Close Ads X