Kompas.com - 30/05/2020, 15:00 WIB
bPenumpang saat tiba di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/5/2020). PT Angkasa Pura II mengeluarkan tujuh prosedur baru bagi penumpang penerbangan rute domestik selama masa dilarang mudik Idul Fitri 1441 H di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGbPenumpang saat tiba di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/5/2020). PT Angkasa Pura II mengeluarkan tujuh prosedur baru bagi penumpang penerbangan rute domestik selama masa dilarang mudik Idul Fitri 1441 H di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

KOMPAS.com – Bagi masyarakat yang akan kembali ke wilayah Jakarta, diperlukan surat izin keluar masuk (SIKM) yang diterbitkan sebagai upaya mencegah lonjakan kasus virus corona atau Covid-19.

Selain SIKM, diperlukan pula surat keterangan bebas Covid-19 yang dibuktikan dengan adanya surat keterangan rapid test atau PCR negatif.

Lantas, bagaimana cara mendapatkan surat keterangan bebas Covid-19?

Baca juga: Pendatang Tanpa SIKM yang Dikarantina Harus Tes Covid-19 dengan Biaya Pribadi

Pelayanan kesehatan

Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dr. Ngabila Salama mengatakan, masyarakat dapat memintanya ke pelayanan kesehatan yang menyediakan.

“Ke rumah sakit/klinik/laboratorium swasta. Rumah sakit negeri, tidak bisa untuk syarat SIKM,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (30/5/2020).

Ngabila menjelaskan, fasilitas kesehatan milik pemerintah tidak dapat untuk dijadikan rujukan surat keterangan rapid test atau PCR dengan beberapa alasan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di antaranya dalam edaran dinas kesehatan disebutkan, tes hanya untuk indikasi medis dan perawatan pasien, serta mengingat keterbatasan logistik. 

"Terkait mobilitas dan izin keluar masuk menggunakan anggaran mandiri, kecuali ada indikasi rapid test pada kontak erat atau ODP. Tapi, kalau tidak ada gejala atau kontak erat dianggap mandiri," jelas dia. 

Adapun untuk mendapatkan surat keterangan bebas virus corona ini, menurut Ngabila, biasanya biaya untuk rapid test sekitar Rp 200.000, sedangkan untuk tes PCR antara Rp 1 juta sampai Rp 2 juta.

Dia juga menerangkan, untuk prosedur mendapatkan surat keterangan bebas Covid-19 ini, tidak diperlukan surat pengantar dari puskesmas, dokter, ataupun instansi yang lain.

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.