Cerita Penetapan 1 Juni Hari Lahir Pancasila: Usulan Megawati kepada SBY, Disahkan Jokowi

Kompas.com - 01/06/2020, 08:21 WIB
Ilustrasi Pancasila DOK KOMPAS/HANDININGIlustrasi Pancasila

KOMPAS.com - Tanggal 1 Juni, seperti hari ini, Senin (1/6/2020), merupakan peringatan Hari Lahir Pancasila.

Peringatan Hari Lahir Pancasila mengacu pada sejarah dicetuskannya Pancasila pada 1 Juni 1945 oleh Presiden pertama RI, Soekarno, dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Namun, hari bersejarah tersebut sempat menuai polemik pada era kepemimpinan Presiden Soeharto di masa Orde Baru. Saat itu, ada upaya untuk tidak mengaitkan Pancasila dengan Soekarno.

Dikutip dari pemberitaan Harian Kompas, 10 Mei 1987, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak rutin diperingati setiap tahun pada era Orde Baru.

Pemerintahan saat itu lebih memberikan perhatian pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober sebagai pengingat gagalnya Gerakan 30 September/PKI.

Hari Lahir Pancasila belum menjadi sebuah hari nasional. Bahkan, hari itu diperingati bukan sebagai Hari Lahir Pancasila, melainkan peringatan pidato Bung Karno 1 Juni 1945.

Baca juga: BPIP Akan Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2020

Diusulkan Megawati pada SBY

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri didampingi putrinya yang juga Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani saat acara Bung Karno dalam Seni dan Budaya yang diselenggarakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu ( 4/6/2016). Acara tersebut digelar untuk memperingati Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno.KOMPAS/LASTI KURNIA Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri didampingi putrinya yang juga Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani saat acara Bung Karno dalam Seni dan Budaya yang diselenggarakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu ( 4/6/2016). Acara tersebut digelar untuk memperingati Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno.
Untuk itu, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengusulkan agar 1 Juni kembali dijadikan sebagai hari nasional yang rutin diperingati setiap tahunnya.

Usulan itu disampaikan kepada Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang ketika itu menjabat sebagai Presiden ke-6 RI.

Namun keinginannya itu belum terwujud di era pemerintahan SBY, meski SBY menjanjikan akan mengabulkan permintaan itu.

Pada akhir Oktober 2015, ketika menjadi pembicara pada acara seminar dan bedah buku di Jakarta, Megawati kembali menyampaikan harapannya akan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila yang tak kunjung terlaksana.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Uji Coba Vaksin Virus Corona Ini Menunjukkan Perkembangan Positif

Uji Coba Vaksin Virus Corona Ini Menunjukkan Perkembangan Positif

Tren
PSBB Transisi Diperpanjang, Ini 4 Kebijakan yang Diterapkan Anies

PSBB Transisi Diperpanjang, Ini 4 Kebijakan yang Diterapkan Anies

Tren
Naik Status Jadi Negara 'Upper Middle Income', Apa Dampaknya bagi Indonesia?

Naik Status Jadi Negara "Upper Middle Income", Apa Dampaknya bagi Indonesia?

Tren
Mengenal UU Penanganan Covid-19 yang Digugat Amien Rais, Din Syamsudiin hingga Abdullah Hehamahua

Mengenal UU Penanganan Covid-19 yang Digugat Amien Rais, Din Syamsudiin hingga Abdullah Hehamahua

Tren
BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi 4-6 Meter, Ini Wilayah yang Harus Waspada

BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi 4-6 Meter, Ini Wilayah yang Harus Waspada

Tren
Mengenang Masmimar Mangiang, Wartawan dan Guru Jurnalistik

Mengenang Masmimar Mangiang, Wartawan dan Guru Jurnalistik

Tren
Ramai soal Unggahan Menanak Nasi Dicampur Bawang Putih Diklaim Bermanfaat untuk Kesehatan, Benarkah?

Ramai soal Unggahan Menanak Nasi Dicampur Bawang Putih Diklaim Bermanfaat untuk Kesehatan, Benarkah?

Tren
Kasus Baru Virus Corona di Beijing Kemungkinan dari Asia Tenggara dan Asia Selatan

Kasus Baru Virus Corona di Beijing Kemungkinan dari Asia Tenggara dan Asia Selatan

Tren
Viral Unggahan soal Lagu Yamko Rambe Yamko, Ini Berbagai Versi Asal Muasalnya

Viral Unggahan soal Lagu Yamko Rambe Yamko, Ini Berbagai Versi Asal Muasalnya

Tren
BMKG Ingatkan soal Radiasi Sinar UV di Jabodetabek, Apa Dampaknya bagi Kulit?

BMKG Ingatkan soal Radiasi Sinar UV di Jabodetabek, Apa Dampaknya bagi Kulit?

Tren
Fitur Baru WhatsApp: Dark Mode untuk Versi Web hingga Tambah Teman dengan Kode QR

Fitur Baru WhatsApp: Dark Mode untuk Versi Web hingga Tambah Teman dengan Kode QR

Tren
Mengapa Biaya Rapid Test Berbeda-beda?

Mengapa Biaya Rapid Test Berbeda-beda?

Tren
[KLARIFIKASI] Penerima Bansos di Pulo Gadung Dipungut Biaya

[KLARIFIKASI] Penerima Bansos di Pulo Gadung Dipungut Biaya

Tren
Pencabutan Larangan Berkumpul dan Ancaman Klaster Baru Covid-19

Pencabutan Larangan Berkumpul dan Ancaman Klaster Baru Covid-19

Tren
Update Virus Corona Dunia 2 Juli: 10,7 Juta Orang Terinfeksi | Sekolah di Korea Utara Kembali Dibuka

Update Virus Corona Dunia 2 Juli: 10,7 Juta Orang Terinfeksi | Sekolah di Korea Utara Kembali Dibuka

Tren
komentar
Close Ads X