Masjid-masjid di Arab Saudi Kembali Dibuka, Bagaimana Protokolnya?

Kompas.com - 28/05/2020, 10:32 WIB
Masjid Nabawi di Kota Madinah, tempat Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar As Sidiq dimakamkan. ShutterstockMasjid Nabawi di Kota Madinah, tempat Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar As Sidiq dimakamkan.

KOMPAS.com - Arab Saudi telah mengumumkan rencana relaksasi penguncian dengan membuka kembali masjid-masjid untuk umum.

Seluruh masjid, termasuk Masjid Nabawi, akan diizinkan kembali menggelar ibadah shalat Jumat pada pekan depan setelah fase pertama pelonggaran penguncian dimulai pada Minggu (31/5/2020).

Akan tetapi, aturan tersebut tidak berlaku untuk masjid yang berada di wilayah Mekkah, termasuk Masjidil Haram.

Dibukanya kembali aktivitas masjid, dengan menerapkan beberapa protokol.

Dilansir dari Arab News, Selasa (26/5/2020), Menteri Urusan Islam Abdullatif bin Abdul Aziz bin Abdul Rahman al-Sheikh mengatakan, jendela dan pintu masjid harus selalu dibuka.

Ia juga meminta agar seluruh Al Quran yang ada di masjid untuk disimpan terlebih dahulu.

Para jemaah harus menjaga jarak dua meter dan membiarkan satu baris kosong di antara setiap barisnya.

"Mereka juga harus memakai masker wajah setiap saat, membawa sajadah atau tikar sendiri dan mengambil air wudhu di rumah masing-masing," kata Abdullatif.

Baca juga: Masjid Nabawi Akan Dibuka pada 31 Mei, Masjidil Haram Masih Ditutup

Ia juga mengimbau para imam masjid untuk memastikan tidak ada kerumunan saat memasuki dan keluar dari masjid.

Anak-anak di bawah 15 tahun juga tidak diizinkan memasuki masjid.

Halaman:
Baca tentang

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X