Studi di AS: Jumlah Pasien Covid-19 Berusia Muda Semakin Meningkat

Kompas.com - 26/05/2020, 18:40 WIB
Seorang tenaga kesehatan melihat melalui pagar ke arah warga yang menunggu berbaris di luar pusat kesehatan NYC Health + Hospitals/Gotham Health Morrisania, salah satu pusat tes walk-in Covid-19 baru di New York City, saat penyebaran penyakit virus corona (Covid-19) di Bronx, New York, Amerika Serikat, Senin (20/4/2020). Berdasarkan data Johns Hopkins University, hingga Selasa (21/4/2020), AS masih menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi dunia mencapai 787.794 dengan korban meninggal 42.362. ANTARA FOTO/REUTERS/MIKE SEGARSeorang tenaga kesehatan melihat melalui pagar ke arah warga yang menunggu berbaris di luar pusat kesehatan NYC Health + Hospitals/Gotham Health Morrisania, salah satu pusat tes walk-in Covid-19 baru di New York City, saat penyebaran penyakit virus corona (Covid-19) di Bronx, New York, Amerika Serikat, Senin (20/4/2020). Berdasarkan data Johns Hopkins University, hingga Selasa (21/4/2020), AS masih menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi dunia mencapai 787.794 dengan korban meninggal 42.362.

KOMPAS.com - Sebuah penelitian terbaru di Amerika Serikat menemukan bahwa jumlah kalangan muda yang tertular virus corona semakin bertambah.

Berdasarkan studi para ilmuwan itu, jumlah pasien berusia di bawah 40 tahun yang dites pada awal Mei dan hasilnya positif Covid-19 di negara bagian Washington jauh lebih banyak jika dibandingkan saat awal wabah virus corona merebak di negara itu.

Dalam penelitian tersebut, ahli epidemiologi Judith Malmgren dan timnya di University of Washington menganalisis data dari 22 laboratorium pengujian di seluruh negara bagian.

Mereka menemukan, kalangan muda menjadi lebih rentan terhadap virus, terutama di negara bagian dengan proporsi populasi yang kebanyakan berusia antara 20-39 tahun, sejak awal Maret 2020.

Malmgren menyebutkan, temuan ini dapat mengarah pada perkembangan pandemi di daerah lain.

"Karena, negara bagian Washington mengalami pengalaman Covid-19 pertama di Amerika Serikat dan memiliki jangka waktu wabah terpanjang," kata Malmgren, dilansir dari SCMP, Senin (25/5/2020).

Baca juga: Bukan Hanya Lansia, Orang Usia Muda Juga Berisiko Kritis karena Corona

Meski kasus-kasus baru telah menurun di negara bagian Washington, para peneliti menyebutkan, proporsi anak-anak dan remaja yang dikonfirmasi positif Covid-19 meningkat dari 20 persen pada 1 Maret 2020, menjadi 50 persen awal bulan ini.

Selain itu, Malmgren mengatakan, tidak ada penurunan kasus pada kelompok usia 0 hingga 19 tahun.

Sebaliknya, kasus pada orang-orang berusia di atas 60 tahun turun sebesar 55 persen.

Para peneliti menyebutkan, pergeseran mendasar dalam demografi penyakit ini dapat membawa tantangan baru dalam usaha pengendalian wabah.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber SCMP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KLARIFIKASI] Mobil Wapres Disebut Kehabisan BBM dan Isi Bensin Pakai Jeriken

[KLARIFIKASI] Mobil Wapres Disebut Kehabisan BBM dan Isi Bensin Pakai Jeriken

Tren
Rencana Bioskop Dibuka 29 Juli, Ini Kata Epidemiolog hingga Gugus Tugas

Rencana Bioskop Dibuka 29 Juli, Ini Kata Epidemiolog hingga Gugus Tugas

Tren
Sejumlah Negara yang Menolak Pencaplokan Israel atas West Bank

Sejumlah Negara yang Menolak Pencaplokan Israel atas West Bank

Tren
Ramai Dibicarakan, Berikut 5 Fakta Menarik soal Hagia Sophia

Ramai Dibicarakan, Berikut 5 Fakta Menarik soal Hagia Sophia

Tren
Ini Fatwa MUI soal Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Kurban di Masa Pandemi Covid-19

Ini Fatwa MUI soal Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Kurban di Masa Pandemi Covid-19

Tren
Desakan WHO, Penyebaran Virus Corona, dan Tingginya Kasus Covid-19 di AS...

Desakan WHO, Penyebaran Virus Corona, dan Tingginya Kasus Covid-19 di AS...

Tren
Prosedur Lengkap Pelaksanaan SKD CAT BKN Sekolah Kedinasan 2020

Prosedur Lengkap Pelaksanaan SKD CAT BKN Sekolah Kedinasan 2020

Tren
Seekor Anjing di Texas Dites Positif Covid-19 Setelah Pemiliknya Terinfeksi

Seekor Anjing di Texas Dites Positif Covid-19 Setelah Pemiliknya Terinfeksi

Tren
INFOGRAFIK: Macam-macam Penularan Virus Corona

INFOGRAFIK: Macam-macam Penularan Virus Corona

Tren
Disorot Dunia, Ini Cerita dari Swedia Hadapi Pandemi Corona

Disorot Dunia, Ini Cerita dari Swedia Hadapi Pandemi Corona

Tren
Benarkah Mapel Bahasa Arab dan PAI Dihapus dari Kurikulum? Berikut Penjelasan Kemenag

Benarkah Mapel Bahasa Arab dan PAI Dihapus dari Kurikulum? Berikut Penjelasan Kemenag

Tren
Mulai Senin, Argo Parahyangan Jakarta-Bandung Beroperasi Lagi, Catat Jadwalnya!

Mulai Senin, Argo Parahyangan Jakarta-Bandung Beroperasi Lagi, Catat Jadwalnya!

Tren
Kilas Balik Pernyataan WHO soal Penyebaran Virus Corona di Udara: Dulu Dibantah, Kini Diakui

Kilas Balik Pernyataan WHO soal Penyebaran Virus Corona di Udara: Dulu Dibantah, Kini Diakui

Tren
Menular Lewat Udara, Ini 7 Gejala Kunci dan Tidak Biasa Saat Terkena Covid-19

Menular Lewat Udara, Ini 7 Gejala Kunci dan Tidak Biasa Saat Terkena Covid-19

Tren
Saat Asrama hingga Pondok Pesantren Jadi Klaster Baru Covid-19, Apa yang Terjadi dan Harus Bagaimana?

Saat Asrama hingga Pondok Pesantren Jadi Klaster Baru Covid-19, Apa yang Terjadi dan Harus Bagaimana?

Tren
komentar
Close Ads X