Vietnam Berhasil Menjaga Angka Kematian Covid-19 Tetap Nol, Begini Caranya...

Kompas.com - 01/06/2020, 07:03 WIB
Suasana Kota Hanoi, Vietnam, 28 Maret 2020. Shutterstock/Asia ImagesSuasana Kota Hanoi, Vietnam, 28 Maret 2020.

KOMPAS.com - Saat negara-negara lain terus mencatatkan kasus kematian akibat Covid-19, Vietnam masih bertahan dengan 0 (nol) kasus kematian akibat pandemi virus corona sejauh ini.

Jumlah kasus yang terkonfirmasi di negara itu pun relatif rendah, yakni hanya ada di angka 328 kasus dan 279 di antaranya sudah dinyatakan sembuh, berdasarkan data dariWorldometer, Minggu (31/5/2020).

Padahal, secara geografis, wilayah negara ini berbatasan langsung dengan daratan China di bagian utara. Selain itu, negara berpenduduk 98 juta jiwa ini juga setiap tahunnya menerima jutaan pengunjung dari China.

Vietnam juga tercatat sebagai salah satu negara dengan penghasilan rendah dan memiliki sistem kesehatan yang tidak begitu baik dibandingkan negara di wilayah ASEAN misalnya.

Perbandingan dokter dan masyarakat di sana adalah 8:10.000 jiwa, ini adalah sepertiga dari rasio perbandingan yang sama di Korea Selatan.

Baca juga: Nol Korban Meninggal, Bagaimana Vietnam Berhasil Menangani Pandemi Corona?

Lalu, apa sesungguhnya yang dilakukan pemerintah juga masyarakat Vietnam hingga mereka tidak memiliki satu pun kasus kematian yang terkait dengan Covid-19 sejak pertama hingga saat ini?

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bertindak cepat melakukan isolasi

Melansir dari CNN, Sabtu (30/5/2020), Vietnam sempat melakukan penguncian secara nasional selama tiga minggu. Setelah itu, aturan social distancing ditarik pada akhir April.

Tidak ditemukan satu pun kasus infeksi lokal selama 40 hari, kegiatan bisnis dan sekolah dibuka kembali, kehidupan pun perlahan kembali normal.

Jumlah kasus yang tergolong rendah itu membuat banyak pihak memandang skeptis, apalagi dengan melihat kondisi negara tersebut.

Baca juga: Update: Perkembangan Wabah Corona di ASEAN, Kamboja, Laos, dan Vietnam Laporkan 0 Kematian

Namun, salah satu dokter penyakit menular yang bertugas di salah satu rumah sakit utama untuk Covid-19 yang dibangun oleh Pemerintah Vietnam, Guy Thwaites, menyebut data tersebut sesuai dengan apa yang ada di lapangan.

"Saya pergi ke bangsal setiap hari, saya tahu kasusnya, saya tahu di sana tidak ada kematian," kata Thwaites yang juga merupakan Kepala Unit Penelitian Klinis Oxford University di Ho Chi Minh City.

Dia menyebutkan, jika memang jumlahnya dipercaya lebih besar dari yang saat ini tercatat, pasti dengan mudah pasien-pasien itu ditemukan di rumah sakit-rumah sakit.

Sigap sejak awal

Warga Vietnam tampak ceria setelah pihak berwenang mengangkat karantina di desa Dong Cuu, desa karantina Vietnam terakhir yang terkena penyakit virus corona (Covid-19), di luar Hanoi, Vietnam 14 Mei 2020. REUTERS/Nguyen Huy Kham Warga Vietnam tampak ceria setelah pihak berwenang mengangkat karantina di desa Dong Cuu, desa karantina Vietnam terakhir yang terkena penyakit virus corona (Covid-19), di luar Hanoi, Vietnam 14 Mei 2020.

Negara ini mulai bersiap menghadapi penyebaran virus corona beberapa pekan sebelum kasus pertama terdeteksi di sana.

Padahal, saat itu pihak China dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih menyebut penularan dari manusia ke manusia belum terbukti adanya.

Namun, Vietnam memilih untuk tidak mau mengambil risiko dan tetap melakukan pencegahan sebisa yang mereka bisa upayakan.

Thwaites menyebut respons cepat ini yang membuat Vietnam berhasil.

"Tindakan mereka di akhir Januari dan awal Februari jauh lebih cepat dari negara lain, dan itu sangat membantu mereka mempertahankan kontrol (terhadap wabah)," katanya.

Baca juga: Kemendagri Klarifikasi Tak Larang Ojek Online Saat New Normal

Hal itu dibenarkan oleh Wakil Kepala Departemen Pengendalian Infeksi di National Institute of Hygiene and Epidemiology di Hanoi, Pham Quang Thai.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X