Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Idul Fitri dan Perayaan Hari Raya Kemenangan di Tengah Pandemi Corona...

Kompas.com - 24/05/2020, 14:05 WIB
Retia Kartika Dewi,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Selepas menjalankan ibadah puasa selama 30 hari, umat Islam di Indonesia akan merayakan hari kemenangan Idul Fitri, yang jatuh pada Minggu (24/5/2020).

Tahun ini, suasana Idul Fitri tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, akibat wabah virus corona yang menjangkit di sejumlah negara di dunia.

Dilansir dari Aljazeera, Selasa (19/5/2020), hadirnya virus corona membuat sejumlah negara mengambil langkah untuk memutus rantai penyebaran virus yakni dengan penangguhan shalat Idul Fitri di luar ruangan dan beberapa perayaan lainnya.

Meski begitu, tentunya dengan menjalankan protokol peribadatan yang dianjurkan oleh pemerintah, masyarakat dapat melaksanakan Idul Fitri dengan nyaman dan aman.

Baca juga: Berani Jadi Imam? Berikut Panduan Shalat dan Khotbah Idul Fitri

Berikut sejumlah hal yang perlu diketahui mengenai Idul Fitri.

Apakah Idul Fitri itu?

Idul Fitri artinya acara puncak perayaan ibadah puasa dan pertanda berakhirnya bulan suci Ramadhan.

Umumnya, Idul Fitri dirayakan selama tiga hari di beberapa negara yang mayoritas Muslim.

Bagaimana penentuan awal Idul Fitri?

Seperti Ramadhan, Idul Fitri dimulai dengan penampakan bulan sabit (sehari setelah bulan baru), jadi umat Islam harus menunggu sampai malam sebelum Idul Fitri untuk memverifikasi tanggalnya.

Jika bulan sabit tidak terlihat, Ramadhan berlanjut untuk hari lain.

Karena ini adalah fenomena kenampakan bulan, tanggal Idul Fitri berubah setiap tahun pada kalender Gregorian dan bervariasi dari satu negara ke negara lain bergantung pada lokasi geografis.

Untuk mendeklarasikan awal Idul Fitri, negara-negara mayoritas Muslim bergantung pada kesaksian para pengamat bulan lokal. Otoritas agama setempat kemudian mengumumkan kapan Idul Fitri akan berlangsung.

Baca juga: Syarat Masjid yang Bisa Mengadakan Shalat Idul Fitri Saat Pandemi Corona

Bagaimana umat Islam merayakan Idul Fitri?

Umat Islam di seluruh dunia memulai perayaan Idul Fitri dengan menunaikan ibadah shalat Id yang dilaksanakan di pagi hari diikuti dengan khotbah singkat.

Ibadah tersebut bisa dilakukan di dalam masjid atau di ruang besar, namun shalat Id juga diperbolehkan untuk digelar di tanah lapang atau tempat terbuka guna mengakomodasi jumlah jemaah yang banyak.

Setelah melaksanakan shalat Id, orang-orang akan saling memberi salam dan ucapan selamat.

Selama Idul Fitri berlangsung, kebanyakan orang akan menghabiskan waktu mengunjungi kerabat, tetangga, dan menerima makanan manis saat mereka bergerak dari rumah ke rumah.

Anak-anak memakai pakaian baru dan ditawari hadiah dan uang untuk merayakan acara ini.

Sebelumnya, orang-orang akan memberikan sedekah kepada warga yang kurang mampu.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Zakat Fitrah, Fidyah dan Kafarat...

Imbauan shalat di rumah

Tak hanya itu, saat perayaan Idul Fitri, negara-negara yang berpenduduk mayoritas Muslim akan menghias jalan dengan lampu-lampu meriah dan mengadakan karnaval untuk memperingati akhir Ramadhan.

Setiap negata memiliki hidangan penutup dan manisan tradisional yang disiapkan sebelum Idul Fitri atau pada pagi hari pertama perayaan.

Sajian ini dapat berupa biskuit khusus, roti, kue, dan puding.

Namun, tahun ini kegiatan shalat Id telah ditangguhkan di beberapa negara Muslim, seperti Oman dan Mesir, dikarenakan pandemi virus corona.

Mufti Besar Arab Saudi mendesak umat Islam untuk shalat di rumah masing-masing alih-alih pergi ke masjid.

Kemudian, festival dan perayaan publik tentang Idul Fitri juga akan dilarang di banyak belahan dunia.

Menurut data real time yang dikeluarkan oleh Universitas Johns Hopkins, hingga Selasa, 19 Mei 2020 sudah lebih dari 318.000 orang meninggal dunia terinfeksi Covid-19.

