Kue Kering Kalori Tinggi, Bagaimana Cara yang Baik Mengonsumsinya?

Kompas.com - 24/05/2020, 11:06 WIB
Ilustrasi nastar, kue kering khas Lebaran di Indonesia. Nastar berisi selai nanas. SHUTTERSTOCK/KETUT MAHENDRIIlustrasi nastar, kue kering khas Lebaran di Indonesia. Nastar berisi selai nanas.

KOMPAS.com - Hari Raya Idul Fitri telah tiba. Lebaran terasa kurang lengkap tanpa adanya hidangan-hidangan yang disajikan, salah satunya kue kering.

Kue kering merupakan salah satu panganan yang selalu ada saat Lebaran.

Perlu diingat, jangan berlebihan mengonsumsi kue kering. Ada hal yang harus diperhatikan.

Ahli Gizi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Perdana Samekto mengatakan, secara umum kue kering memiliki kalori yang tinggi.

"Karena biasanya sepertiga sampai setengah bahan dari kue kering tersebut adalah margarin atau mentega (lemak)," kata Perdana saat dihubungi Kompas.com, Kamis (21/5/2020).

Ia menjelaskan, kandungan kalori lemak lebih dari dua kali kandungan kalori tepung.

"Kuncinya ada di jumlahnya. Kita boleh makan kue kering dengan jumlah yang terbatas," ujar dia.

Perdana mengatakan, inovasi kue kering seringkali membuat kalorinya lebih tinggi.

Misalnya, kue kering dibalut coklat atau nastar yang telah menggunakan selai masih ditambahkan dengan keju.

"Mungkin jenis-jenis seperti ini yang perlu diperhatikan," ujar dia.

Baca juga: Tips Membuat Kue Kering Anti-gagal ala Fatmah Bahalwan

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X