Mengatasi Permasalahan Merokok di Indonesia

Kompas.com - 06/06/2020, 09:55 WIB
Ilustrasi berhenti merokok. Nopphon_1987Ilustrasi berhenti merokok.

Tradisi dan budaya merokok harus diubah untuk mengurangi dampak negatif dari rokok dan mengutamakan kemaslahatan masyarakat.

Jika dilihat dari karakteristik dan perilakunya, upaya untuk mengatasi masalah rokok di Indonesia harus dilakukan berbagai pendekatan (pendekatan holistik) secara budaya, kesehatan, ekonomi, regulasi dan komunikasi.

Pendekatan holistik ini diperlukan agar dalam penanganannya, dapat dipetakan bagaimana aspek tradisi dan budaya merokok mempengaruhi gaya hidup seseorang.

Oleh karena itu, upaya mengatasi permasalahan merokok harus melibatkan semua pemangku kepentingan terkait, mulai dari pemerintah, masyarakat, praktisi kesehatan, akademisi, pelaku industri dan juga para perokok itu sendiri.

Saat ini, berbagai negara sudah mengadopsi konsep pengurangan bahaya tembakau untuk melengkapi pendekatan lainnya yang sudah diterapkan.

Sebagai contoh, Selandia Baru telah menerapkan konsep pengurangan bahaya tembakau (tobacco harm reduction) sebagai bagian dari strategi untuk mengurangi jumlah perokok dan mencapai program "New Zealand Smoke Free 2025".

Selain itu, Inggris melalui Public Health England (PHE), lembaga penasihat di bawah Kementerian Kesehatan dan Kepedulian Sosial, mendorong perokok Inggris yang sulit berhenti merokok untuk beralih ke produk alternatif seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan sebagai upaya mengurangi risiko kesehatan penggunanya maupun mengurangi dampak negatif pada lingkungan sekitar.

Berdasarkan penelitian yang dilakukannya, PHE menyimpulkan bahwa rokok elektrik 95 persen lebih rendah risiko daripada merokok dan merupakan alat yang efektif untuk membantu menghentikan kebiasaan merokok.

Adapun Jepang telah mengalami penurunan besar dalam jumlah perokok, bersamaan dengan semakin banyaknya perokok yang beralih ke konsumsi produk tembakau yang dipanaskan.

Konsep pengurangan bahaya tembakau merupakan upaya untuk mengurangi dampak berbahaya yang disebabkan oleh rokok.

Konsep ini meliputi berbagai macam strategi dan upaya mengganti produk atau perilaku berisiko tinggi dengan yang lebih rendah risiko.

Salah satu strategi yang dilakukan ialah memberikan pilihan kepada perokok untuk beralih ke produk tembakau yang memiliki risiko kesehatan jauh lebih rendah daripada rokok, seperti produk terapi sulih nikotin (nicotine replacement therapy) serta produk tembakau alternatif lainnya, misalnya produk tembakau yang dipanaskan dan rokok elektrik.

Perlu diingat, bahwa pilihan terbaik bagi perokok adalah berhenti merokok.

Konsep pengurangan bahaya tembakau dan peralihan perokok ke produk tembakau alternatif berperan penting dalam mempercepat proses pengendalian tembakau.

Hal ini dibuktikan oleh penelitian di Amerika Serikat bertajuk Potential Deaths Averted in USA by Replacing Cigarettes with E-Cigarette yang dilakukan oleh Levy dan tim.

Hasilnya mengejutkan, sekitar 6,6 juta orang perokok Amerika dapat terhindar dari kematian dini jika perokok beralih ke rokok elektrik.

Sekali lagi yang perlu ditekankan adalah berhenti merokok akan lebih baik daripada berpindah ke rokok elektrik. Namun, adanya alternatif yang dapat membantu perokok ini patut untuk dikaji lebih lanjut.

Beberapa penelitian juga membuktikan bahwa berhenti merokok secara tiba-tiba (cold turkey) memiliki angka keberhasilan yang sangat rendah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X