Baca juga: Para Ahli Teliti Gejala-gejala Langka Virus Corona, Apa Saja?

Seperti apa salam Idul Fitri?

Salam atau ucapan saat Idul Fitri yang populer yakni "Eid Mubarak (Idul Fitri)" atau "Eid sa'id" yang berarti "Selamat Idul Fitri".

Salam Idul Fitri juga bervariasi tergantung pada negara dan bahasa yang dipakai.

Di Indonesia, Idul Fitri disebut Lebaran, sehingga orang Indonesia akan mengatakan "Selamat Lebaran", yang berarti Selamat Idul Fitri.

Variasi lainnya adalah "Mutlu Bayramlar" dalam bahasa Turki dan "Barka da Sallah" dalam Hausa, bahasa Nigeria.

Apa tradisi lain yang terkait dengan Idul Fitri?

Umumnya, umat Islam bersiap untuk sholat Id dengan mandi dan mengenakan pakaian baru mulai dari pakaian tradisional, modern atau Barat.

Umat Islam juga dianjurkan untuk makan sesuatu yang manis, biasanya kurma, sebelum shalat Id.

Dalam perjalanan mereka menuju shalat, umat Islam membaca atau takbir, segala pujian untuk Sang Khalik.

Baca juga: Sudah Memasuki Ramadhan, Bagaimana jika Masih Memiliki Utang Puasa Tahun Lalu?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Rencana Perjalanan Jemaah Haji 2024 asal Indonesia, Keberangkatan Mulai 12 Mei

Rencana Perjalanan Jemaah Haji 2024 asal Indonesia, Keberangkatan Mulai 12 Mei

Tren
Psikolog: 3 Ucapan Ini Sering Diucapkan Orang dengan Mental Tangguh

Psikolog: 3 Ucapan Ini Sering Diucapkan Orang dengan Mental Tangguh

Tren
Respons Kubu Anies, Prabowo, dan Ganjar Usai MK Tolak Gugatan Pilpres 2024

Respons Kubu Anies, Prabowo, dan Ganjar Usai MK Tolak Gugatan Pilpres 2024

Tren
Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 23-24 April 2024

Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 23-24 April 2024

Tren
[POPULER TREN] Prakiraan Cuaca BMKG 22-23 April | Gempa M 4,9 Guncang Cilacap

[POPULER TREN] Prakiraan Cuaca BMKG 22-23 April | Gempa M 4,9 Guncang Cilacap

Tren
Kenali Apa Itu Dissenting Opinion dalam Putusan MK, Kelebihan, dan Kekurangannya

Kenali Apa Itu Dissenting Opinion dalam Putusan MK, Kelebihan, dan Kekurangannya

Tren
Irak Luncurkan Roket ke Pangkalan Militer AS di Suriah, Tapi Diklaim Gagal

Irak Luncurkan Roket ke Pangkalan Militer AS di Suriah, Tapi Diklaim Gagal

Tren
Penuhi 2 Target, Erick Thohir Beri Sinyal Perpanjang Kontrak Shin Tae-yong

Penuhi 2 Target, Erick Thohir Beri Sinyal Perpanjang Kontrak Shin Tae-yong

Tren
Siapa Sosok Wanita di Balik Patung Liberty yang Jadi Simbol Kebebasan Amerika Serikat?

Siapa Sosok Wanita di Balik Patung Liberty yang Jadi Simbol Kebebasan Amerika Serikat?

Tren
3 Hakim MK 'Dissenting Opinion' dalam Putusan Sengketa Pilpres 2024

3 Hakim MK "Dissenting Opinion" dalam Putusan Sengketa Pilpres 2024

Tren
Gempa Terkini M 5,1 Guncang Pacitan Terasa hingga Malang

Gempa Terkini M 5,1 Guncang Pacitan Terasa hingga Malang

Tren
5 Hasil Putusan MK soal Dugaan Jokowi Cawe-cawe di Pilpres 2024

5 Hasil Putusan MK soal Dugaan Jokowi Cawe-cawe di Pilpres 2024

Tren
Penjelasan KAI soal Nomor Kursi Kereta Tambahan Yogyakarta-Gambir New Generation yang Acak-acakan

Penjelasan KAI soal Nomor Kursi Kereta Tambahan Yogyakarta-Gambir New Generation yang Acak-acakan

Tren
Gempa M 5,1 Guncang Pacitan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,1 Guncang Pacitan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Tren
Ramai soal Perempuan Paksa Minta Uang di Kompleks Perumahan Sukabumi, Begini Cerita Warga

Ramai soal Perempuan Paksa Minta Uang di Kompleks Perumahan Sukabumi, Begini Cerita Warga

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com