Hari Sepeda Sedunia dan Perubahan Gaya Hidup di Tengah Pandemi...

Kompas.com - 03/06/2020, 12:36 WIB
Warga bersepeda menggunakan masker pelindung pernapasan ketika melintas di Jalan Ahmad Yani yang terpapar kabut asap di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (15/9/2019). Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Kalsel mengakibatkan Kota Banjarmasin terpapar kabut asap dengan aroma yang menyengat dan bertambah pekat dalam beberapa hari terakhir. ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA SWarga bersepeda menggunakan masker pelindung pernapasan ketika melintas di Jalan Ahmad Yani yang terpapar kabut asap di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (15/9/2019). Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Kalsel mengakibatkan Kota Banjarmasin terpapar kabut asap dengan aroma yang menyengat dan bertambah pekat dalam beberapa hari terakhir.

KOMPAS.com - Bersepeda kini telah menjadi salah satu pilihan gaya hidup sehat. Tak hanya di Indonesia, sepeda juga digemari orang-orang di seluruh dunia.

Setiap tahunnya pada 3 Juni diperingati sebagai Hari Sepeda Sedunia atau Hari Sepeda Internasional.

Awal mulanya hal itu ditetapkan oleh United Nations atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pada April 2018, Majelis Umum PBB mendeklarasikan 3 Juni sebagai Hari Sepeda Dunia.

Baca juga: Sepak Terjang Benny Wenda, Disebut Dalang Kerusuhan Papua hingga Datangi Sidang PBB

Dilansir laman resmi UN, latar belakang dirayakannya hari bersepeda adalah adanya berbagai manfaat dari kegiatan bersepeda.

Sepeda merupakan alat transportasi sederhana, terjangkau, andal, bersih, dan ramah lingkungan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu ada beberapa alasan perlunya merayakan hari bersepeda menurut WHO:

  1. Sepeda adalah alat transportasi yang sederhana, terjangkau, andal, bersih, dan ramah lingkungan.
  2. Sepeda dapat berfungsi sebagai alat untuk pengembangan dan sebagai sarana tidak hanya transportasi tetapi juga akses ke pendidikan, perawatan kesehatan dan olahraga.
  3. Sinergi antara sepeda dan pengguna menumbuhkan kreativitas dan keterlibatan sosial dan memberi pengguna kesadaran langsung tentang lingkungan setempat.
  4. Sepeda adalah simbol transportasi berkelanjutan dan menyampaikan pesan positif untuk mendorong konsumsi dan produksi berkelanjutan, dan memiliki dampak positif pada iklim.

Baca juga: CDC Tambahkan 6 Gejala Baru Virus Corona, Apa Saja?

Sejarah perkembangan sepeda yang awal pembuatannya dipengaruhi peristiwa letusan Gunung Tambora 1815- Sejarah perkembangan sepeda yang awal pembuatannya dipengaruhi peristiwa letusan Gunung Tambora 1815

Beberapa hal yang diserukan terkait Hari Sepeda Sedunia antara lain mendorong negara-negara anggota untuk mencurahkan perhatian khusus pada sepeda dalam strategi pembangunan lintas sektoral, memasukkan sepeda dalam kebijakan serta program pembangunan.

Selain itu mendorong negara-negara anggota untuk meningkatkan keselamatan jalan dan mengintegrasikannya ke dalam mobilitas berkelanjutan, perencanaan, dan desain infrastruktur.

Baca juga: Berikut Panduan Lengkap Kegiatan Keagamaan di Tempat Ibadah Selama Pandemi Corona

Penemuan sepeda

Meski sepeda diklaim diciptakan oleh orang Jerman, ternyata sepeda yang sering kita temui saat ini tercipta akibat letusan Gunung Tambora di NTT pada 1815.

Sebagaimana dituliskan dalam referensi sejarah, letusan tambora 2 abad lalu tersebut menjadi salah satu yang terkuat di kunia. 92.000 orang dikabarkan meninggal akibat perisitwa vulkanik itu.

Abu yang disemburkan Tambora disebut mempengaruhi suhu rata-rata dunia. Letusan tersebut bahkan membuat sejumlah negara di belahan bumi utara tak memiliki musim panas selama satu tahun.

Tak hanya di Swiss, tahun tanpa musim panas juga melanda seluruh daratan Eropa. Gagal panen dan kelaparan merajalela. Di Irlandia, selama bulan Mei dan September 1816 terjadi hujan selama 142 dari 153 hari.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Letusan Hebat Gunung Tambora yang Mengubah Dunia

Pada tahun itu juga, epidemi tipus merajalela di Eropa tenggara dan Mediterania sehingga menewaskan sedikitnya 10.000 jiwa. Bahkan, sebagian menyebut angka ratusan ribu. Tak heran jika banyak sejarawan menulis, letusan Tambora telah menyebabkan ”krisis terakhir dan terbesar di dunia Barat”.

