Presiden Brasil Ancam Keluar dari WHO Saat Angka Kematian Covid-19 Melonjak

Kompas.com - 07/06/2020, 09:30 WIB
Petugas pemakaman menguburkan korban meninggal Covid-19 di pemakaman Vila Formosa, yang merupakan pemakaman terluas di Sao Paulo, Brasil. Foto diambil pada 22 Mei 2020. REUTERS/AMANDA PEROBELLIPetugas pemakaman menguburkan korban meninggal Covid-19 di pemakaman Vila Formosa, yang merupakan pemakaman terluas di Sao Paulo, Brasil. Foto diambil pada 22 Mei 2020.

 

KOMPAS.com - Presiden Brasil, Jair Bolsonaro mengancam bahwa negaranya akan keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO)

Sebagaimana dikutip dari Reuters, ia mengatakan pada Jumat (5/6/2020) Brasil akan menarik diri dari organisasi itu kecuali WHO berhenti menjadi partisan organisasi politik.

Sementara itu, melansir dari Global News, ancaman Brasil ini keluar setelah WHO memperingatkan pemerintahan mengenai risiko membuka kuncian sebelum adanya upaya memperlambat kuncian virus corona.

"Saya beri tahu Anda di sini, Amerika Serikat meninggalkan WHO, kami mempertimbangkannya di masa depan. Kami tidak membutuhkan orang luar untuk memberikan perasaan mereka tentang kesehatan di sini," kata dia seperti dikutip dari Euronews (6/6/2020). 

Baca juga: Presiden Brasil Jair Bolsonaro Sebut Virus Corona sebagai Flu Ringan

Angka kematian melampaui Italia

Pada Kamis malam (4/6/2020) angka kematian akibat corona di Brasil melebihi Italia. 

Sedangkan saat ini, angka kematian akibat virus corona di Brasil mencapai 36.026 orang. Sementara korban meninggal akibat corona di Italia 33.846 orang.

Meski demikian, Bolsonaro terus meminta agar negara itu segera membuka kuncian karena menilai biaya ekonomi yang keluar lebih besar daripada risiko kesehatan masyarakat.

Sebelumnya Juru Bicara WHO Margaret Harris mengatakan kriteria untuk mengangkat pembatasan kuncian adalah dengan melihat perlambatan transmisi virus.

"Epidemi, wabah, di Amerika Latin sangat memprihatinkan," kata Harris dalam konferensi pers di Jenewa.

Dia mengatakan di antara enam kriteria utama untuk mengurangi karantina di antaranya adalah memiliki penurunan transmisi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ramai soal Dampak Tak Pakai Bra Selama WFH, Simak Penjelasan Dokter

Ramai soal Dampak Tak Pakai Bra Selama WFH, Simak Penjelasan Dokter

Tren
2.657 Kasus Baru Covid-19 di Indonesia, Apa Penyebab Utamanya?

2.657 Kasus Baru Covid-19 di Indonesia, Apa Penyebab Utamanya?

Tren
Berikut 10 KA Jarak Jauh yang Beroperasi Mulai 10 Juli 2020 dari Jakarta

Berikut 10 KA Jarak Jauh yang Beroperasi Mulai 10 Juli 2020 dari Jakarta

Tren
Apakah Vaksin Virus Corona Aman dan Efektif? AS Akan Melihatnya Akhir Tahun Ini

Apakah Vaksin Virus Corona Aman dan Efektif? AS Akan Melihatnya Akhir Tahun Ini

Tren
Mengenal Food Estate, Program Pemerintah yang Disebut Dapat Meningkatkan Ketahanan Pangan...

Mengenal Food Estate, Program Pemerintah yang Disebut Dapat Meningkatkan Ketahanan Pangan...

Tren
Dua Kemungkinan soal Penggembungan pada Tubuh Gunung Merapi...

Dua Kemungkinan soal Penggembungan pada Tubuh Gunung Merapi...

Tren
Viral, Video Cara Mematikan Kutu dengan Raket Listrik ke Tubuh Kucing, Ini Penjelasan Dokter...

Viral, Video Cara Mematikan Kutu dengan Raket Listrik ke Tubuh Kucing, Ini Penjelasan Dokter...

Tren
Maria Pauline Lumowa Diekstradisi Setelah 17 Tahun Buron, Bagaimana dengan Djoko Tjandra?

Maria Pauline Lumowa Diekstradisi Setelah 17 Tahun Buron, Bagaimana dengan Djoko Tjandra?

Tren
Analisis Pakar Penerbangan soal MV-22 Osprey Block C, Benarkah Sering Jatuh?

Analisis Pakar Penerbangan soal MV-22 Osprey Block C, Benarkah Sering Jatuh?

Tren
Gunung Merapi Disebut Alami Penggembungan, Berikut Analisis BPPTKG

Gunung Merapi Disebut Alami Penggembungan, Berikut Analisis BPPTKG

Tren
Selain Maria Pauline Lumowa, Siapa Saja yang Pernah Dijerat Kasus Pembobolan BNI?

Selain Maria Pauline Lumowa, Siapa Saja yang Pernah Dijerat Kasus Pembobolan BNI?

Tren
[HOAKS] 1.000 Santri di Kudus Tak Sadarkan Diri Setelah Rapid Test

[HOAKS] 1.000 Santri di Kudus Tak Sadarkan Diri Setelah Rapid Test

Tren
Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Udara, Lakukan 6 Hal Ini untuk Lindungi Diri

Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Udara, Lakukan 6 Hal Ini untuk Lindungi Diri

Tren
Melihat Kembali Kasus Pembobolan BNI yang Jerat Maria Pauline Lumowa...

Melihat Kembali Kasus Pembobolan BNI yang Jerat Maria Pauline Lumowa...

Tren
Kedaulatan Alam Maya Nusantara

Kedaulatan Alam Maya Nusantara

Tren
komentar
Close Ads X