Indonesia Terserah dan Gagapnya Panduan Komunikasi Berbangsa

Kompas.com - 26/05/2020, 13:26 WIB
Ilustrasi PIXABAY.com/GERALTIlustrasi


BANYAK warga bangsa bertanya: “Mengapa generasi dengan eforia revolusi 4.0 justru kehilangan efektivitas memandu bangsa di tengah pandemi?“

Hatus dicatat, selama periode pemilu dan pasca-pemilu, generasi teknologi 4.0 yang mampu melahirkan event (kegiatan) yang viral tumbuh menjadi anak emas, menjadi public relation (PR) hampir di setiap kegiatan berbangsa.

Bahkan, karena ini Indonesia digadang-gadang menjadi negara terkemuka dunia. Generasi 4.0 mendapat ruang terhormat dalam pemerintahan.

Sementara di sisi lain, para tokoh humaniora, teknokrat, hingga komunikator publik yang tidak mampu menumbuhkan kegiatan serba viral dan penuh comment, kehilangan suara dan tempat. Padahal, mereka adalah para ahli komunikasi berbangsa dengan perencanan jangka pendek dan panjang. Ada banyak tokoh cakap seperti itu di negeri ini.

Harus digarisbawahi, pandemi menjadi medium ujian terbesar sebuah bangsa yang membangun serba event dan serba viral sebagai landasan aktivitas berbangsa.

Covid-19 sebagai krisis terbesar, tidak lagi seperti pemilu atau penyelenggaraan tontonan, menjadi ruang mengkomunikasikan psikologi massa lewat harapan dan tontonan sebagai katarsis.

Bahkan, cara komunikasi disampaikan lewat manipulasi dan sampel-sampel harapan dan kesuksesan yang dipropagandakan dalam gaya milenial. Sesuatu yang wajar dan menggejala di dunia.

Namun , pandemi menuntut kerja panduan berbangsa yang berkualitas dalam psikologi krisis warga bangsa . Warga tidak lagi bisa diperlakukan dalam psikologi hiburan dan harapan.

Empat aspek

Pandemi membutuhkan panduan kerja komunikasi yang menghubungkan empat aspek mendasar menghadapi krisis yang perkembangannya terus berubah hari demi hari.

Pertama, tersedianya ruang komunikasi formal publik yang konsisten memandu dan dipercaya masyarakat sebagai sumber informasi hari demi hari, baik nasional maupun daerah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahasiswa Ini Nekat Gowes 3.500 km Selama 48 Hari untuk Pulang Kampung

Mahasiswa Ini Nekat Gowes 3.500 km Selama 48 Hari untuk Pulang Kampung

Tren
Saat Pesta Pernikahan dan Wisuda Berujung Infeksi Virus Corona...

Saat Pesta Pernikahan dan Wisuda Berujung Infeksi Virus Corona...

Tren
Lonjakan Kasus Virus Corona di Sejumlah Daerah, Perlukah PSBB Kembali Diterapkan?

Lonjakan Kasus Virus Corona di Sejumlah Daerah, Perlukah PSBB Kembali Diterapkan?

Tren
Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Udara, Ini Imbauan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia

Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Udara, Ini Imbauan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia

Tren
Ini Kriteria Sembuh Pasien Covid-19 Menurut Aturan Baru Menkes

Ini Kriteria Sembuh Pasien Covid-19 Menurut Aturan Baru Menkes

Tren
Besok Matahari Tepat di Atas Kabah, Saatnya Cek Kembali Arah Kiblat!

Besok Matahari Tepat di Atas Kabah, Saatnya Cek Kembali Arah Kiblat!

Tren
Pemilik Pub Ini Pasang Pagar Listrik agar Pengunjung Patuhi Jarak Aman

Pemilik Pub Ini Pasang Pagar Listrik agar Pengunjung Patuhi Jarak Aman

Tren
Selain Gugatan Hak Waris Anak Pendiri Sinar Mas, Ini Kasus Sengketa Harta Konglomerat Indonesia

Selain Gugatan Hak Waris Anak Pendiri Sinar Mas, Ini Kasus Sengketa Harta Konglomerat Indonesia

Tren
Pemerintah Ganti Istilah ODP, PDP, dan OTG Covid-19, Apakah Perlu?

Pemerintah Ganti Istilah ODP, PDP, dan OTG Covid-19, Apakah Perlu?

Tren
60 Detik di Lift, Seorang Perempuan Tanpa Gejala Tularkan Virus Corona kepada Puluhan Orang

60 Detik di Lift, Seorang Perempuan Tanpa Gejala Tularkan Virus Corona kepada Puluhan Orang

Tren
Freddy Widjaja Gugat Hak Waris, Ini Gurita Bisnis Sinar Mas yang Didirikan Eka Tjipta

Freddy Widjaja Gugat Hak Waris, Ini Gurita Bisnis Sinar Mas yang Didirikan Eka Tjipta

Tren
Banjir Bandang Terjang Masamba Luwu Utara, Berikut Analisis BMKG

Banjir Bandang Terjang Masamba Luwu Utara, Berikut Analisis BMKG

Tren
INFOGRAFIK: Jangan Turunkan Masker ke Dagu!

INFOGRAFIK: Jangan Turunkan Masker ke Dagu!

Tren
Simak Jadwal Terbaru Keberangkatan Kereta Bandara Soekarno-Hatta, Berlaku 20 Juli

Simak Jadwal Terbaru Keberangkatan Kereta Bandara Soekarno-Hatta, Berlaku 20 Juli

Tren
Kasus Covid-19 Melonjak, Kota-kota Ini Kembali Berlakukan Lockdown

Kasus Covid-19 Melonjak, Kota-kota Ini Kembali Berlakukan Lockdown

Tren
komentar
Close Ads X