Akhiri PSBB dan Kini Jadi Zona Hijau, Bagaimana Penanganan Covid-19 di Kota Tegal?

Kompas.com - 22/05/2020, 13:53 WIB
Seorang warga bersepeda melintasi jalan protokol Kota Tegal yang sudah dibatasi dengan ditutup water barrier, Sabtu (28/3/2020) KOMPAS.com/Tresno SetiadiSeorang warga bersepeda melintasi jalan protokol Kota Tegal yang sudah dibatasi dengan ditutup water barrier, Sabtu (28/3/2020)

KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal akan mengakhiri pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada hari ini, Jumat (22/5/2020).

Keputusan mengakhiri PSBB di Kota Tegal diambil setelah tak ada kasus baru dan pasien terakhir Covid-19 dinyatakan sembuh.

Kota Tegal kini juga ditetapkan sebagai zona hijau Covid-19. 

Hampir dua bulan menjalani PSBB, Kota Tegal telah menerapkan sejumlah tindakan pencegahan penularan Covid-19, seperti local lockdown, penutupan jalan tol, dan penutupan sejumlah akses keluar-masuk kendaraan.

Bagaimana upaya yang dilakukan Tegal dalam penanganan penyebaran virus corona hingga kini menjadi zona hijau?

Akses keluar-masuk Kota Tegal ditutup

Untuk mencegah masuknya infeksi virus corona ke wilayahnya, Pemkot Tegal memutuskan untuk menutup sebagian askes menuju dan ke luar kota pada 23-29 Maret 2020.

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan, rekayasa lalu lintas dilakukan mulai dari jalur Pantura yang dialihkan ke Jalan Lingkar Utara.

Menurut dia, kebijakan tersebut diterapkan agar warga dari luar kota tidak mampir di Kota Tegal dan tetap melanjutkan perjalanan.

Kebijakan ini sempat menimbulkan reaksi, namun Pemkot Tegal yakin untuk tetap melaksanakannya.

Baca juga: Daftar Wilayah di Indonesia yang Terapkan Local Lockdown

Penetapan local lockdown

Pengendara sepeda motor melintasi posko check point pemeriksaan kesehatan di Jalan Proklamasi, Kota Tegal, saat peberlakukan PSBB, Selasa (12/5/2020).KOMPAS.com/Tresno Setiadi Pengendara sepeda motor melintasi posko check point pemeriksaan kesehatan di Jalan Proklamasi, Kota Tegal, saat peberlakukan PSBB, Selasa (12/5/2020).
Tegal juga menerapkan local lockdown yang rencananya berlangsung hingga sekitar Juli 2020.

Awalnya, local lockdown diberlakukan ketika dikonfirmasi kasus positif infeksi virus corona seorang warga yang baru pulang bekerja di Dubai, Uni Emirat Arab.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X