Sejumlah Negara Buka Perbatasan, Maskapai Internasional Siap Kembali Terbang

Kompas.com - 29/05/2020, 18:29 WIB
Sebuah Airbus A380-800 milik Qatar Airways. WikipediaSebuah Airbus A380-800 milik Qatar Airways.

KOMPAS.com - Selama pandemi corona virus yang melanda ratusan negara di dunia, sejumlah penerbangan baik domestik maupun internasional mengalami penundaan. Namun dengan pulihnya kondisi di sejumlah negara, beberapa maskapai kembali bersiap terbang. 

Melansir Aljazeera, maskapai penerbangan Qatar Airways berencana akan kembali menerbangkan pesawatnya ke lebih dari 80 tujuan di seluruh dunia pada bulan Juni nanti.

Ini merupakan salah satu dari sedikit maskapai yang melanjutkan penerbangan terjadwal reguler selama penguncian global, mempertahankan layanan ke sekitar 30 tujuan.

Maskapai yang berbasis di Doha, Qatar tersebut membuat pengumuman melalui media sosial Twitter.

Disebutkan, mereka mulai melanjutkan penerbangan ke tujuan yang ditangguhkan karena wabah corona virus.

Ketua Eksekutif Qatar Airways Akbar al-Baker menyampaikan bahwa permintaan perjalanan global akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pulih dari pandemi corona virus. 

Selain itu, banyak pelancong bisnis mungkin tidak pernah kembali terbang, setelah terbiasa bekerja dari jarak jauh. Karena itu dia memperkirakan, maskapainya mungkin hanya akan dapat mengisi antara 50-60 persen kursi yang tersedia.

"Masih banyak orang yang terdampar di seluruh dunia dan orang yang ingin mengunjungi orang yang dicintai," tutur dia.

Baca juga: Qatar Airways Bagikan 100.000 Tiket Gratis untuk Tenaga Medis Covid-19, Ini Syaratnya

Maskapai ini memiliki armada 203 Airbus dan jet Boeing lebar dan sempit pada 31 Maret 2019, ketika terakhir mempublikasikan hasil keuangannya.

Qatar Airways juga mengatakan akan memberikan 100.000 tiket kelas ekonomi kepada petugas kesehatan garis depan di seluruh dunia sebagai ucapan terima kasih atas upaya mereka dalam memerangi virus.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Amnesty: Lebih dari 3000 Tenaga Kesehatan Meninggal Akibat Covid-19

Amnesty: Lebih dari 3000 Tenaga Kesehatan Meninggal Akibat Covid-19

Tren
World Orca Day, Mengenal Paus Orca yang Bisa Hidup hingga 80 Tahun

World Orca Day, Mengenal Paus Orca yang Bisa Hidup hingga 80 Tahun

Tren
Panduan Fitur Google Classroom untuk Guru, dari Membuat Kelas hingga Tugas Siswa

Panduan Fitur Google Classroom untuk Guru, dari Membuat Kelas hingga Tugas Siswa

Tren
Viral Unggahan Kamar Isi Sampah Disebut Hoarding Disorder, Ini Kata Dokter Jiwa...

Viral Unggahan Kamar Isi Sampah Disebut Hoarding Disorder, Ini Kata Dokter Jiwa...

Tren
5 Klaster Terbesar Penularan Covid-19 di Indonesia, Mana Saja?

5 Klaster Terbesar Penularan Covid-19 di Indonesia, Mana Saja?

Tren
Pesan untuk Kita Semua dari Temuan Kasus Covid-19 di Pesta Wisuda...

Pesan untuk Kita Semua dari Temuan Kasus Covid-19 di Pesta Wisuda...

Tren
Viral Cara Memotong Hewan Kurban Tidak Berontak, Bagaimana Tekniknya?

Viral Cara Memotong Hewan Kurban Tidak Berontak, Bagaimana Tekniknya?

Tren
Update Virus Corona Dunia 14 Juli: 13,2 Juta Orang Terinfeksi | China Laporkan 8 Kasus Baru

Update Virus Corona Dunia 14 Juli: 13,2 Juta Orang Terinfeksi | China Laporkan 8 Kasus Baru

Tren
Google Meet dan Google Classroom, Ini Cara Penggunaannya

Google Meet dan Google Classroom, Ini Cara Penggunaannya

Tren
Saat Museum-museum di AS Mulai Mengumpulkan Jejak Pandemi Covid-19

Saat Museum-museum di AS Mulai Mengumpulkan Jejak Pandemi Covid-19

Tren
Melihat Kematian akibat Covid-19 di Indonesia, Kelompok Usia Berapa yang Paling Banyak?

Melihat Kematian akibat Covid-19 di Indonesia, Kelompok Usia Berapa yang Paling Banyak?

Tren
Indonesia Masuk 10 Besar Negara Kasus Tertinggi Virus Corona di Asia, Ini Daftarnya

Indonesia Masuk 10 Besar Negara Kasus Tertinggi Virus Corona di Asia, Ini Daftarnya

Tren
Cek, Hari Ini Pengumuman Penerima Token Subsidi Listrik Pelanggan 900 VA dan 1.300 VA

Cek, Hari Ini Pengumuman Penerima Token Subsidi Listrik Pelanggan 900 VA dan 1.300 VA

Tren
[POPULER TREN] Tip Rp 14 Juta untuk Pegawai Restoran | Djoko Tjandra Masuk-Keluar Indonesia

[POPULER TREN] Tip Rp 14 Juta untuk Pegawai Restoran | Djoko Tjandra Masuk-Keluar Indonesia

Tren
Tren Kematian karena Covid-19 di Rumah Sakit Inggris Turun, Ini Penyebabnya Menurut Peneliti

Tren Kematian karena Covid-19 di Rumah Sakit Inggris Turun, Ini Penyebabnya Menurut Peneliti

Tren
komentar
Close Ads X