Korea Selatan Hanya Perlu Sejam Melacak Pasien Covid, Ini Prosesnya...

Kompas.com - 22/05/2020, 17:15 WIB
Peta kasus virus corona di Seou, Korea Selatan screenshootPeta kasus virus corona di Seou, Korea Selatan

KOMPAS.com - Saat seorang pria di Seoul dinyatakan positif terkena virus corona pada awal bulan Mei, pihak berwenang Korea Selatan cepat melakukan pelacakan.

Mereka dapat segera mengetahui pergerakan pria itu di dalam dan luar kota dalam hitungan menit, termasuk lima bar dan klub yang ia kunjungi pada malam yang baru saja dikunjungi.

Respon cepat jauh di depan banyak negara lain menghadapi wabah adalah hasil dari penggabungan metode Korea Selatan yang sudah canggih.

Yaitu dalam mengumpulkan informasi dan melacak virus ke dalam sistem berbagi data baru yang menyatukan data lokasi ponsel dan catatan kartu kredit.

Baca juga: Pandemi Berlanjut, Korea Perpanjang Peringatan Perjalanan Khusus hingga Juni

Perencanaan tata kota

Dikutip dari Reuters (22/5/2020) Sistem Dukungan Investigasi Epidemi (EISS), diperkenalkan pada akhir Maret.

Platform itu awalnya dirancang untuk memungkinkan otoritas lokal berbagi informasi perencanaan kota, dari populasi hingga lalu lintas dan polusi, dengan mengunggah data dalam lembar kerja Excel dan format lainnya.

Sekarang bermanfaat bagi Korsel dalam respon terhadap virus.

Sementara lokasi pribadi dan data kartu kredit telah tersedia untuk digunakan oleh penyelidik kesehatan Korea Selatan selama bertahun-tahun, sistem sebelumnya memerlukan dokumen fisik untuk meminta data sebelum diunggah ke perangkat lunak analitis.

Itu membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari untuk mengumpulkan data pribadi pasien untuk melacak kontak mereka.

Sistem baru mendigitalkan seluruh proses, termasuk permintaan, dan dapat mengurangi waktu itu menjadi kurang dari satu jam, kata para pejabat setempat.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu dan Balita Terpisah di Hong Kong Akhirnya Bertemu di Surabaya, Ini Kisahnya

Ibu dan Balita Terpisah di Hong Kong Akhirnya Bertemu di Surabaya, Ini Kisahnya

Tren
Pidato di Wisuda Harvard, Ini yang Disampaikan Nadhira Afifa

Pidato di Wisuda Harvard, Ini yang Disampaikan Nadhira Afifa

Tren
6 Misteri tentang Virus Corona yang Belum Diketahui Sampai Saat Ini

6 Misteri tentang Virus Corona yang Belum Diketahui Sampai Saat Ini

Tren
Mahasiswi Indonesia Nadhira Afifa Terpilih Sampaikan Pidato di Wisuda Harvard

Mahasiswi Indonesia Nadhira Afifa Terpilih Sampaikan Pidato di Wisuda Harvard

Tren
Kabar Baik Indonesia Hari Ini: 102 Daerah Bebas Covid-19, Rupiah Menguat

Kabar Baik Indonesia Hari Ini: 102 Daerah Bebas Covid-19, Rupiah Menguat

Tren
Gelombang Kedua Corona Iran: 3 Hari Berturut-turut Laporkan 3.000 Kasus

Gelombang Kedua Corona Iran: 3 Hari Berturut-turut Laporkan 3.000 Kasus

Tren
5 YouTuber Indonesia dengan Konten Inspiratif Kuliah di Luar Negeri, dari Nadhira Afifa hingga Jerome Polin

5 YouTuber Indonesia dengan Konten Inspiratif Kuliah di Luar Negeri, dari Nadhira Afifa hingga Jerome Polin

Tren
Kabar Baik: Rekor 551 Pasien Covid-19 Sembuh Harian, Begini Perawatannya

Kabar Baik: Rekor 551 Pasien Covid-19 Sembuh Harian, Begini Perawatannya

Tren
7 Negara di Dunia yang Akan Buka Pariwisata, Indonesia Salah Satunya

7 Negara di Dunia yang Akan Buka Pariwisata, Indonesia Salah Satunya

Tren
12 Penumpang dari Doha Positif Covid-19, Yunani Setop Penerbangan dari dan ke Qatar

12 Penumpang dari Doha Positif Covid-19, Yunani Setop Penerbangan dari dan ke Qatar

Tren
INFOGRAFIK: Pandemi Covid-19, Arti Zona Merah, Oranye, Kuning dan Hijau

INFOGRAFIK: Pandemi Covid-19, Arti Zona Merah, Oranye, Kuning dan Hijau

Tren
Di Warung Berbagi, Bisa Makan Sepuasnya Tanpa Harus Membayar Saat Pandemi Covid-19

Di Warung Berbagi, Bisa Makan Sepuasnya Tanpa Harus Membayar Saat Pandemi Covid-19

Tren
Simak, Waktu Terbaik Saksikan Gerhana Bulan Penumbra Esok Pagi

Simak, Waktu Terbaik Saksikan Gerhana Bulan Penumbra Esok Pagi

Tren
[KLARIFIKASI] Benarkah Petugas Rapid Test Jarang Ganti Sarung Tangan dan Berisiko Tularkan Covid-19?

[KLARIFIKASI] Benarkah Petugas Rapid Test Jarang Ganti Sarung Tangan dan Berisiko Tularkan Covid-19?

Tren
Syarat Mengajukan Keringanan UKT Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri

Syarat Mengajukan Keringanan UKT Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri

Tren
komentar
Close Ads X