Mulai Masuk Kerja? Penting Perhatikan Ventilasi Ruangan untuk Cegah Penularan Corona

Kompas.com - 02/06/2020, 16:00 WIB
Perkantoran dengan banyak karyawan berisiko menularkan virus corona KOMPAS.com/DEAN PAHREVIPerkantoran dengan banyak karyawan berisiko menularkan virus corona

KOMPAS.com - Kasus infeksi virus corona di Indonesia masih terjadi dan grafiknya masih cukup tinggi. Meskipun demikian, sejumlah perusahaan dan perkantoran sudah mulai ancang-ancang kembali beroperasi.

Terkait kondisi tersebut, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan untuk mengindari penyebaran virus corona di kantor. Terutama perkantoran yang berada di ruangan maupun gedung bertingkat.

Ventilasi, posisi, dan durasi

Berkumpul di dalam ruangan dengan kumpulan orang dalam jumlah banyak dan durasi cukup lama berpotensi tinggi terjadi penularan virus corona. Satu saja karyawan yang terinfeksi maka mudah menyebarkan kepada yang lain. 

Pada bulan Maret, ada 97 dari 811 karyawan di call center Seoul, Korea Selatan dinyatakan positif terkena virus corona.

Menurut penelitian dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC), dari jumlah tersebut, 94 duduk di lantai yang sama dengan 79 pekerja di bagian yang sama.

Baca juga: Penting, Udara dalam Ruangan Harus Bersih Selama Pandemi

Sementara itu sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Emerging Infectious Diseases menggambarkan tingkat infeksi corona di gedung bertingkat dengan sirkulasi udara tertutup mencapai 43,5 persen.

"Wabah ini dapat sangat menular di lingkungan kantor yang padat seperti call center," tulis studi KCDC.

"Besarnya wabah menggambarkan bagaimana lingkungan kerja kepadatan tinggi dapat menjadi situs berisiko tinggi untuk penyebaran Covid-19 dan berpotensi menjadi sumber transmisi lebih lanjut," lanjut penelitian itu.

Ventilasi juga memainkan peran penting dalam seberapa mudah virus dapat ditularkan melalui udara.

"Berada di dalam ruangan sangat mungkin menimbulkan risiko lebih tinggi daripada yang di luar ruangan, terutama jika berventilasi buruk," kata Benjamin Cowling, epidemiolog Universitas Hong Kong dikutip dari scientificamerican.

Terakumulasi

Berada bersama dengan orang-orang dalam jumlah banyak di dalam ruangan dengan sirkulasi udara yang tidak mengalir dinilai berisiko dalam penyebaran virus.

Meskipun mungkin paparan awalnya minim, namun apabila durasi kontak cukup lama seperti bekerja di kantor juga bisa menjadi akumulasi.

Seperti dietrbitkan dalam New England Journal of Medicine, menunjukkan bahwa virus SARS-CoV-2 yang menular dapat tetap berada di aerosol setidaknya selama tiga jam.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Berikut 46 Stasiun dan 13 Bandara Penyedia Rapid Test Antigen Beserta Harganya...

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Berikut 46 Stasiun dan 13 Bandara Penyedia Rapid Test Antigen Beserta Harganya...

Tren
Listyo Sigit Prabowo dan Sederet Kapolri Pendahulunya...

Listyo Sigit Prabowo dan Sederet Kapolri Pendahulunya...

Tren
10 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2021, Bagaimana dengan Indonesia?

10 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2021, Bagaimana dengan Indonesia?

Tren
Kenali, Berikut Tanda-tanda Suatu Gunung Api Mulai Aktif

Kenali, Berikut Tanda-tanda Suatu Gunung Api Mulai Aktif

Tren
Mendominasi Penduduk Indonesia, Mari Mengenal Generasi Z dan Milenial

Mendominasi Penduduk Indonesia, Mari Mengenal Generasi Z dan Milenial

Tren
[KLARIFIKASI] Daftar Hotel di Jakarta untuk Isolasi Mandiri yang Biayanya Ditanggung Pemerintah

[KLARIFIKASI] Daftar Hotel di Jakarta untuk Isolasi Mandiri yang Biayanya Ditanggung Pemerintah

Tren
Selain Raung, Berikut 5 Gunung yang Dinilai Mulai Aktif di Indonesia, Mana Saja?

Selain Raung, Berikut 5 Gunung yang Dinilai Mulai Aktif di Indonesia, Mana Saja?

Tren
Mengintip Spesifikasi Maung Pindad Versi Sipil yang Akan Dijual Mulai Rp 600 Jutaan

Mengintip Spesifikasi Maung Pindad Versi Sipil yang Akan Dijual Mulai Rp 600 Jutaan

Tren
Jam Buka dan Daftar 46 Stasiun di Jawa-Sumatera yang Layani Rapid Test Antigen

Jam Buka dan Daftar 46 Stasiun di Jawa-Sumatera yang Layani Rapid Test Antigen

Tren
PPKM Diperpanjang, Ini 52 Zona Merah di Jawa-Bali

PPKM Diperpanjang, Ini 52 Zona Merah di Jawa-Bali

Tren
Kemenkes: Vaksin Sinovac Berisi Virus Mati, Hampir Tak Mungkin Sebabkan Orang Terinfeksi

Kemenkes: Vaksin Sinovac Berisi Virus Mati, Hampir Tak Mungkin Sebabkan Orang Terinfeksi

Tren
Daftar Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2021, Indonesia Juara 1 di ASEAN, 20 Besar di Dunia

Daftar Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2021, Indonesia Juara 1 di ASEAN, 20 Besar di Dunia

Tren
Mengenal Lempeng Filipina Pemicu Gempa di Talaud, hingga Sejarah Gempanya

Mengenal Lempeng Filipina Pemicu Gempa di Talaud, hingga Sejarah Gempanya

Tren
Studi Temukan Vaksin Pfizer Kemungkinan Besar Efektif Lawan Varian Baru Virus Corona

Studi Temukan Vaksin Pfizer Kemungkinan Besar Efektif Lawan Varian Baru Virus Corona

Tren
Bupati Sleman Positif Covid-19 meski Sudah Divaksin, Ini Kata Kemenkes

Bupati Sleman Positif Covid-19 meski Sudah Divaksin, Ini Kata Kemenkes

Tren
komentar
Close Ads X