Letusan Tambora telah menyebabkan ”krisis terakhir dan terbesar” di dunia Barat.

A ladies safety bicycle from 1889. (Image credit: Public domain.)livescience A ladies safety bicycle from 1889. (Image credit: Public domain.)

Dilansir dari Ekspedisi Cincin Api Kompas, 3 Oktober 2018, pada tahun tersulit itu, seorang Jerman bernama Karl Drais membuat alat sederhana beroda dua dari bahan kayu yang kemudian diberi nama draisine.

Satu-satunya cara untuk mengendarai sepeda ini adalah dengan menjejakkan kaki ke tanah agar draisine mau meluncur.

Karena itulah, alat ini juga disebut hobby horse, merujuk pada arti ”kuda-kudaan” karena tujuan alat ini adalah menggantikan kerja kuda.

Penemuan ini merupakan titik awal prinsip keseimbangan sepeda modern. Draisine menjadi sepeda pertama yang didaftarkan hak patennya pada 1818.

Baca juga: Sejarah Gunung Anak Krakatau dan Letusan Terdahsyat 1833 yang Menewaskan 36.417 Orang...

Sepeda dan alternatif transportasi selama pandemi

Sementara itu, ketakutan masyarakat akan tertular virus corona saat naik transportasi umum membuat sepeda menjadi salah satu alternatif alat transportasi di seluruh dunia.

Dilansir BBC, Kamis (7/5/2020), di Inggris penjualan sepeda meningkat 200 persen. Orang-orang yang bekerja untuk layanan darurat berbondong-bondong memesan sepeda.

Permintaan sepeda untuk mobilitas dan olahraga juga meningkat di seluruh daratan Inggris.

Salah satu toko sepeda, Broadribb Cycles Bicester dapat menjual hingga 50 sepeda setiap harinya dan melihat peningkatan permintaan untuk servis.

Seebuah jajak pendapat baru-baru ini dari consultants SYSTRA menunjukkan 61 persen orang Inggris takut mengambil transportasi umum pasca-lockdown.

Baca juga: Plus Minus Wacana Pembukaan Sekolah di Tengah Pandemi Corona...

Perubahan jalur sepeda

Seorang warga bersepeda melintas di depan gambar mural Presiden Brazil Jair Bolsonaro di Rio de Janeiro, Brazil, 24 Maret 2020. Pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona menjadi insipirasi seniman grafiti untuk memberikan peringatan dan motivasi bagi warga dalam menghadapi virus tersebut.AFP/MAURO PIMENTEL Seorang warga bersepeda melintas di depan gambar mural Presiden Brazil Jair Bolsonaro di Rio de Janeiro, Brazil, 24 Maret 2020. Pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona menjadi insipirasi seniman grafiti untuk memberikan peringatan dan motivasi bagi warga dalam menghadapi virus tersebut.

Pandemi juga telah membuat jalur sepeda tambahan selama krisis. Dalam banyak kasus, jalur sepeda itu mengambil salah satu jalur mobil di jalur ganda.

Tak hanya di Inggris, itu juga terjadi di seluruh dunia. Seperti di Jerman, jalur siklus yang diperluas telah ditandai oleh pita yang dapat dilepas dan rambu-rambu bergerak.

Paris meluncurkan 650 kilometer jalan sepeda, termasuk sejumlah pop-up "sepeda corona" .

Beberapa kota salah satunya di Milan, bahkan membuat perubahan jalur itu menjadi permanen.

Pemerintah Skotlandia mengalokasikan 10 juta pound (sekitar Rp 178 miliar) untuk menyediakan ruang sementara di jalan.

Baca juga: Berikut Daftar Ajang Olahraga yang Dibatalkan akibat Virus Corona

Sementara itu di Amerika Serikat hal serupa terjadi. Dilansir Japan TImes, Senin (25/5/2020), pandemi terbukti menjadi anugerah bagi toko-toko sepeda karena lonjakan permintaan.

Orang-orang mengantre di toko-toko yang masih buka dan mekanik berjuang memenuhi permintaan. Di seluruh penjuru negeri dan dunia sepeda terjual habis.

"Kami memiliki penjualan tiga hari setahun sekali yang secara harfiah disebut 'penjualan gila.' Ini hanya terasa seperti dua bulan berturut-turut penjualan gila," kata Dale Ollison, seorang mekanik sepeda di Hank and Frank Bicycles, Oakland, California.

Tak hanya itu, Direktur Eksekutif San Francisco Bicycle Coalition Brian Wiedenmeier mengatakan banyak orang membersihkan sepeda mereka agar bisa menggunakan sepeda lama mereka daripada membeli baru.

Baca juga: Berikut Cara Mengatur Pola Tidur yang Baik Saat Pandemi Corona


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.